Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 42


__ADS_3

Setelah menerima panggilan dari bundanya, eiliyah langsung kembali ke gazebo dengan wajah murung. Sedangkan Zie dan Aksa menikmati bermain di pantai, berlarian kesana kemari.


“Zie, boleh nggak om jadi papanya Zie” tanya Aksa yang setengah badanya di kubur oleh Zie dengan pasir pantai.


“Boleh” jawab zie yang sedang asik mengubur badan Aksa.


“bener” Aksa memastikan.


Zie hanya menjawab dengan anggukan kepala.


“Jadi sekarang kamu panggil om papa ya, jangan panggil om lagi” pinta Aksa.


“Ok papa” jawab zie.


“boy kamu main sendiri dulu ya, papa mau ke mami” pinta Aksa setelah Zie selesai mengubur dirinya.


“jangan lama-lama ya pa” mendengar Zie mau memangilnya papa hati Aksa senang.


Aksa langsung berdiri tanpa menyingkirkan pasir yang berada di atas tubuhnya, tak lupa pula ia membersihkan dirinya dengan air pantai Karana banya sisa pasir yang menempel di tubuhnya.


Usai membersihkan tubuhnya Aksa langsung berlari menghampiri eiliyah yang sedang duduk di gazebo. Aksa langsung membaringkan tubuhnya dengan paha eiliyah yang di jadikan bantalan kepalanya.


“Ngelamun apa sih yang” tanya Aksa yang melihat ekspresi eiliyah kaget saat tiba-tiba ia tidur di pangkuannya.


“nggak papa kok yang” jawab eiliyah sambil menyingkirkan rambut Aksa yang berada di dahinya.


“Ayo dong kalau ada masalah itu cerita, sejak kamu habis VC bunda kamu jadi murung kenapa” tanya Aksa dengan lembut.


“beneran nggak papa yang” jawab eiliyah.


“Kalau kamu nggak mau cerita aku cium loh” goda Aksa.


“Iiich... Kamu apaan sih” eiliyah langsung mengantakan tangannya yang dari tadi di kepala Aksa.


“Mangkanya cerita” Aksa bangun dari pangkuan eiliyah.


“Apa yang kamu takut kalau bunda nggak restuin kita” eiliyah hanya menganggukkan kepalanya.


“Kelihatannya bunda marah sama aku” jelas eiliyah.


“aku akan berusaha meyakinkan kedua orangtua kamu sayang” Aksa membingkai wajah eiliyah dengan kedua tangannya. Sehingga ia bisa melihat wajah eiliyah dengan jelas.


“Kamu yakinkan” eiliyah menganggukkan kepalanya lagi, kemudian Aksa mendaratkan ciuman di dahi eiliyah.


“papa... Katanya sebentar kok lama” teriak Zie yang sudah berada di depan gazebo mereka.

__ADS_1


Eiliyah mengerutkan dahinya karna mendengar panggilan Zie kepada Aksa. Kemudian menatap Aksa dengan rautvwajah bertanya-tanya.


Sedangkan yang di pandang hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“ayo papa main ke sana lagi” ajak Zie karna tak ada sahutan dari Aksa.


“Kita ajak mami ya” ucap Aksa.


“apa yang kamu ajarkan kepada Zie” tanya eiliyah.


“mamiii... Ayo main kesana” mendengar ajakan sang putra eiliyah menghembuskan nafasnya pelan.


Akhirnya eiliyah mau diajak bermain di bibir pantai. Tapi eiliyah tak berani dekat-dekat dengan air laut karna tak ingin dirinya basah. Ia hanya membiarkan kakinya terkena air laut sambil melipat kedua tangannya kedepan. Sedangkan Aksa dan zie sedang asik bermain air pantai.


“mami ayo sini kita main sama-sama” ajak Zie


“mami disini aja, mami nggak bawa baju ganti” tolak eiliyah


“yah... Mami nggak seruh” keluh Zie


“Ayo mami sini” ajak Zie lagi, tapi sekarang sambi menciptakan air pantai ke arah maminya.


“Boy, nanti baju mami basah” tegur eiliyah sambil perlahan berjalan mundur. Tapi Aksa malah membantu Zie untuk menciptakan air laut ke arah eiliyah.


“tuh kan baju mami jadi basah” eiliyah membalikkan tubuhnya ingin kembali ke gazebo.


