Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 69


__ADS_3

setelah drama zie yang tak mau minum obat dengan berbagai bujuk rayu dari aksa akhirnya ia mau meminum obat itu. dan aksa harus membelikannya mainan terbaru yang di inginkan oleh zie. sekarang di sinilah mereka, dalam perjalanan menuju ke toko mainan untuk membelikan mainan yang di inginkan oleh zie.


aksa beralasan tak tau mainan apa yang di ingin kan oleh zie, jadilah eiliyah harus ikut menemaninya untuk membeli mainan itu. ini kesempatan emas untuk aksa agar ia bisa berbicara berdua dengan eiliyah.


di saat eiliyah dan aksa pergi yania dan aqil lah yang menunggui zie di rumah sakit.


"yang..." panggil aksa.


eiliyah hanya diam melihat keluar jendela tanpa ingin menjawab panggilan dari aksa.


melihat sikap eiliyah yang seolah tak mendengar panggilannya, aksa langsung menepikan mobilnya.


"kenapa berhenti?" tanya eiliyah sambil menghadap ke aksa.


sedangkan aksa hanya diam menenangkan hatinya melihat sikap dingin eiliyah kepadanya.


"tuan aksa delvin faresta kenapa Anda berhenti" tanya eiliyah yang sudah jengkel dengan aksa, karna aksa hanya diam saja.

__ADS_1


melihat aksa yang masih diam, tanpa babibu eiliyah langsung membuka seatbeltnya dan saat membuka pintu ternyata pintunya masih terkunci.


"buka" eiliyah menghadap Aksa dengan wajah yang jengkel


tanpa menjawab eiliyah Aksa langsung menarik tubuh eiliyah kedalam pelukannya. tanpa memedulikan jika ia akan mendapatkan amukan dari eiliyah, ia sungguh merindukan kekasihnya itu. ia mendekap erat tubuh yang selama ini ia rindukan. "tolong jangan seperti ini" pinta Aksa dengan piluh.


tubuh eiliyah mematung karna mendapat pelukan dadakan dari Aksa. eiliyah memejamkan matanya erat-erat menghirup aroma yang dapat menenangkan dan dekapan yang selama ini ia rindukan.


tapi itu tak berlangsung lama disaat eiliyah mulai ingat akan pertunangan Aksa, ia segerah mendorong tubuh Aksa.


"jaga batasan anda tuan aksa" ucap eiliyah.


"taka perlu ada yang di pertahankan lagi, memang sudah sepantasnya kamu mengikuti apa kemauan kedua orang tuamu" jawab eiliyah lirih.


"tapi aku hanya ingin kamu sayang hanya kamu, kumohon jangan pergi dariku" pinta aksa sambil membendung air matanya. eiliyah mengelengkan kepalanya.


"begitu mudahnya kamu ingi mengakhiri hubungan itu, apa kamu tak cinta pada ku, a... atau memang selama ini kamu tak pernah cinta pada ku?" eilyah hanya menundukkan kepalanya tanpa ingin melihat Aksa, karna hatinya begitu sakit mendengar ucapan aksa.

__ADS_1


"jawab eiliyah, jawab aku?" Aksa begitu frustasi menghadapi eiliyah yang hanya diam saja, Aksa menyandarkan badannya sambil menyungar rambutnya ke belakang.


"liy, tatap mata aku bilang kalau kamu suda tak cinta lagi sama aku" Aksa meraih kedua pipi eiliyah dan di hadapkan ke wajahnya.


"ayo bilang eiliyah kalau kamu memang sudah tak cinta aku lagi" tanya Aksa lagi karna eiliyah hanya diam, menangis dan menghindar dari tatapan mata Aksa.


"tatap aku" tanya Aksa sambil menaikkan suaranya. eilyah menatap mata Aksa.


eilyah memegang kedua lengan Aksa "hati ku begitu sakit melihat kamu bertunangan dengannya, hati ku juga sakit saat kamu bilang kalau aku tak pernah mencintaimu" jawab eiliyah sambil berlinang air mata.


Aksa menempelkan dahinya ke dahi eiliyah "makasih sayang, makasih. aku juga sangat mencintaimu"


🦚🦚🦚🦚🦚


Hay... Hay...


maaf yah baru nongol 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


aku kira menulis novel segampang apa yang aku fikirkan. ternya tidak makin kesini pikiran makin ngebleng 🤭 harus bisa milih kata yang tepat bahasa yang tepat kadang aqw Sampek pusing


tapi semoga saja cerita ini bisa terselesaikan 🤲


__ADS_2