Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 36


__ADS_3

Di kediaman keluarga faresta terlihat begitu asri. Mama dan papa Aksa sedang bersantai di ruang keluarga, mereka menunggu kedatangan sang putra yang katanya pulang hari ini. Sebuah mobil memasuki halaman rumah keluarga faresta, Aksa turun dari mobil onlin yang ia pesan tadi.


Ting tong ting tong


Aksa memencet bes rumahnya beberapa kali, tak menunggu lama pintu itu terbuka.


Cklaaak...


Dilihatnya sang mama yang membuka pintu.


“Assalamualaikum ma...” Aksa langsung memeluk sang mama tak lupa pula ia mencium kedua pipi mamanya.


“waalaikum salam” mama menutup pintu rumahnya, sedangkan Aksa langsung masuk ke dalam menemui sang papa.


“Mama kira kamu Sampek rumah pagi” mama mendudukkan dirinya di salah satu sofa di ruangan itu.


“dapetnya tiketnya siang ma” jawab Aksa.


“Di sana sudah amankan” papa menaruh kopi yang baru saja ia minum.


“alhamdulillah udah aman pa” jawab Aksa.


“Udah deh pa, aksa itu pasti capek nggak usah ditanya-tanya dulu, sa memding kamu istirahat saja” suruh mama Renna.


“Iya ma, Aksa istirahat dulu” Aksa langsung beranjak dari duduknya, dan langsung menuju ke kamarnya.


Setelah pulang dari butik eiliyah Aksa benar-benar istirahat. Sekarang sudah waktunya makan malam Aksa sudah bangun sejak habis magrib. sambil menunggu waktunya makan malam. Aksa bermain game online yang ada di ponselnya, karna ia sudah bangun sejak sehabis magrib.


“malam ma pa” Aksa mendudukkan dirinya di samping papanya.


“Kamu baru bangun sa” tanya papanya


“Udah dari tadi kok pa, Cuma males turun aja mangkanya aku Cuma maen game aja” Aksa mengambil nasi dan lauk yang berada di depannya.


“setelah makan papa sama Mama mau bicara sesuatu sama kamu sa” ucap papa di selah-selah makannya.


Aksa hanya menganggukkan kepalanya. Dan langsung melanjutkan makannya.


Setelah menyelsaikan makan malamnya kini mereka sedang bersantai di ruang keluarga. Di sana sudah ada papa Yogi, mama Rena dan Aksa.


“Sa... Pak Budi mau papa menikahkan kamu dengan putrinya” mendengar itu Aksa yang sedang asik memainkan ponselnya langsung menoleh kearah papanya.


“aksa nggak mau pa” ucap Aksa to the poin.


“Kamu kan udah dekat dengan putrinya pak budi, papa sama Mama juga berteman baik dengan mama papanya, kita juga sudah tau bibit bobotnya” jelas papa Yogi.


“tapi Aksa nggak cinta sama Siska pa” jawab Aksa.


“tapi papa mau kamu menikah dengan putrinya pak Budi” ucap papa Yogi.


“pokoknya Aksa nggak mau, Aksa udah punya pilihan Aksa sendiri” tolak Aksa lagi dan langsung beranjak dari duduknya.


“papa ngak akan pernah setuju kalau kamu menikahi janda itu” ucap papa Yogi yang melihat aksa ingin meninggalkan kan ruang keluarga.


Sedangkan mama Renna yang belum tau apa-apa langsung melihat kearah suaminya. Seperti meminta penjelasan dengan apa yang dikatakannya barusan.


Aksa yang mendengar itu lansung meng hentikan langkahnya yang akan menaiki tangga.


“papa jangan coba-coba mengusiknya” Aksa berkata sambil menahan amarahnya.


Aksa langsung meninggalkan mama dan papanya tanpa menunggu jawaban dari papanya.


“pa apa maksud dari perkataan papa tadi?” mama Renna penasaran.

__ADS_1


“Ya seperti yang mama dengar, Aksa suka dengan seorang janda beranak satu” jelas papa yang langsung meninggalkannya.


“pa... Papa mama belum selsai kok malah di tinggalin” mama Renna sebal dengan kelakuan suaminya.


Aksa didalam kamar merasa bingung. Ia harus bisa membatalkan pertunangannya dengan Siska.


Triiing


Tanda pesan masuk dari ponsel Aksa. Di lihatnya ternyata eiliyah yang mengirimkan ia pesan.


💬. Eiliyah


Assalamualaikum


💬. Aksa


Waalaikum salam sayangku❤️


💬. Eiliyah


Aku ganggu nggak


💬. Aksa


Ya nggak dong sayang


💬. Eiliyah


Mungkin saja kamu masih istirahat


💬. Aksa


Udah capek istirahat yang


pengen ke sana tapi udah malem


💬. Eiliyah


Besokkan kita ketemu


Cklaaak...


