
Sesampainya Aksa sampai di ibu kota Aksa langsung menuju ke butik milik eiliyah. Karna Aksa tidak bisa menunggu lagi untuk bertemu eiliyah.
“Tuan mau kemana?” Sapa seorang penjaga kasir yang menghentikan langkah Aksa ketika mau menaiki tangga untuk ruangan eiliyah.
“Saya mau ketemu eiliyah” ucap Aksa cepat, dan langsung menaiki tangga tanpa mendengar jawaban dari penjaga kasir itu.
Aksa ingin segerah bertemu dengan eiliyah.
“tuan cari siapa” Tanaya Eka sebelum Aksa membuka pintu ruangan eiliyah.
“Eiliyah adakan” tanya Aksa pada Eka.
“Mbk ei lagi ke Surabaya, ada undangan di sana” mendengar itu Aksa mengerutkan keningnya.
“dia berangkat kapan?” tanya Aksa lagi.
“Tadi setelah nganterin Zie sekolah tuan” jawab Eka.
“Terus dia pulang kapan” Eka menghembuskan nafasnya pelan mendengar berkali-kali Aksa bertanya kepadanya.
“udah deh tuan nggak usah cariin mbk eiliyah lagi, saya kasian sama mbak ei” mendengar ucapan Eka Aksa mengerutkan keningnya.
“siapa kamu larang-larang saya dekat dengan Liy” Aksa yang tidak terima langsung memainkan nada bicaranya.
Sedangkan Eka yang mendengar itu seketika nyalinya menciut. Setelah dengan beraninya ia menyuruh Aksa menjauhi eiliyah.
Setelah berkata seperti itu Aksa langsung pergi dari sana tanpa menghiraukan tatapan aneh dari semua karyawan eiliyah.
Di dalam perjalanan menuju kerumah ia bertanya-tanya.
“apa salahku sampai Liy tak mau menerima panggilan dari ku, sampai-sampai no ponselku di blokir olehnya” gumam Aksa sambil memijat pelipisnya yang sedikit pusing.
Setelah menempuh perjalanan beberapa detik akhirnya sampai juga ia di kediaman keluarga faresta, yang tak lain adalah rumah miliknya. Memang setelah dari butik Aksa memilih pulang kerumah karna badannya terlalu capek setelah beberapa hari t bisa tidur nyenyak, karna memikirkan eiliyah.
Ting... tong...
__ADS_1
Ting... Tong...
Ckelek...
“eh den Aksa” sambut bibi saat tau siapa yang membuka pintu.
Tanpa menjawab pertanyaan pembantunya Aksa langsung nyelonong masuk. Aksa masih saja berjalan masuk menuju ke kamarnya tanpa melihat sekitar.
“Kamu udah pulang sa” sapa mama Renna saat melihat sang putra berjalan tanpa menyapanya.
“Iya ma” jawab Aksa tanpa melihat kearah mama Renna.
“Sa duduk dulu, papa mau bicara” ucap papa Yogi penuh penekanan. Mendengar ucapan papa Yogi Aksa hanya mendegus kesal.
“Ma ambilin” pinta papa Yogi.
Mama Renna bergegas mengambil barang yang di minta papa Yogi.
“ini pa” mama Renna menyerahkan sebuah kotak yang di pinta suaminya.
Glek..
Aksa menelan salivanya kasar.
“siapa yang mau main-main sama gue” gumamaksa dalam hati
“ayo jelasin” desak papa Yogi.
Sesegera mungkin Aksa menetralkan dirinya dari keterkejutan setelah melihat foto-foto dirinya bersama eiliyah dan juga Zie saat liburan ke pantai kemarin.
“Ngapain sih pa pakek di jelasin segala, lagian papa juga udah tau semuakan” Aksa segerah beranjak dari duduknya. Ingin segerah beristirahat.
“Segerah putuskan hubungan kalian, papa nggak mau sampai orang tua Siska tau tentang ini. Karna acara pertunangan kamu dan Siska akan di adakan Minggu depan” mendengar perkataan papa Yogi Aksa menghentikan langkahnya.
“Pokoknya papa nggak mau ada penolakan” lanjut papa Yogi.
__ADS_1
Flash back on
Tok tok tok...
“Masuk”
“pak ada pak Budi ingin bertemu dengan bapak” ucap sekertaris pak Yogi.
“Suruh masuk” jawab pak Yogi.
“Silahkan pak” suruh sekertaris pak Yogi kepada pak Budi.
“Selamat siang, ada angin apa nih kok tiba-tiba kesini tanpa memberitahu dulu” sambut pak Yogi ketika pak Budi memasuki ruangannya.
“mumpung ada waktu luang” jawab pak Budi
“silahkan duduk, ada apa nih” tanya pak Yogi.
“Saya mau membicarakan tentang pertunangan Siska dan Aksa” jawab pak Budi saat sudah mendudukkan dirinya di kursi depan pak meja kerja pak Yogi.
“Memangnya ada apa, bukannya pertunangannya masih lama.
“maka dari itu kita butuh membicarakannya, apa tidak seharusnya pertunangan mereka di percepat” mendengar penjelasan pak Budi pak Yogi mengerutkan keningnya.
“Ya... Bukan apa-apa pak, saya Cuma mau mereka punya hubungan yang jelas saja. Supaya para wanita yang memanfaatkan Aksa bisa menjauh darinya, karna saya mendengar desas-desus yang tidak baik mengenai aksa” jelas pak Budi lagi.
Pak Yogi manggut-manggut mendengar penjelasan pak Budi.
“Baik pak biar saya bicarakan dulu dengan istriku” jawab pak Yogi.
Flash back off
Kepala Aksa semakin pusing. Karna masalahnya dengan eiliyah belum selesai sekarang sang papa malah memutuskan sesuatu tanpa berunding dulu Dengan.
maaf karna nggak pernah up 😥🙏🙏😥
__ADS_1