Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 13


__ADS_3

tibalah hari yang di tunggu-tunggu aksa. sekarang Aksa sedang bersiap untuk menjemput eiliyah dan Zie di lihatnya jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul 07.00 Aksa bergegas turun ke bawah untuk segera berangkat menuju rumah eiliyah. ketika dia melewati ruang makan Aksa melihat kedua orangtuanya sedang menikmati sarapan paginya.


"pagi ma, pa" sapa aksankepada kedua orangtuanya sambil mencium kedua pipi sang mama bergantian.


"mau kemana kamu, tumben2an masih pagi udah pakai baju santai" tanya papa Aksa


"mau jalan-jalan biar nggak suntuk tiap hari liatin file-file" jawab Aksa


"jangan-jangan kamu mau jalan sama pacar ya" selidik sang mama


"hehehe... do'ain sucses ya ma" ucap Aksa


"memang siap wanita yang sudah menaklukkan hati putra tampan mama ini" ucap mama Aksa


"bisa saja mama ini, yauda Aksa mau pamit dulu ma, pa" ucap Aksa yang wajahnya sudah terlihat bersemu merah.


"loh kamu nggak makan dulu sa" tanya papa Aksa


"nggak pa udah siang, assalamualaikum" ucap Aksa sambil mencium punggung tanggan orang tuanya.


kemudian Aksa segerah melajukan mobilnya menuju ke rumah eiliyah.


——//——


di rumah eiliyah sang putra sudah bersemangat untuk berangkat ke pantai bersama Aksa. sedangkan eiliyah merasa malas untuk berangkat ke pantai. karna ia harus memberikan jawaban kepada Aksa. dia begitu binggung harus memberi jawaban apa kepada aksa.


"boy ayo sarapan dulu" ucap eiliyah sedikit meninggikan suaranya karna sang anak berada di ruang keluarga. Zie mendengar panggilan sang mami langsung bergegas menuju ke meja makan.


"mami om Aksa lama banget belum datang-datang" ucap Zie sambil menunggu makanan yang di ambilkan oleh sang mami.

__ADS_1


"sabar dong boy mungkin om Aksa masih dalam perjalanan" tutur sang bunda.


tin tin tin


terdengar suara klakson mobil yang ingin masuk ke pekarangan rumahnya. sedangkan Zie mendengar suara itu langsung berlari meninggalkan makanannya untuk melihat siapa yang datang kerumahnya itu. eiliyah melihat kelakuan sang anak hanya kepalanya. padahal ketika sang papi menjenguknya saja dia tidak segembira itu. eiliyah jadi berpikir apabila kalau dia menerima Aksa pasti sang putra akan gembira. karna selama ini banyak pria yang mendekati eiliyah tapi selalu di tolaknya karna sang anak yang sulit untuk di dekati.


setelah mendengar suara klakson mobil tadi Zie langsung berlali untuk membukakan pintu rumah. setelah pintu terbuka terlihat Aksa yang berjalan mendekatinya.


"hy zie... sudah siap untuk berangkat" tanya Aksa kemudian langsung mengendong ziemasuk ke dalam.


"sudah dari tadi dong om" ucap Zie sambil mengalungkan tangannya ke leher Aksa sambil mendaratkan ciuman di pipi Aksa.


"boy ayo makanannya di habiskan" suruh eiliyah kepada sang putra yang sudah bergelayut manja pada Aksa. eiliyah yang melihat itu merasa hatinya tenang.


"ayo sa sarapan dulu" ajak eiliyah kepada Aksa. kemudian Aksa langsung mendudukan Zie ke tempat duduknya tadi dan dia pun ikut duduk di sebela Zie. eiliyah langsung mengambilkan piring dan gelas di dapur untuk Aksa tak lupa pula eiliyah langsung mengambilkan nasi beserta lauknya.


"sa mau lauk apa" tanya eiliyah pada aksa


"ini" ucap eiliyah sambil menyodorkan sepiring nasi dan lauk untuk Aksa.


"maksai" ucap Aksa yang masi tetap mengembangkan senyumnya sambil memandang eiliyah. kemudian Aksa langsung menyantap makanan itu.


"gimana om masakan mami,enakkan" tanya Zie pada aksa.


