
“ini” Aksa memberikannsalah satu ice cream yang ia beli sesudah mencari tempat duduk tadi.
“Makasih” eiliyah langsung menik mati ice cream yang di belikan Aksa tadi.
“Maaf ya, bikin kamu tidak nyaman” Aksa membuka obrolan di selah-selah mereka menikmati ice cream.
“Nggak papa, entah lah aku sulit akrap dengan orang baru” jelas eiliyah.
“Mungkin lain kali kalau ketemu lagi udah nggak secanggung tadi” lanjut eiliyah yang masih menikmati ice creamnya.
“rasanya aku nggak pengen berangkat ke Singapore!” Ucap Aksa.
“Kenapa?” Eiliyah langsung menolehkan kepalanya menghadap Aksa.
“Takutnya tambah kangen sama kamu” jawab Aksa ikut menolehkan kepalanya juga menghadap eiliyah.
“Gombal benget sih kamu” eiliyah langsung menyenggol tangan Aksa sehingga ice cream yang di bawa Aksa mengenai hidungnya.
“bersiin, nggak” Aksa langsung mendekatkan wajahnya ke arah wajah eiliyah.
“Ih... Kamu jorok” eiliyah mencoba menjauhkan wajah Aksa ke wajahnya.
“biarin, salah sendiri” ucap Aksa yang masih mendekatkan wajahnya ke wajah eiliyah. Agar wajah eiliyah terkena ice cream juga.
“Ih... udah dong, udah biar aku bersihin” rayu eiliyah agar Aksa menghentikan aksinya.
Setelah mendengar itu Aksa langsung menjauhkan wajahnya. Melihat wajah Aksa sudah menjauh eiliyah langsung mengambil tisu didalam tasnya. Tak menunggu waktu lama eiliyah langsung membersikan hidung Aksa yang terkena ice cream.
“jangan pernah meninggalkan aku sayang” Aksa menggenggam tangan eiliyah dan mengketikan gerakan tangan eiliyah yang membersihkan ice cream di wajahnya.
“mungkin kamu yang meninggalkan aku, karna memilih yang lebih baik dari aku” ucap eiliyah yang masih menatap wajah Aksa.
“Aku akan berusaha untuk ada di saat kamu susah atau senang sayang” Aksa meyakinkan eiliyah.
“udah malam ayo balik” ucap eiliyah mengalihkan pembicaraan. Sambil menarik tangannya yang di pegang Aksa dan mengalihkan pandangannya.
Mendengar itu Aksa langsung menghembuskan nafasnya kasar. Karna tau bahwa eiliyah belum sepenuhnya percaya dengannya.
Setelah itu Aksa langsung bergegas pulang setelah mengantarkan eiliyah pulang.
———//———
__ADS_1
Sekarang Aksa sedang dalam perjalanan menuju ke singapore. Sebab Ezra tadi pagi menelfonnya harus segerah berangkat pagi-pagi sekali.
Flash back on
Via telepon
📞 Aksa : “assalamualaikum”
📞 Eiliyah : “waalaikum salam, ada apa Yang”
📞 Aksa : “aku harus berangkat ke Singapore sekarang, ini Ezra tiba-tiba ajak berangkat pagi” jelasnya sedikit kesal.
📞 Eiliyah : “yaudah kamu hati-hati di jalan, entar kalau sudah sampai langsung hubungi aku ya”
📞 Aksa : “terus Zie gimana?... Kamu kan sudah janji?”
📞 Eiliyah : “ya mau gimana lagi, entar aku yang jelasin sama dia, lagian dia aku jemput saja udah seneng”
📞 Aksa : “yasudah entar kalau aku uadah sampai aku telfon sekalian jelasin ke Zie, yaudah aku tutup telfonnya ini udah mau masuk pesawat assalamualaikum”
📞 Eiliyah : “iya hati-hati, waalaikum salam”
di Singapore Aksa langsung menuju ke perusahaan. Karna sekalian dia mengikuti meeting bulanan yang di adakan setiap akhir bulan. Maka sebab itu Ezra meminta Aksa agar segerah berangkat terbang ke Singapore.
