
“kalau kamu nggak suka mending aku kembali aja ke Singapore” Aksa langsung menegakkan badannya. Dan berbalik ingin keluar dari ruangan eiliyah.
Mendengar itu eiliyah langsung melihat Aksa yang sudah berbalik ingin keluar dari ruangannya.
“Jangan” eiliyah langsung meraih lengan Aksa agar ia tidak keluar dari ruangannya.
Melihat eiliyah mencegahnya hati Aksa merasa berbunga-bunga. Tak ingin eiliyah menunggu lama Aksa langsung membalikkan badannya menghadap eiliyah.
Dipegangnya kedua pipi eiliyah agar ia bisa menatap matah indah eiliyah.
“maaf...” ucap Aksa lirih
Eiliyah bagai terpanah akan ke tampanan Aksa ia hanya menganggukkan kepalanya.
“Aku ingin memilikimu seutuhnya sayang, aku ingin kamu menjadi ibu untuk anak-anakku kelak, aku ingin kamu menemani di setiap hari-hari ku sayang” mendengar perkataan Aksa eiliyah tertegun. Ia ingin melepaskan tangan Aksa dari kedua pipinya. Tapi Aksa malah menempelkan keningnya ke kening eiliyah.
“aku mohon jangan mengatakan hal yang membuat aku kecewa sayang” mendengar itu eiliyah memejamkan matanya sejenak kemudian melepaskan tangan Aksa dari kedua pipinya.
“apa orangtuamu sudah tau dengan hubungan kita...” eiliyah membalikkan badannya.
Aksa terdiam.
“Pasti akan sulit yang”
“aku akan perjuangin kamu sayang, apa kamu hanya mau hibungn kita begini-begini ajah” jelas Aksa.
“Mana ada sih seorang wanita yang t senang jika di lamar oleh pacarnya, tapi hubungan kita berbeda yang” ucap eiliyah.
“apanya sih yang berbeda, hubungan kita nggak ada yang aneh” aksa
“aku seorang janda yang mempunyai satu anak, umur kita juga berbeda jauh sa” eiliyah menahan air matanya agar tidak terjatuh.
“aku kan udah bilang aku akan perjuangin kamu, apa kamu tidak mau berjuang untuk cinta kita”
“Buoan segitu sa, aku nggak ingin kamu membangkang kedua orangtuamu...” eiliyah
“Aku nggak ingin gara-gara aku kamu jadi ada masalah dengan orangtuamu” jelasnya lagi.
“aku akan berusaha menyakinkan mama sapa papa, asal kamu selalu ada bersamaku sayang” Aksa membalikkan tubuh eiliyah agar menghadap kepadanya.
Dilihatnya mata eiliyah sudah berlinang air mata. Aksa memundurkan langkahnya satu langkah kemudian ia berlutut didepan eiliyah sambil mengambil sesuatu di dalam saku jasnya dan di bukanya kotak bludru itu di depan eiliyah.
“will you marry me” eiliyah menutup mulutnya dan air mata eiliyah semakin deras mendengar perkataan Aksa.
Eiliyah tidak menyangka kalau Aksa akan melamarnya secepat ini.
“will you marry me” ucap Aksa lagi tanpa mengubah posisinya.
__ADS_1
Eiliyah hanya menganggukkan kepalanya pelan, karna ia t bisa membohongi hatinya jika ia sudah mencintai Aksa.
Melihat eiliyah sudah menganggukkan kepalanya Aksa langsung menegakkan badannya. Kemudian ia meraih tangan eiliyah dan memakaikan cincin berlian sebagai tanda Jika ia menerima lamarannya.
“udah dong sayang nangisnya” Aksa menghapus air mata eiliyah, kemudian ia mengajaknya duduk di sofa.
“Setelah ini rencana kamu apa” tanya eiliyah yang masih sesenggukan.
“maminta izin papa sama Mama kemudian meminta izin ke orangtuamu” jelas Aksa.
“kalau...” ucapnya terputus karna Aksa menempatkan jari telunjuknya di bibirnya.
“Nggak usah mikir aneh-aneh kita perjuangin cinta kita sama” eiliya h menganggukkan kepalanya pelan.
“zie belum pulang ya, aku kangen banget sama dia” Aksa menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
“kamu datang jam berapa tadi” tanya eiliyah.
“Dari bandara aku langsung kesini” ucap Aksa.
