
“pa....” semua mata tertuju ke arah Aksa yang masuk tanpa permisi.
Mata Aksa hanya tertuju kepada sang papa.
“Perbaiki laporan itu, setelah itu berikan kepada saya” ucap Yogi kepada kepala staf yang berada di ruangannya.
Setelah papa Yogi berkata seperti itu para kepala staf itu segerah pamit, tak lupa pula meraka memberi hormat kepada Aksa yang masih tetap berdiri di samping pintu masuk ruangan Yogi. Karna Aksa yang di selimuti dengan amar Aksa hanya melirik mereka tanpa menjawab salam dari mereka.
“Kenapa papa mengambil keputusan tanpa bertanya dulu” tanya Aksa yang masih di selimuti kemarahan.
“apa yang perlu ditanyakan” jawab papa yogi enteng.
“papa ngak bisa seperti itu, ini hidup Aksa pa” jawab Aksa frustasi.
“Papa bertanya atau tidak papa sudah tau apa jawabanmu” Jawab papa yogi.
“pokoknya Aksa ngak akan pernah mau menikah dengan Siska” Aksa beranjak dari duduknya dan segerah melangkahkan kakinya keluar dari ruangan papa yogi.
“silahkan kalau kamu mau menolak pernikahan ini, berarti kamu mau melihat bening boutik akan bangkrut” mendengar itu Aksa menghentikan langkahnya.
“jangan coba-coba papa mengusik mereka” ucap Aksa sambil membalikkan badannya.
“mereka akan aman kalau kamu mau mengikuti kemauan papa” jawab papa yogi.
“terserah papa” Aksa segerah keluar dari ruangan papa Yogi.
Ia ingin menenangkan pikirannya. Dari tadi ponselnya terus berdering ia tau jika yang menghubunginya adalah Ezra karna banya pekerjaan yang terbengkalai karena memikirkan hubungannya dengan eiliyah.
Disaat Aksa mau menjalankan mobilnya terlihat Ezra yang berhenti di depan mobil, menghalangi dia agar tidak pergi.
Tiiiinnnn....
__ADS_1
Tiiiinnnn....
Tiiiinnnn....
“Gue ngak bakal minggir sebelum lu ikut gue meeting” Jawab Ezra yang masih menghadang mobil aksa.
Tiiiinnnn....
Tiiiinnnn....
Tiiiinnnn....
Tanpa ingin menjawab Ezra Aksa hanya membunyikan klakson mobilnya agar dia menyingkir dari sana.
“Ceper turun” karna Ezra pekerjaan Ezra sudah sangat banyak ditambah lagi Aksa yang selalu melarikan diri.
Bruuum...
Bruuum...
Bruuum...
Braaakk...
Aksa membanting pintu mobilnya, tanpa mematikan mesin mobilnya.
Akhirnya Aksa mengalah dengan Ezra dan berjalan cepat menuru ke ruangannya.
💮💮💮💮💮💮💮
Setelah keluar dari restoran tadi eiliyah mengendarai mobilnya menuju kebutik tak lupa pulah ia membeli makanan untuk makan siang yang tertunda tadi. Di setiap perjalanan menuju butik Zie hanya diam, eiliyah tak ingin membuka obrolan dulu karna ia tak ingin sang putra semakin marah kepadanya. Tak menunggu waktu lama akhirnya eiliyah tiba di butik.
__ADS_1
“boy ayo turun” ajak eiliyah dengan lembut.
“zie mau pulang ke rumah” mendengar jawaban sang putra eiliyah mencoba merilekskan pikirannya agar tidak terpancing emosi.
“Kita makan siang dulu ya, entar baru mami antar pulang” bujuk eiliyah.
“Ngak mau pokoknya Zie mau pulang sekarang” jawab Zie.
“ok” lebih baik ia menuruti kemauan putranya dari pada berdebat.
Eiliyah menyalakan mobilnya lagi dan segerah menuju kearah rumahnya.
Skip
“Boy maaf ya mami nggak bisa temenin kamu makan, karna mami harus segerah kembali ke kantor” ucap eiliyah ketika mereka sudah sampai di rumahnya.
Sedangkan Zie tanpa ingin menjawab perkataan maminya ia langsung turun dari mobil.
Eiliyah segerah menyusul Zie masuk kedalam rumah, karna ia lupa belum memberikan makan siang yang ia beli di jalan tadi.
“Udah pulang neng” sapa bibik
“ngak bik, saya Cuma anterin Zie saja. Karna dianya nggak mau ikut ke butik, bik ini makan siang Zie karna saya harus kembali kebutik. Assalamualaikum” ucap eiliyah.
“oh iya neng hati-hati, waalaikum salam” jawab bibik yang melihat eiliyah terburu-buru.
maaf ya yang menunggu cerita ini up🙏
karna kemaren sempet nggak enak badan. di masa seperti ini kadang jadi parno sendiri lihat berita di medsos. semoga kita selalu di lindungi oleh Allah. tingkatkan ibadah dan sering-sering baca sholawat.
sama-sama saling mendoakan 🙏
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalin jejak ya 👍🤩🙏