"enak banget Zie" ucap Aksa sambil mengacungkan jempolnya.


"mangkanya om sering-sering main kesini dong biar bisa makan masakan mami" ucnap Zie.


"boy kalo makan tidak boleh sambil bicara" tegur eiliyah. mendengar teguran eiliyah Zie dan Aksa langsung berhenti bicara sambil mengisyaratkan jari telunjuknya di depan bibir.

__ADS_1


setelah mereka menyelesaikan sarapan paginya mereka langsung bergegas berangkat menuju pantai.


dalam perjalanan Zie lebih banyak bercerita. sedangkan eiliyah hanya sesekali menjawab pertanyaan yang di tanyakan sang putra. sedangkan Aksa yang lebih sering menyauti omongan Zie dengan sesekali melirik eiliyah yang berada di sampingnya. karna perjalanan mereka memakan waktu yang lama. Zie sampai tertidur mungkin terlalu lelah bercerita dengan Aksa. disaat Zie tertidur mereka berdu hanya diam. dia selah-selah diamnya mereka Aksa membuka suara


"Liy makasi kamu sudah tidak menjauh dari aku" ucapa Aksa. sedangkan eiliyah hanya menganggukkan kepalanya sengkat. kemudian eiliyah kembali melihat keluar jendela lagi. beberapa saat kemudian mereka sampai juga ke tempat yang mereka tuju. Aksa langsung turun dari mobil dan memutari mobilya untuk membukakan eiliyah pintu.


"makasi" ucap eiliyah sambil mengembangkan senyumnya. kemudian Aksa membangunkan Zie yang sedang tidur di jok belakang.


"Zie.... Zie.... ayobangun kita sudah sampai" ucap Aksa sabil mengelus pipi zie.


"gendong om" ucap Zie dengan suara kas banguntidur sambil merentangkan kedua tangannya. Aksa yang mendengar permintaan Zie langsung menggapai badan Zie untun ia gendong.


"boy kok mintak gendong,kan kasian om Aksa" tegur eiliyah pada sang putra.


"nggak papa Liy, aku senang kok"ucap aksa.mendengar perhataan Aksa eiliyah hanya menghembuskan nafasnya kasar. karna dia juga kasian pada sang putra.


keadaan pantai tidak terlalu ramai sehingga mereka bisa leluasa bermain di pantan. setelah menemukan tempat yang nyaman untu mereka duduki. eiliyah yang sudah menyiapkan keperluan sebelum berangkat tadi langsung mengelar tikar yang ia bawa dan mengeluarkan beberapa minuman dan makanan ringan. kemudian Aksa langsung menurunkan Zie di tikar yang di siapkan eiliyah.


"zie ayo main istana pasir" ajak Aksa. Zie langsung bergegas mengikuti Aksa. melihat sang anak bermain dengan Aksa hati eiliya merasa tenang. setelah melihat keseruan sang putra eiliyah ingin berjalan-jalan di bibir pantai sambil bertelanjang kaki agar dia bisa merasakan deru ombah air pantai. Aksa yang melihat eiliyah berjalan di bibir pantai langsung menghampiri eiliyah.


"Zie om mau kesana dulu kamu main di sini sama leo nggak papa kan" pamit Aksa pada Zie sebelum ia menghampiri eiliyah. karna dia tadi mendapatkan teman baru.


"apa kamu senang berada di sini" ucap Aksa yang sudah berdiri di samping eiliyah. eiliyah hanya tersenyum mendengar perkataan Aksa tanpaninin menjawabnya.


"makasi kamu sudah mau meluangkan waktu untuk Zie" ucap eiliyah.


sebenarnya merasa gugup untuk mendengar jawaban eiliyah. tapi dia mencoba untuk rileks agar tidak kelihatan gugup di depan eiliyah.


"Zie anak yang asik, dia anak yang cerdas kelihatannya dia juga gampang berteman" ucap Aksa

__ADS_1


"dia Gambang berteman dengan seseorang jika dia merasa nyaman dengannya" ucap eiliyah.


"masak" ucap Aksa langsung melihat eiliyah sambil mengerutkan dahinya. eiliyah yang melihat dengan ekor matanya langsung tersenyum tipis.


__ADS_2