Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 34


__ADS_3

Pukul 09.30 Aksa baru saja lending, sesampainya di ibu kota Aksa langsung memesan taksi. Sebenarnya Ezra sudah menyuruh sopir kantor untuk menjemput mereka. Tapi Aksa menolak, ia memilih untuk memesan taksi online.


“Yaudah gue balik dulu. Elu nggak lupa kan” Ezra mengingatkan Aksa sebelum ia memasuki mobil.


“Nggak kok, entar koper gue suru bawa sopir ke kantor saja” karna Aksa menintipkan kopernya pada ezra.


Setelah itu Ezra langsung masuk ke dalam mobil, tak menunggu waktu lama taksi onlin pesanan Aksa sudah datang.


“Mas Aksa” tanya seorang supir taksi online.


“iya” jawab Aksa yang langsung masuk.


Setelah duduk dengan santai di dalam mobil Aksa bengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Ia memandangi kotak bludru berwarna merah yang ia beli dari Singapore, di bukanya pelan-pelan kotak bludru itu yang berisi cincin berlian untuk melamar pujaan hatinya.


Setelah menerobos kemacetan ibu kota, akhirnya mobil yang di tumpangi Aksa sampai di depan butik milik eiliyah. Dilihatnya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan sebelah kirinya menunjukkan pukul 10.00 usai membayar taksi online itu Aksa langsung bergegas turun.


Ketika Aksa sudah memasuki butik milik eiliyah, Aksa langsung menghampiri meja kasir untuk menanyakan eiliyah.


“Selamat siang tuan” sapa penjaga kasir itu.


“mbak... Mbak eiliyah nya ada nggak?” tanya Aksa.


“mbak ei ada di ruangannya tuan” jawab kasir itu.


Aksa langsung bergegas menuju ruangan eiliyah.


———//———


Di ruangan lain


Sejak tadi pagi eiliyah selalu saja melihat ponselnya. Karna sejak kemarin Aksa tidak menghubunginya, walau pun itu Cuma mengirimkan pesan. Kemarin Rio mengajaknya keluar untuk makan malam sekaligus ke pasar malam.


Flash back on


Sore itu eiliyah menerima pesan dari Rio.


💬. Mas Rio


Habis magrip aku jemput ada pasar malam.


💬. Eiliyah


Jangan sekarang deh mas


💬. Mas Rio


Ayolah ei


Aku nggak pernah ajak kamu keluar aku juga mau main sama zie

__ADS_1


💬. Eiliyah


Ok


Setelah membalas pesan dari Rio eiliyah mengecek panggilan masuk dan pesan dari Aksa, tapi tenyata tidak ada panggilan masuk dari Aksa atau pun mesan darinya.


“kamu kemana sih” gumam eiliyah


Di saat eiliyah sedang membaca Alquran di kamarnya. Terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumahnya.


Tok tok tok


Cklaaak...


“mbak ada tuan Rio di depan” ucap ART eiliyah.


“iya mbak” jawab eiliyah.


“oh iya mbak tolong ganti baju Zie ya” ucap eiliyah sebelum sang ART keluar dari kamarnya.


Sepeninggalan ARTnya eiliyah langsung melepas mukenanya kemudian Menganti pakaiannya, tak lupa ia juga memoles wajannya dengan make up natural. Setelah melihat penampilannya di depan cermin ia langsung turun ke bawah untuk menemui Rio. Di ruang keluarga sudah terlihat Rio dan Zie sedang bermain.


“Udah siap” tanya Rio saat sudah melihat eiliyah berjalan menghampirinya.


“udah” jawabnya


Mereka berangkat mengunakan mobil Rio. Tak terlalu jauh mereka menempuh perjalanan menuju ke pasar malam. Sesampainya di sana Zie gembira, tak henti-hentinya dia berceritakan ingin menaiki apa saja.


“Ok mami” jawab zie sambil menunjukkan jempolnya.


“Ayo Zie sama om” Rio mengajak Zie jalan terlebih dahulu, sedangkan eiliyah membuntutinya di belakang Rio.


Mungkin orang-orang yang melihat mereka jalan bertiga mengganggap mereka adalah keluarga. Di saat zie menaiki komedi putar Rio dan eiliyah menunggunya di sampin pagar wahana itu.


