Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 21


__ADS_3

Usai mengambilkan makanan untuk Aksa, eiliyah langsung mendudukkan dirinya di antara Egi dan Aksa.


“ Oh ya mas ini kenalin Aksa, Aksa kenalin ini mas Egi” setelah eiliyah mengambilkan makanan untuk Aksa.


“ Aksa” Aksa langsung mengulurkan tangannya


“ Egi papinya Zie” Egi langsung menjabat uluran tangan Aksa.


“ Om kesini mau anterin Zie ke sekolah ya” tanya Zie, Egi hanya diam sambil mendengarkan perbincangan sang putra.


“ Iya... Tapi kamu sudah di anterin papi kamu” Aksa langsung menyuapkan makanannya


“Mbak ei keperluan den Zie udah saya taru di ruang tamu” lapor bik ani yang sudah berada di dekat eiliyah.


“ Mamiii....” rengek Zie yang mendengar bik ani sudah menyelesaikan tugasnya.


“ Papi kangen kamu boy, besok mami jemput buat anterin om Aksa ke bandara” tutur eiliyah yang enggan untuk ikut papinya.


“ kamu nggak kangen sama adik Joe” rayu Egi agar Zie mau ikut dengannya


“ Zie Nggak punya adik” jawab zie ketus.


“Boy nggak boleh bilang gitu sama papi” tegur eiliyah. Sedangkan Zie yang mendengar teguran sang mami hanya menundukkan kepalanya.


“ makannya udah selesai kan Zie” tanya Egi pada Zie. Zie hanya menganggukkan kepalanya.


“ Aku pamit dulu ya ayo Zie pamit dulu sama mami” pamit Egi. Zie langsung menyalami sang mami dengan mencium punggung tangannya. Tak lupa juga dengan Aksa.


“ Aku pamit dulu ei, Aksa assalamualaikum” pamit Egi yang langsung berjalan keluar rumah


“ waalaikum salam” jawab eiliyah yang ikut mengantarkan keluar rumah. Sebelum Zie memasuki mobil eiliyah memberikan ciuman di kedua pipi chubby sang putra.


“ hati-hati mas” ucap eiliyah lagi sebelum Egi melajukan kendaraannya.


Setelah kepergian sang putra eiliyah kembali menuju meja makan. Di sana Masi ada Aksa yang sudah menyelsaikan makannya. Eiliyah langsung mendudukan dirinya di samping Aksa.


“ Kenapa” Aksa yang melihat eiliyah murung.


“ Aku mikirin Zie, dia nggak pernah suka kalau di ajak papinya” keluh eiliyah.


“ apa Zie selalu seperti itu jika di jemput papinya?” tanya Aksa


“ iya... Dia nggak pernah suka kalau ikut papinya, apalagi sampai menginap entah kenapa dia benci banget sama anaknya mas Egi” jelas eiliyah.


“ ya udah nggak usah ikut sedih gitu dong entar siang coba telfon zie, kamu siap-siap gih ayo berangkat” Akas mengajak eiliyah berangakt kerja karna memang udah siang.


“ aku bawa mobil sendiri saja sa”tolak eiliyah


“ Ayo lah liy, aku besok udah berangkat ke Singapore nggak bisa jemput kamu lagi sayang” rayu Aksa. Eiliyah hanya menghabiskan nafasnya kasar. Dan langsung menuju ke kamarnya.

__ADS_1


“ oh ya kamu pakek celana ajah ya” ucap Aksa sebelum eiliyah menaiki tangga.


“ Emang kenapa?” eiliyah membalikkan badannya ketika Aksa menyuruhnya memakai celana.


“ Udah nurut aja nggak usah ngebantah” setelah mendengar ucapan Aksa eiliyah hanya mengedikkan bahunya dan langsung menuju ke kamarnya.


Sekarang mereka dalam perjalanan menuju butik eiliyah. Setelah menunggu eiliyah berganti pakaian.


“ Liy jangan panggil aku nama dong” pinta Aksa


“ maksudnya” Eiliyah yang mendengar itu mengerikan keningnya


“ ya panggilan sayang apa gitu” ucap Aksa.


“ mas?” tanya eiliyah


“ nggak mau entar samaan Sama papinya Zie” Aksa menolak


“ Abang?” usul eiliyah lagi


“ masak Abang, yang romantis dong” tolaknya lagi.


“ ya kamu maunya aku panggil apa” ucap eiliyah pasrah.


