Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 62


__ADS_3

“ei, Giman keadaan zie” tanya egi.


Setelah eiliyah mengirimkan pesan kepada mantan suaminya (papinya zie) tak menunggu waktu lama egi segerah menuju ke tempat zie di rawat.


“panasnya masih belum turun mas” jawab eiliyah.


“sejak kapan zie dirawat?” tanya egi sambil memegang dahi zie.


“sejak tadi malam, padahal pulang sekolah ia baik-baik saja. Terus pas pulang kerja aku ke kamarnya badannya udah panas sampai menggigil” jelas eiliyah.


“pa...”


“pa...”


“pa...”gumam zi di selah-selah tidurnya. Karna memang sekarang zie sedang teridur setelah memakan sarapannya beberapa sendok dan meminum obat.


“ada apa sayang papi di sini” ucap egi pelan mendekatkan kepalanya di telingah zie, agar zie dapat mendengar suaranya.


Tapi ternyata zie hanya mengigau, karna setelah berbicara seperti itu zie masih tertidur pulas.


Sedangkan eiliyah hanya diam melihat egi yang mengira zie mengigau memanggil dirinya.


“oh ya mas, apa kamu sudah memberitau istrimu kalau kamu di sini” tanya eiliyah, karna ia tak mau kalau istri dari mantan suaminya itu salah paham dengan dirinya.

__ADS_1


“udah, aku udah kasih tau dia kalau zie sedang di rawat” jawab egi.


Tok... tok... tok...


“assalamualaikum” rio masuk kekamar rawat zie.


“waalikum salam, mas kok tau zie di rawat?” sapa eiliyah saat rio masuk.


“ aku tadi mampir ke butik mau izin ke kamu buat ajak zie jaan-jan, tapi kate eka sedang di rawat di rumah sakit.” Jelas rio sambil menaruh paper bag dan beberapa kantong plastik yang berisi bebrapa makanan dan minuman.


“kamu ini bawa apa aja sih mas banyak banget” eiliya melihat baranng-barang yang di bawa oleh rio.


“bukan apa-apa ei tiu hanya bebrapa mainan buat zie dan makanan ringan, barangkali kamu kelaparan” jelas rio sambil berjalan menuju ke bad tempat zie tidur.


“hay boy... cepat sembuh ya. Nanti om ajak jalan-jalan, om akan turuti semua kenginamu” bisik rio di telingah zie. Berharap ia bisa mendengarnya.


“kamu sudah selesaikan...” rio mengerutkan keningnya mendengar petanyaan dari egi.


“kalau kamu sudah selesai, kamu bisa pergi dari sini” egi meneruskan kata-katanya.


“kurasa aku berada di sini berapa jam pun bukan urusanmu” jawab rio santai.


“ ini...”

__ADS_1


“ jika kalian disini hanya untuk betengkar lebih baik kalia pergi dari sini” ucap eiliyah memotong perkataan egi.


Mendnegar peringatan dari eiliyah mereka berdua tak berani mengeluarkan sepatah kata pun.


Sedangkan eiliyah melihat mereka sudah terdiam ia melanjukan melihat-lihat majalah yang ia pegang dari tadi. di saat menunggu Zie bangun rio dan egi menyibukkan diri mereka dengan ponsel mereka.


Hari semakin terik tak ingin salah satu dari meraa yang ingin pergi dari sana. Sedangkan eiliyah yang duduk di sofa sampai tertidur.


“haus” ucap zie pelan.


“ini sayang” egi menyerahkan Air minum yang berada di nakas.


Setelah minum zie melihat di sekelilingnya, ia berharap eseorang yang ia rnduka datag menjenguknya.


“kamu mau apa boy” tanya rio yang tau zuie seperti menginginka sesuatu. Zie hanya diam tanpa ingin menjawab pertanyaan dari rio.


“boy kamu sudah bangun” tanya eiliyah sengan suara khas orang bangun tidur.


Eiliyah beranjak dari duduknya dan menghampiri putranya.


cklak...


“sayang” seorang wanita yang sudah tidak mudah lagi tiba-tiba masuk ke dalam kamar rawat zie.

__ADS_1


Heppy reading ☺️


jangan lupa tinggalin jejak ya 👍


__ADS_2