“Kamu mikirin apa sih ei, kok kelihatannya ada yang di pikirkan” tanyanya, karena sedari tadi saat ia mencuri pandang ke eiliyah selalu saja eiliyah melihat kedalam tasnya.


“Nggak papa kok mas” jawabnya.


“ayobomnkita naik yang itu” tunjuknya pada mainan kereta-keretaan.


“Ok” jawab Rio, karna Zie sudah menarik pergelangan tangannya.


Zie sungguh gembira, tak ada satu pun wahana yang terlewatkan olehnya. Sekarang mereka berada di restoran cepat saji, karna Zie tadi sudah merengek minta makanan. Jadilah mereka berpinda tempat ke restoran cepat saji yang tak terlalu jauh dari pasar malam itu.


Flash back off


Dari tadi eiliyah tidak bisa fokus bekerja. Di saat ia menyandarkan punggung dan juga kepalanya di kursi kerjanya sambil menghadap ke langit-langit terdengar suara pintu ter buka.


Cklaaak...

__ADS_1


“kamu mau apa lagi sih ka, aku tadi kan udah nggak mau di ganggu” eiliyah berbicara tanpa melihat siapa yang membuka pintu itu, karna posisisnya membelakangi pintu.


Setelah itu terdengar lagi suara pintu itu tertutup.


Eiliyah masih tetap dalam posisinya yang tadi. Eiliyah memejamkan matanya dan memijat pangkal hidungnya pelan karna merasakan kepalanya sedikit pening.


Di rasa suda tidak terlalu pening ia ingin menyelsaikan pekerjaannya. Disaat ia bangkit dari sandarannya kemudian memuatar kursinya.


“kamu...” eiliyah kaget dengan orang yang duduk di depannya sambil tersenyum kepadanya.


Eiliyah mengucek matanya barangkali dia sedang mengigau karna terlalu memikirkannya.


“hahahahahaaaa” seseorang yang duduk di depannya melihat kelakuan eiliyah.


“Apa begitu kangennya kamu sama aku sayang” ucap Aksa setelah dia bisa menghentikan tertawanya.


Seseorang yang masuk ke ruangan eiliyah diam-diam tadi adalah Aksa. Ia inggin memberi kejutan untuk eiliyah.


“iiiih... Ketawa ajah terus” eiliyah semakin kesal melihat Aksa yang tak henti-hentinya mentertawakannya.


“Maaf deh maaf” Aksa menghentikan tertawanya.


“tau nggak...” ucapanucapa terpotong.


“Nggak” selah eiliyah sebal.


“aku belum selsai bicara yang” Aksa beranjak dari duduknya dan langsung mendekat ke eiliyah.


“Aku kangeeeen banget sama kamu” Aksa mencium pelipis eiliyah.


“bohong” mendengar perkataan eiliyah yang masih sebal dengannya Aksa langsung memutar kursi eiliyah agar ia bisa menatap wajah eiliyah.


Sedangkan eiliyah langsung memalingkan wajahnya, karna ia masih sebal dengan kelakuan Aksa.


Melihat eiliyah yang masih sebal dengannya Aksa langsung menegakkan badannya kemudian berjongkok di depan eiliyan. Diraihnya kedua tangan eiliyah


“maaf ya” Aksa mencium punggung tangan eiliyah.


Eiliyah masih tetap saja memalingkan wajahnya.


“Aku hanya ingin buat surprise untukmu sayang, sebenernya aku juga nggak tahan nggak hubungin kamu” jelas Aksa.


“Kamu nggak percaya sama aku” lanyut Aksa yang melihat eiliyah masih belum mau menatapnya.


“kalau kamu nggak suka mending aku kembali aja ke Singapore” Aksa langsung menegakkan badannya. Dan berbalik ingin keluar dari ruangan eiliyah.


Mendengar itu eiliyah langsung melihat Aksa yang sudah berbalik ingin keluar dari ruangannya.


“Jangan” eiliyah langsung meraih lengan Aksa agar ia tidak keluar dari ruangannya.

__ADS_1


hati Aksa berbunga-bunga karna eiliyah mencegahnya. Tak ingin eiliyah menunggu lama Aksa langsung membalikkan badannya menghadap eiliyah.


__ADS_2