Zie langsung menciptakan air kearah sang mami sambil tertawa.


“Kamu nakal ya bikin mami basah” pendengaran ucapan sang mami Zie berlari agar tidak terkena balasan maminya dan eiliyah langsung mengejar Zie.


“papa tolong Zie” triak Zie meminta bantuan Aksa.


“papa tong Zie” ucapnya lagi yang sudah berada di belakang Aksa. Eiliyah mencobah meraih badan Zie, tapi Zie selalu menghindar.


Aksa gemas dengan eiliyah yang mencoba meraih badan Zie yang selalu dapat menghindari tangkapan eiliyah. Aksa langsung mengunci badan eiliyah kedalam pelukannya. Zie yang melihat itu langsung berlari menjauhi maminya.


“Iiich... Kamu cari kesempatan dalam kesempatan”eiliyah mencoba melepaskan pelukan Aksa.


“kamu cantik baget” Aksa menyingkirkan poni eiliyah yang sudah basah terkena air.


“nggak usah gombal” eiliyah masih mencoba melepaskan badannya dari pelukan Aksa.


“Kapan aku gombalin kamu, semua yang aku katakan adalah nyata dari hatiku” ucapnya lembut.


Eiliyah memandang wajah Aksa

__ADS_1


“aku senang lihat kamu tertawa bahagia seperti ini, dari pada tadi cemberut terus” ucapnya lagi sambil menoel hidung eiliyah.


“udah yang lepasin, malu di lihat orang” pinta eiliyah.


“kamu percaya kan kalau aku bisa meyakinkan kedua orang tuamu” ucap Aksa tanpa menghiraukan permintaan eiliyah.


Eiliyah hanya memberi jawaban dengan menggunakan kepalanya.


Tanpa mereka sadari diam-diam Zie memotret Meraka dengan ponsel eiliyah yang ia ambil.


Tanpa ingin mengganggu mami dan calon papanya Zie menjauh dari mereka dan bermain pasir sendiri.


Back to Aksa eiliyah


“aku tau dari nada bunda kalau dia meragukan aku...”


“Aku akan segerah meluangkan waktuku agar bisa menemui kedua orang tuamu” jelas aksa.


“eeemmmbb... Terus mama papa kamu” tanya eiliyah sedikit ragu.


Mendengar itu Aksa sedikit merenggangkan pelukannya.


“Aku masi memcari waktu yang tepat sayang” Eiliyah melepaskan pelukan Aksa


“bagai mana kalau mereka tidak setuju” eiliyah menghadap ke arah pantai.


Aksa menghembuskan nafasnya pelan, merilekskan dirinya dan mencari jawaban yang tepat. Karna sudah pasti kedua orang tuanya lebih memilih menjodohkannya dengan Siska dari pada eiliyah yang seorang singel mom.


“aku nggak mau menjalin hubungan lebih lanjut tanpa restu dari kedua orang tua kita” jelas eiliyah karna melihat Aksa belum juga menjawab pertanyaannya.


“aku masih meyakinkan mereka sayang, kamu sabar ya, kalau waktunya tepat aku akan memperkenalkan kamu kepada mereka” Aksa mencoba meyakinkan eiliyah.


Eiliyah hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah itu mereka menghampiri Zie yang sedang bermain pasir sendiri. Mereka menikmati liburannya tak lupa pula mengabadikan momen liburan mereka dengan berfoto-foto.


Puas bermain-main di pantai mereka langsung makan siang dengan makanan yang sudah di siapkan eiliyah tadi pagi. Setelah mengisi perut mereka memberikan diri dan berganti baju agar bisa melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.


Hari sudah mulai sore mereka membersihkan barang-barang yang mereka bawa. mereka harus pulang segera pulang kalau tidak mau sampai rumah kemalem.


Karna kecapekan bermain-main di pantai tak berapa lama Aksa menjalankan mobilnya Zie langsung tertidur. Sedangkan eiliyah mencoba menahan kantuknya agar Aksa mempunyai teman ngobrol. Tapi apalah daya matanya tidak bisa di buat kompromi, jadilah ia ikut tertidur.


Aksa yang melihat itu membuat hatinya tenag, karna dapat membahagiakan orang yang ia sayangi.


jangan lupa tinggalkan jejak ya 👍

__ADS_1


biar tambah semangat 😍


__ADS_2