“Kok nggak istirahat dulu sih”
“aku udah kangen banget sama kamu sayang...” Aksa menoel hidung eiliyah.
“Mangkanya aku langsung kesini” lanjutnya.
“aku buatin kopi ya” eiliyah beranjak dari duduknya untuk membuatkan Aksa Kopi.
“nanti aja barengan sama Zie” Aksa menyeruput kopinya.
“ya udah sambil nungguin Zie mending kamu istirahat dulu di kamar, aku mau selsai pekerjaan aku” di ruangan eiliyah memang ada kamar tidur. Sengaja ia membuat satu kamar tidur di sebelah ruang kerjanya. Karna takut kalau Zie mengantuk agar zie dapan tidur dengan nyaman.
Aksa melepaskan jasnya kemudian beranjak dari duduknya untuk mengistirahatkan dirinya di kamar eiliyah.
“Mamii...” Zie menerobos masuk kedalam ruangan eiliyah, sampai yang punya ruangan kaget.
“assalamualaikum” sambut eiliyah.
“waalaikum salam” Zie malu-malu.
“maaf ya nggak bisa jemput sayang” eiliyah mencium kedua pipi zie setelah Zie menyalami sang mami.
“Nggak papa kok mi” jawab zie.
“Ayo makan siang” eiliyah mengambil bekal yang ia bawa.
“Zie mami mau hangatin makanannya dulu, kamu bangunin om Aksa di kamar ya” pinta sang mami.
__ADS_1
“om Aksa udah datang mi?” mendengar nama Aksa di panggil zieblangsung semangat.
“Udah tadi, sekarang orangnya sedang istirahat di kamar, katanya kangen sama kamu” cklaaak eiliyah keluar dari ruangannya menuju dapur yang tersedia di butiknya untuk menghangatkan bekal yang ia bawa.
Cklaak...
Zie membukan kamar yang terhubung dengan ruang kerja maminya. Di sana terlihat Aksa yang sedang tertidur nyenyak. Zie langsung merangkak naik ke atas kasur dan langsung menaiki badan Aksa.
“Om bangun” Zie membangunkan Aksa sambil bermain diatas tubuh Aksa seperti menaiki kuda.
“ayo om bangun” ucap Zie yang masih berada di atas tubuh Aksa.
Aksa menggeliat merasakan badannya yang terasa berat. Kemudian ia mengucek matanya melihat siapa yang berada di atas tubuhnya. Aksa tersenyum melihat Zie yang sedang asik menaiki tubuhnya seperti menunggangi kuda.
“Kamu ya” Aksa meraih tubu Zie dan langsung mendekapnya dalam pelukannya.
“Ampun om” Zie mencoba melepaskan dekapan dari tubuh Aksa,
“Nakal kamu ya” Aksa langsung menggelitik tubuh Zie.
“udah om geli geli om” Zie masih mencoba menghentikan Aksa.
Tapi Aksa tidak mau berganti.
“mami... Mami... Om nakal” Zie masih mencobah menghentikan Aksa
Cklaaak.....
“Ayo makannya udah siap” ajak eiliyah yang masih berada di tengah pintu.
Barulah Aksa menghentikan aksinya. Mereka langsung menghampiri eiliyah yang sedang duduk di sofa.
Eiliyah melihat mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya karna baju mera sudah kusut.
“cuci muka dulu yang” suruh eiliyah karena Aksa langsung mendudukkan dirinya di sofa.
“hehehe... Ok boss” Aksa langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian ikut bergabung dengan eiliyah dan Zie.
Eiliyah menikmati makan siangnya dengan tenang tapi beda dengan kedua pria beda generasi yang duduk di sebelahnya.
“Oooom... Itu ayam Zie” rengek Zie karna Aksa usil mengambil ayam milik Zie.
“om kurang Zie” jawabnya.
“tapi itu punya om masih ada, mami... Ayam Zie” adunya pada sang mami.
“Udah dong yang, kalau makan jangan jail” tegur eiliyah, Aksa langsung mengembalikan ayam milik Zie.
__ADS_1
Setelah teguran Aksa itu mereka menikmati makanan mereka dengan tenang.
Usai makan siang Aksa langsung pulang. Karna badan Aksa masih ingin di istirahatkan. Ia juga berjanji besok pagi akan mengantarkan Zie ke sekolah.