Sesampainya di perusa Aksa langsung menuju ke ruang meeting. Di sana sudah ada kelapa bagian yang setiap bulan melaporkan kenerja mereka. Ezra langsung memulai meeting tersebut setelah dapat persetujuan dari Akas.
Skip
Setelah berjam-jam mereka mengadakan meeting sakarang Aksa sudah berada di ruangannya. Aksa sedikit merilekskan dirinya karna Tadi di ruang meeting tenaganya sedikit terkuras karna melihat kinerja karyawannya yang tidak memuaskan. Aksa memberikan kesempatan untuk memperbaikinya, jika kesempatan itu masih belum bisa merubah kinerja karyawannya maka ia tidak segan-segan untuk memecat mereka. Di sini Aksa harus sedikit berkerja kerasa karna harus memperbaikinya dan mencari dalang dari bobroknya perusahaan itu.
Setelah beberapa detik Aksa merilekskan dirinya, ia baru ingat Jika belum menghubungi sang pujaan hati. Sebelum menghubungi eiliyah ia melihat jam ternyata sudah waktunya makan siang
Via video call
📱 Aksa : “assalamualaikum” setelah melihat sambungan video callnya tersambung.
📱 Eiliyah : “waalaikum salam, sibuk banget ya”
📱 Aksa : “maaf ya baru hubungi kamu, tadi aku sampai langsung meeting, ini baru selesai”
📱 Eiliyah : “kamu udah makan siang?”
__ADS_1
📱 Aksa : “belum, tapi tadi aku udah suruh Ezra pesan makanan kok, Zie gimana, nggak ngambekkan”
📱 Eiliyah : “biasa lah ngambek dikit, aku sambil makan ya” sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
📱 Aksa : “kamu kok baru makan siang sih”
📱 Eiliyah : “iya... Soalnya tadi di butik rame banget”
📱 Aksa : “terus sekarang Zie ke mana?”
“boss ini...” Ezra langsung nyelonong masuk keruangan Aksa. Dan langsung mendudukkan di sofa yang berada di ruangan Aksa. Sebelum itu ketika Aksa melihatnya masuk ia menunjukkan kantong plastik yang ia bawa. Aksa yang tau apa isinya hanya menganggukkan kepalanya pelan.
📱 Eiliyah : “dia merengek minta pulabg ke rumah, siapa” saat melihat Aksa yang memberikan kode buat seseorang.
📱 Aksa : “ezra udah datang”
📱 Eiliyah : “yaudah kamu makan sana”
📱 Aksa : “yaudah entar aku video call lagi, assalamualaikum”
📱 Eiliyah : “waalaikum salam”
“Aku seneng deh, mbak ei udah punya pacar” ucap Eka yang memang dari tadi makan siang dengan eiliyah.
“Biasa aja lah ka” jawabnya santai
“apa lagi jadiannya sama mas Aksa, uuuuh... Cucok bingitzz” Eka sambil menunjukkan ekspresi wajah gemas.
“Lebay deh kamu” ucap eiliyah.
“beneran mbak, mbak itu udah cantik, pinter, sukses pula. Sedangkan mas Aksa udah ganteng Pinter CEO pula uuuh... Aku deh perngemar pertama mbak ei sama mas Aksa” jelas Eka panjang lebar.
“udah deh ka, nggak usah ngomong aneh-aneh” tegur eiliyah yang sudah menyelsaikan makan siangnya.
“Gimana kalau fensnya di kasih nama elsa...” ucapnya tanya menghiraukan eiliyah.
“Tau deh capek ngomong sama kamu, udah cepet habisin terus lanjut kerja lagi” eiliyah langsung meninggalkan eka.
“ok boss, tapi namanya tadi udah dielkan mbak” ucap Eka langsung meng habiskan makanannya.
Sedangkan eiliyah mendengar pertanyaan Eka hanya mengedikkan kedua bahunya tanpa menghiraukan Eka lagi.
__ADS_1