“ Sayang kek, bee kek, honey kek” usul Aksa


“ Kamu nggak romantis ah” ucap Aksa lesuh.


“Maunya gimana sih sayang” ucap eiliyah


“ Nah gitu dong” ucap Aksa yang sudah sampai butik.


“Hati-hati” ucap eiliyah sebelum turun dari mobil.


“ entar makan siang aku jemput” ucap Aksa sebelum melajukan mobilnya.


Setelah mengantarkan eiliyah ke butik, Aksa langsung berangkat menuju perusahaannya. Sekarang Aksa dan Ezra harus mempersiapkan beberapa berkas yang harus ia bawa ke Singapore besok.


“ zra, elo tadi kekantor bawa apa?” tanya Aksa


“ bawa motor, emang kenapa?” tanya Ezra balik


“ gue mau pinjam buat makan siang sama eiliyah” jelas Aksa.


“ terus ekornya elo taro mana?” tanya Ezra lagi.


“ Tadi pagi dia di jemput papinya, jadi ya lumayan lah bisa pacaran bentar” Aksa langsung memfokuskan pada leptopnya. Ezra hanya menganggukkan kepalanya.


“ serius amat boss” seseorang yang tiba-tiba masuk tanpa permisi. Aksa dan Ezra langsung menoleh pemilik suara

__ADS_1


“ ada angin apa kalian ke sini”tanya Ezra


“ yaa... Kangen saja sama kalian” jawab Tio yang langsung mendudukan dirinya di sofa. Sedangkan Diman berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil beberapa minuman di sana.


Orang yang masuk tanpa permisi itu adalah Tio dan Dimas. Jarang-jarang mereka datang ke kantor Aksa.


“ kapan nih kita di kenalin sama pacarnya pak boss?” tanya Tio sambil menerima minuman yang di berikan Dimas padanya.


“ elo aja kali gue udah di kenalin kok” Dimas langsung mendudukkan dirinya di salah satu sofa di ruangan Aksa.


“ gue juga udah” sahut Ezra tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas di depannya.


“ Gila Lu ya... Pada nggak setia kawan Lu sama gue” ucap Tio tidak terima karna ia sendiri yang belum tau.


“ Elo ketinggalan berita tentang gue ajah kebakaran jenggot, apalagi gue tinggal nikah sembunyi-sembunyi” Aksa yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.


“ emang Lu ada niatan kawin lari” tanya Dimas enteng.


“ ya nggak lah... Itukan Cuma perumpamaan” jawab Aksa.


“ Awas Lu kalau gue tau gue tikung Lu" ancam Tio yang masih tidak terima dia ketinggalan berita.


“ coba aja... Mana mau dia sama elo” ejek Aksa.


“ ya entar kalo dia mau gue ajak keluar gue kenalin “ sambung Aksa


Setelah berbincang-bincang cukup lama dan memesan beberapa makan akhirnya waktu makan siang datang juga. Aksa berpamitan kepada para sahabatnya untuk pergi makan siang dulu.


“ elo ada kita di sini kok main pergi-pergi aja sa” ucap Dimas


“ gue udah janji makan siang sama Liy sorry deh” ucap Aksa.


“ nggak asik Lu...” ucap Tio. Sedangkan ezra sudah tau sejak tadi dia hanya diam tanpa ikut memprotes sang sahabat.


“ ya sorry lagian kalian kesini nggak bilang-bilang, zra mana kunci motor Lu” Aksa meminta kunci motor Ezra


“ ni...”ezrablangsung melemparkan kunci motornya.


“ lah... Bos besar kok pinjem!” ejek Tio.


“ masa bodi” Aksa langsung bergegas pergi meninggalkan para sahabatnya. Karna ia takut eiliyah sudah menunggunya.


Tak membutuhkan waktu lama untu Aksa menuju ke butik eiliyah. Karna ia memakai motor jadi dia tidak mengalami kemacetan. Karna waktunya makan siang pasti jalanan makin ramai. Sesampainya ia sampai di butik ia melepas helem teropongnya. Setelah masuk ke butik ia langsung menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan eiliyah.


“ mbak... Mbak ei nya udah istirahat belom” tanya Aksa pada resepsionis itu.karna Aksa lupa membawa ponselnya.


“ Belum tuan masih ada di ruangannya” ucap resepsionis.


Kemudian Aksa langsung menaiki tangga untuk keruangan eiliyah.

__ADS_1


__ADS_2