
“apa sih sa yang kamu suka dari aku, masih banyak sa yang lebih baik dari aku” tanya eiliyah sambil berjalan mengelilingi pinggiran danau
“Entah lah liy, melihat kamu hatiku merasa tenang nyaman” ucap Aksa
Mendengar ucapan Aksa eiliyah menghembuskan nafas panjang.
“Yaudah lah ngak usah di jawab dulu jika kamu masih belum yakin sama aku, maaf jika terlihat aku seperti memaksa kamu” ucap Aksa sambil mendudukkan dirinya di batang pohon tumbang yang berada di dekat danau.
“Jujur saja sebenarnya aku takut untuk mulai berkomitmen lagi....” ucap eiliyah
“Kita bisa mencobanya liy, aku akan menjaga hati kamu liy memang aku tidak bisa berjanji akan selalu membahagiakan kamu tapi aku akan selalu berusaha untuk buat kamu bahagia selalu ada buat kamu” ucap Aksa meyakin kan eiliyah
“lucu aja sa, di umur aku yang tidak lah muda ini pacaran” ucap eiliyah sambil mentertawaka dirinya sendiri.
“ngapain sih Liy dengerin kata orang, selagi kita nyaman jalaninnya buat apa dengerin kata orang” ucap Aksa sambil mendekat keara eiliyah.
“Jika kamu masih belum bisa memberikan jawab aku tidak inggin memaksa kamu senyaman kamu saja, aku Aksan setia menunggu jawaban kamu” ucap Aksa ketika sudah berada di depan eiliyah. melihat ke bisuan eiliyah Aksa membalikkan badannya untuk kembali duduk di tempatnya tadi.
“apa kamu bisa menghilangkan ketakutanku itu sa” ucap eiliyah yang tetap pada posisinya. sedangkan Aksa yang sudah berjalan 2 langkah langsung membalikkan badannya setelah mendengar perkataan eiliyah.
“aku akan menghilangkan rasa takutmu itu Liy, aku akan membuatmu senyaman mungkin bersamaku” ucap Aksa yang langsung menghadap kearah eiliyah dan merentangkan tangganya untuk memeluk eiliyah, tapi eiliyah langsung menghentikan itu. aksa yang melihat itu menurunkan tangannya dan berjingkak kegirangan di depan eiliyah. eiliyah dapat tersenyum melihat tingkah Aksa.
Waktu sudah sore mereka harus segerah kembali. kaena takut Zie akan mencari eiliyah. sekarang mereka berada di dalam mobil untuk perjalanan pulang.
“liy... Trima kasih sudah mempercayakan hatimu untukku” ucap Aksa sambil mencium punggung tanggan eiliyah.
__ADS_1
“iya kita coba jalani sama-sama, kamu nggak sibuk kok ajak aku ke danau kata kamu tadi pagi buru-buru” ucap eiliyah sambil mengembangkan senyumnya.
“lagi nggak fokus saja sama pekerjaan, jadi butuh refresing” ucap aksa. sebenarnya ia masih harus menghadiri beberapa rapat, gara-gara kedatangan Siska ke perusahaan dan membahas tentang seseorang membuat Aksa tidak fokus mengerjakan pekerjaannya. hinggah tersebut untuk mengajak eiliyah ke danau agar bisa mengembalikan moodnya. saat di perjalanan eiliyah tertidur. mungkin dia terlalu capek dengan aktifitasnya harus mengurus anak mengurus butik. aksa membiarkan dia tertidur. setelah satu jam Aksa mengendarai mobilnya akhirnya sampai juga di halaman rumah eiliyah. memang Aksa langsung mengantarnya pulang. Setelah memarkirkan mobilnya Aksa tidak langsung membangunkan eiliyah dia ingin mengamati setiap lekuk wajah eiliyah yang cantik. setelah beberapa detik ia mamdangi wajah eiliyah terlihat mengerjapkan matanya. pertamakali yang eiliyah lihat saat membuka mata adalah wajah Aksa yang berada di depannya sambil tersenyum kepadany.
“udah sampai ya” ucap eiliyah salah tingkah karna di pandang aksa. aksa yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya .
“Kamu kok nggak bangunin aku” ucap eiliyah sambil membuka sabuk pengamannya. karna terlalu gugup sehingga eiliyah kesulitan untuk membukanya. aksa yang tau eiliyah kesulitan membuka sabuk pengamannya langsung mendekat ke arah eiliyah untuk membantu. sedangkan eiliyah yang tahu Aksa mendekat hanya bisa mematung karna wajah Aksa terlalu dekat sehingga ia dapat merasakan hembusan nafasnya.
Klek
“uadah” ucap Aksa
“ma.... makasih” ucap eiliyah yang ingin segerah turun karena merasa malu sampai pipinya terasa panas sehingga membuat pipinya bersemu kemerahan.
“Jangan perlihatkan pipimu yang bersemu merah itu selain aku” ucap Aksa sambil mencegah Eiliyah yang sudah membuka pintunya.
“karna kamu samakin cantik” ucap aksa.eilyah yang mendengar itu semakin malu sehingga ia langsung keluar dari mobil Aksa dan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Aksa.
Aksa tertyan melihat kelakuan eiliyah. setelah itu Aksa langsung turun dari mobil dan langsung menyusul eiliyah masuk ke dalam rumah. ketika Aksa sudah masuk kedalam rumah ia langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan eiliyah. tapi yang ia lihat hanyalah pembantu rumah tangga eiliyah.
“Silahkan tuan” ucap ART eiliyah sambil menaruh jus jeruk yang ia bawa.
“bik di mana Liy” tanya Aksa pada pembantu itu.
“Maksud tuan mbk ei?” tanya bik ani.karna biasanya orang-orang kalau memanggil eiliyah dengan sebutan ei
__ADS_1
“iya” ucap aksa sambil tersenyum melihat kebinggungan bibik. karna memang tidak ada yang memanggil eiliyah dengan sebutan Liy. orang-orang yang kenal eiliyah biasanya memanggilnya dengan sebutan ei.
“Saya kira tuan panggil siapa, mbak ei lagi membersihkan diri sekalian sholat tuan” ucap bikbani.
“Kalau Zie mana kok sepi” tanya Aksa lagi
“ren Zie lahi main di tempat tetangga sebelah tuan yaudah tuan saya mau ke belakang dulu” ucap bik ani
“Iya bik,makasi jusnya, sekalian saya mau numpang musholla” ucap Aksa
“silahkan tuan” ucap Bik ani kemudian mengantarkan Aksa ke Musholla rumah eiliyah. setelah beberapa menit Aksa melaksanakan sholat kemudian ia kembali menunggu eiliyah di ruang keluarga. sambil menunggu eiliyah Aksa memeriksa beberapa email yang dikirimkan Ezra.
“udah sholat sa” tanya eiliyah ketika sudah berada di dekat Aksa.
“sudah” ucap Aksa
“maaf yah udah nunggu lama, aku kira kamu pulang karna menungguku terlalu lama” ucap eiliyah yangbsudah mendudukan dirinya di salah satu sofa di ruangan itu.
“Nunggu kamu terima aku aja aku betah apa lagi cuama nunggu kamu membersihkan diri yang Cuma beberapa menit” udap Aksa
“mulai deh gombalnya” ucap eiliyah
“tau deh serbah salah aku, yaudah aku balik dulu ya udah soreh” ucap aksa.kemudian bangkir dari duduknya untuk pulang. eiliyah langsung bangkit dari duduknya untuk mengantar Aksa kedepan. ketika Aksa sudah berada di depan rumah eiliyah Aksa langsung membalikkan badannya menghadap ke eiliyah. Kemudian Aksa meraih kedua pipi eiliyah dan mendaratkannciuman di dahi eiliyah.
“hati-hati” ucap eiliyah yang masih kaget dengan perlakuan Aksa sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Aksa pulang dengan hati yang gembira karna dia sudah mendapatkan eiliyah. ia akan mencari waktu yang tepat untuk membicarakan masalah ini dengan kedua orangtuanya. mungkin orangtuanya akan sedikit sulit untuk menerima status eiliyah yang menjadi singel mom. karna dia sendiri ingin segerah menjadikan eiliyah miliknya seutuhnya. memang ini mungkin terlalu cepat tapi hatinya sudah mantap untuk menjadikan eiliyah pendampinnya.