Di lihatnya mamarenna masuk ke kamarnya.


“sa... Apa perkataan papa tadi?” tanya mama yang langsung masuk ke kamar Aksa.


“Iya ma” Aksa langsung menyimpan ponselnya di meja sebelah tempat tidurnya.


“Kamu nggak salah kan sa, kenapa harus janda sih apa udah nggak ada wanita selain janda” ucap mama frustasi yang masih berdiri di dekat Aksa sambil melipat tangannya di dada.


“aksa cinta ma sama dia” jawabnya singkat.


“jangan-jangan dia Cuma manfaatin kamu” tuduh mama Renna


“dia nggak seperti itu ma, karna Aksa yang lebih dulu menyatakan cinta ma” elak Aksa.


Mendengar itu mama Renna menghembuskan nafasnya berat.


“Aksa nggak mau menikah sama Siska ma, mama tau sendirikan kalau Aksa nggak pernah suka sama Siska” pinta Aksa.


“tapi mama juga nggak setuju jika kamu harus menikah sama janda sa” ucap mama Renna.


“orangnya baik ma, beneran. Dia nggak seperti yang di tuduhkan mama tadi...” bujuk Aksa.

__ADS_1


“Kalau mama nggak mau restuin Aksa juga, Aksa akan berjuang sendiri. Walau harus keluar dari rumah ini” lanjut Aksa.


———//———


Keesokan paginya Aksa bergegas berangkat untuk mengantarkan Zie kesekolah. Saat Aksa melewati maka makan seperti biasanya, disana sudah ada mama Renna dan papa Yogi yang sedang menikmati sarapan pagi mereka.


“sa ayo sarapan dulu” ajak mama Renna.


“Nggak ma. Aksa mau langsung berangkat” Aksa menyalami tanggan mama dan papanya sambil mencium punggung tangan mereka.


“assalamualaikum” Aksa langsung bergegas pergi.


Tak menunggu waktu lama Aksa mengendarai mobilnya menuju rumah eiliyah. Karna masih pagi jalanan tidak terlalu ramai.


Setelah memarkirkan mobilnya di depan rumah eiliyah.


Tok tok tok


“Assalamualaikum”


“waalaikum salam” jawab eiliyah dengan menyunggingkan senyumnya.


“Cantik banget sih” padahal eiliyah hanya memakai daster rumahan tanpa make up.


“Masih pagi udah gombal aja, ayo masuk” ajak eiliyah.


“Aku bener loh sayang, jadi nggak sabar pengen cepet-cepet halalin kamu” Aksa langsung mendudukkan dirinya di samping Zie.


“mau dong zie” goda Aksa yang melihat Zie menikmati makanannya dengan lahap.


Zie langsung mendekatkan piringnya ke dadanya sambil menggelengkan kepalanya.


“Udah dong yang jangan di ganggu, ini” tegur eiliyah


“makasih” Aksa menerima makanan yang sudah di ambilkan oleh eiliyah


“aku mau siap-siap dulu ya” pamit eiliyah.


Karna sebelum Aksa datang ia sudah menyelesaikan makan paginya.


“ayo berangkat, maaf ya nunggu lama” Aksa terpana melihat kecantikan wajah eiliyah.


“ayo” jawab Aksa yang memang sudah menunggu eiliyah cukup lama.


Mereka langsung bergegas menaiki mobil Aksa dan langsung menuju ke sekolah Zie. Baru kemudian Aksa mengantarkan eiliyah ke butiknya.


Di saat eiliyah akan membuka pintu mobil Aksa, ternyata masih terkunci. Eiliyah melihat Aksa yang hanya menyandarkan kepalanya di pengemudi mobil. Sambil melihat kearahnya.


“ayo dong yang, entar kamu telat ke kantor” ucap eiliyah.


Aksa menegakkan badannya kemudian meraih kedua tangan eiliyah.


“Aku minta jangan pernah tinggalkan aku ya” ucap eiliyah lembut.


“kamu ngomong apa sih” eiliyah mengerutkan dahinya mendengar permintaan aksa.


“aku mau kamu janji sama aku” Aksa langsung memeluk eiliyah.


Aksa sangat takut kehilangan eiliyah. Aksa masih binggung bagai mana untuk menjelaskan kepadanya. Karna jika eiliyah tau, sudah pasti ia akan meninggalkannya.


“ada apa sih, jika kamu ada masalah kamu bisa cerita sama aku” ucap eiliyah yang masih berada di pelukannya.


“Aku belum bisa cerita sekarang, tapi aku minta kamu janji sama aku untuk selalu di sisiku” pinta Aksa lagi.

__ADS_1


__ADS_2