
kini eiliyah sedang menunggu Aksa dan zie yang sedang berganti baju. setelah membeli baju berenang untuk Zie dan Aksa mereka langsung bergegas menuju kamar ganti.tadinya eiliyah mau membantu Zie untuk mengganti baju tapi Zie menolak. dia mau mengganti bajunya dengan Aksa. eiliyah sampai heran padahal Zie barusaja beberapa kali bertemu Aksa tapidia bisa sedekat itu.bahkan dengan papinya sendiri saja tidak sedekat itu.
"mamiiii" teriak Zie ketika selesai mengganti bajunya.
"Liy, aku nitip dompet sama ponselku ya" ucap Aksa sambil memberikan ponsel dan dompetnya kepada eiliyah
"oh... iya" ucap eiliyah sambil menerima ponsel dan dompet aksa
"ayo Zie" ucap Aksa yang di balasi Zie dengan anggukan dan langsung menerima gandengan tangan Aksa.
sedangkan eiliyah menunggu mereka di gazebo yang berada di pinggiran kolam. kemudian eiliyah tabletnya untuk menggambar disain gaun yang di pesan para pelanggannya. sebelum itu eiliyah sudah memesan beberapa cemilan dan juga minuman untu Zie,Aksa dan dirinya. di selah-selah mengerjakan pekerjaannya eiliyah melihat putranya berbahagia hati eiliyah ikut senang. karna melihat Zie sekecil itu sudah melihat kedua orang tuanya berpisah. terkadang jikala malam eiliyah menangis melihat sang putra tidak bisa seperti teman-temannya yang bisa bersama-sama kedua orang tuanya.
"mamii haus" ucap Zie berlari kecil mendekati sang mami.
"boy jangan lari-lari entar ke pleset" tegur eiliyah sambil memberikan minuman
"hehehe iya mami" ucap Zie yang langsung mengambil minuman
"ini" ucap eiliyah sambil menyodorkan minuman kepada Aksa
"maksai" ucap Aksa sambil menerima minumannya.
"mami, Zie senang bisa berenang dengan om Aksa" ucap Zie yang sudah duduk di pinggiran gazebo bersama Aksa.
"lain kali kamu mau nggak ke pantai" ucap Aksa
"mau om mau, zie nggak pernah ke pantai om... terakhir kali Zie kepantai sama papi sama mami waktu belum sekolah dulu" ucap Zie
eiliyah langsung menundukkan kepalanya. matanya sudah terasa panas mendengar cerita sang putra. sedangkan Aksa yang mendengar cerita Zie dia langsung melirik eiliyah yang matanya sudah memerah menahan tangisnya.
"Zie ayo berenang lagi" ajah Aksa mengakihkan perhatian Zie.
"ayo om kita belum kesana" ucap Zie
Zie langsung berangkat menuju tempat yang ia inginkan.
"kamu tidak apa-apakan" tanya Aksa pada eiliyah sebelum dia menyusul Zie.eiliyah hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
skip
setelah beberapa jam menghabiskan waktu di tempat wisata itu akhirnya mereka bertiga sekarang menuju perjalanan pulang.
"sa anterin aku ke butik lagi ya" ucap eiliyah
"aku antar sampai rumah saja,kasian juga Zie" ucap Aksa sambil melirik ke sepin mobil melihat jok belakang yang terdapat Zie sedang tertidur pulas.
"tidak apa-apa, ke butik saja" ucap eiliyah
"besok aku akan antar Zie ke sekolah dan antar kamu ke butik, jadi kamu tidak perlu memikirkan mau berangkat pakai apa" ucap Aksa.sebenarnya Aksa bisa saja menyuru salah-satu pegawainya untuk mengantarka eiliyah tapi ini kesempatan buat Aksa untuk lebih dekat dengan eiliyah.
"tidak usah sa" tolak eiliyah
"pokoknya aku tidak mau ada penolakan" tegas Aksa
"pokoknya aku mau di antar ke butik sa" pucap eiliyah Aksa hanya diam saja. ketika mobil itu tidak mengarah ke butik eiliyah langsung menoleh kan kepalanya ke Aksa sambil melihatnya tajam. Aksa yang sudah tau eiliyah melihatnya dia hanya fokus kedepan berpura-pura tidak tahu. eiliyah yang melihat kelakuan Aksa langsung memalingkan wajahnya melihat ke luar jendela. beberapa menit mereka dalam ke bisuan akhirnya Aksa sampai di depan pekarangan rumah dua tingkat minimalis yang terlihat nampak luar bersih dan terjaga. terlihat satpam membukakan pintu gerbang. aksa langsung memarhirkan mobilnya di halaman rumah tersebut.
