
Beberapa kali eiliyah menghubungi seseorang yang ingin sekali ia lupakan sampai ia memutuskan semua yang berhubungan dengannya. Tapi saat ini ia harus mengesampingkan egonya demi putra semata wayangnya yang ingin sekalian bertemu dengan dia dan tak lupa pula desakan dari kedua orang tuanya. Dilihatnya jam menunjukkan pukul 07.30 eiliyah mengira ia sudah dalam perjalanan ke kantor.
“apa dia sudah tak mau menerima telpon dari aku yah?” gumam eiliyah saat panggilan telfonnya tak juga di angkat oleh aksa.
Ya, Seseorang yang eiliyah hubungi dari tadi adalah aksa.
“atau dia sedang sibuk ya?” gumamnya lagi.
“ya sudahlah, mungkin dia sudah kecewa denganku, lagian kemarin ia sudah resmi bertunangan dengan siska, mungkin ia sekarang sibuk mempersiapkan untuk acara pernikahannya” gumam eiliyah stelah itu ia masuk ke ruang rawat zie.
“gimana neng?” tanya bunda saat melihat eiliyah masuk. Eiliyah hanya menggelengkan kepalanya pelan.
“kok makanya masih banyak boy?” tanya eiliyah saat melihat bubur di nakas yang masih banyak.
“zie mau di suapi papa mi” jawabnya lemas.
“papa masih kerja boy” ucap eiliyah bohong.
“ayo sayang makan lagi biar papa nggak sedih” bujuk eiliyah.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Tidur aksa terusik karna mendengar ponselnya yang beberapa kali berdering dengan nyaring. Aksa mengerjapkan matanya berkali-kali melihat nama yang tertera di layar ponselnya "EILIYA" seorang wanita yang ia rindukan.
__ADS_1
“gue ngak salah lihat” aksa memukul pipinya bebrapa kali takut jika dia sedang bermimpi, karna ia masih tak percaya, orang yang selama ini ia rindukan menghubuginya.
Tak ingin membyang-buang waktu ia segerah menghubung eiliyah.
Mendengar sambungan telfonnya tak di blokir eiliyah lagi hatinya merasa legah.tak menunggu waktu lama akhirnya sambungan telponnya tersambung juga.
VIA TELPON
📞 “sayang...” ucapnaya saat pertama kali mendnegar sambungan telponnya tersambung.
📞 “assalamualaikum” jawab eiliyah.
📞 “wa-waalaikum salam” ucap aucap dan gugup mendengar.
📞 “sayang...” ucap aksa terpotong.
📞 “nggak, harusnya aku yang minta maaf. Tolong jangan seperti ini” pinta aksa sedih.
📞 “saya meminta tolong, jika anda memiliki waktu luang bisakah anda untuk menjenguk zie di rumah sakit” ucap eiliyah to the poin tanpa ingin menanggapi ucapan aksa.
📞 “sejak kapan?” ucap Aksa panik.
📞 “sejak kemarin” jawab eiliyah.
__ADS_1
📞 “yasudah saya segerah berangkat kirim alamat rumah sakitnya, assalamualaikum” ucap Aksa.
📞 “iya, waalaikum salam” jawab eiliyah.
Setelah sambungan telpon mereka terputus tak menunggu waktu lama ia sudah mendapat pesan dimana zie dirawat. setelah aksa melihat pesan itu ia segera membersikan diri dan berangkat menuju alamat rumah sakit yang dikirim oleh eiliyah.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Tok... Tok... Tok...
“Assalamualaikum” Aksa masuk ke dalam ruang rawat Zie dengan membawa bingkisan buah dan beberapa mainan untuk Zie.
“PAPA” teriak Zie saat melihat seorang yang lama ia rindukan.
“Waalaikum salam” jawab beberapa orang yang berada di ruang rawat Zie. Sambil menoleh ke arah pintu.
Aksa menaruh buah di meja kemudian ia menyalami kedua orang tua eiliyah, dan juga menyalami Egi yang sedang meluangkan waktunya untuk menjenguk Zie.
“Papa” Zie merentangkan tangannya saat Aksa berjalan kearahnya.
“Sakit apa boy” Aksa membalas rentangan Zie, sambil mencium kepala Zie. Ia merasakan pelukan Zie begitu kuat, ia tak memungkiri jika ia juga kangen dengan anak kecil yang sedang memeluknya erat.
“oh iya, papa bawa hadiah buat boy” Aksa memberikan paper bag yang ia bawa.
__ADS_1
“wah pa ini kan mainan yang Zie mau, semua teman-teman Zie udah punya tinggal Zie yang belum punya” aksa mendengarkan cerita zie dengan sekali-kali melirik eiliyah dengan ekor matanya. Ia begitu merindukan sosok wanita itu, ingin dia memeluknya agar bisa mengobati rasa rindu yang selama ini membuat ia frustasi.
Sedangkan kedua orang tua eiliyah melihat interaksi zie dan aksa membuat mereka terharu. Karna baru kali ini ia melihat zie dapat sedekat itu dengan seseorang yang baru ia kenal, bahkan dengan papi kandungnya tidak sedekat itu.