"maksai untuk hari ini" ucap eiliyah sebelum turun dari mobil Aksa
"biar aku saja sa" ucap eiliyah yang melihat Aksa akan mengendong zie.
"biar aku saja" ucap Aksa langsung membawa Zie kedalam gendongannya. kemudian Aksa mengekori eiliyah untuk menuju kamar tidur Zie.
"ya sudah aku langsung pamit pulang, sudah malam" ucap Aksa
"iya sekali lagi terima kasih" ucap eiliyah yang di jawab Aksa dengan angukan dan langsung menuju mobilnya.
skip
ke esokan jam menunjukkan pukul 06.00 Aksa yang sudah rapi dengan jasnya bergegas pergi untuk menjemput eiliyah. dia tidak mau terlambat untuk datang ke rumah eiliyah.
"sa mau meeting, masih pagi sudah buru-buru" tanya sang papa yang sedang duduk di meja makan sambil membaca koran.
"iya pa, Aksa pamit ya" ucap Aksa sambil mencium tangan papanya.
"yaudah hati-hati" ucap papa Aksa
__ADS_1
"ok pa,salam ke mama ya" ucap Aksa yang belum melihat mamanya di meja makan.
skip
sekarang Aksa sudah sampai di halaman rumah eiliyah. dia turun dari mobil sudah di sambut oleh Zie di Depan pintu. Zie yang tadi baru turun dari kamarnya mendengar suara mobil.dia langsung bergegas membukakan pintu karna sang mami masih berada di dalam kamar.ketika Zie melihat siapa orang yang menghampirinya itu ada lah Aksa dia langsung memanggilnya
"om aksa" ucap Zie dengan gembira
"pagi Zie, udah siap untuk sekolah" tanya Aksa
"om mau antara Zie sekolah" tanya Zie antusias. aksa hanya menganggukkan kepalanya.
"hore...hore...hore om kasa antar Zie sekolah" sorak Zie kegirangan. kemudian Zie langsung menarik tangan Aksa untuk ikut dia sarapan pagi.
ketika eiliyah sudah sampai di meja makan dia kaget karna sudah ada Aksa di sana yang sedang asik bersenda gurau dengan zie.
"kok kamu ke sini sa, ada apa" tanya eiliyah.
Aksa langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara itu. dia melihat eiliyah yang sudah rapi dengan baju berwarna coklat susu berlengan pendek dengan make up natural membuat Aksa terpanah melihatnya. betapa beruntungnya Aksa yang sudah melihat bidadari di pagi hari. aksa yang terbengong melihat eiliyah segarah mengumpulkan kesadarannya.
"iy...Iyah, kan aku kemarin sudah bilang mau mengantar Zie ke sekolah" ucap Aksa.
kemudian eiliyah langsung duduk di kursi meja makan. karna jika dia bertanya lagi kepada Aksa percuma saja. beberapa saat mereka bertiga langsung bergegas menuju mobil aksa.
"Aksa kamu antar Zie saja aku sudah pesan taksi" ucap eiliyah yang baru saja keluar dari rumah.
"nggak kamu ikut kita" ucap Aksa yang tidak mau ada penolakan.
"aku udah pesan sa, kasian orangnya kalau di batalin" ucap eiliyah yang mencari alasan agar dia tidak di antara Aksa. saat Aksa mau menjawab perkataan eiliyah terdengar suara klakson mobil. Aksa yang mengetahui kalau itu mobil yang di pesan eiliyah. Aksa langsung menghampiri mobil itu dia langsung mengetuk kaca mobil itu supaya di buka
"pak maaf tidak jadi" ucap Aksa kepada pak sopir dan memberikan beberapa uang.
eiliyah yang melihat kelakuan aksa hanya mendengus sambil memejamkan matanya.
selamat membaca 😉
maaf ya kalau mabayak typo.
__ADS_1