Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 44


__ADS_3

Dari kemarin Aksa selalu gelisah. Karna ia tidak dapat menghubunginya, dari telpon atau pun pesan tak ada yang di balas oleh eiliyah.


Aksa tidak dapat menemui eiliyah karna ia sekarang sedang berada di luar kota untuk meninjau proyek yang sedang di bangun. Aksa tidak bisa menolak untuk tidak ke luar kota karna Ezra sudah mengatur jadwalnya dari jauh-jauh hari.


“Elu kenapa sih dari tadi gelisah. Abisin rokok gue pula” keluh Ezra.


“berisik lu” Aksa mendudukkan dirinya di sofa samping Ezra.


“Emangnya lu kenapa sih, tumben-tumbenan lu galau kayak gini” karna Ezra melihat Aksa seperti orang yang frustrasi.


“Eiliyah dari kemarin nggak bisa di hubungi, gue takut dia kenapa-kenapa” jelas Aksa.


“lebay lu, baru nggak dapat di hubungi sehari aja elu segalau ini, dasar bucin lu” ejek Ezra.


“nggak usah banyak omong lu, awas lu kalau udah bucin sama cewek” ucap Aksa.


Ezra hanya mengedikkan bahunya.


“elu aja ya yang ninjau proyek, gue pulang sekarang ya” pinta Aksa.


“Nggak bisa gitu dong, masak tiap ada kerjaan diluar kota harus gue yang wakili” tolak Ezra.


“Ayo lah zra” bujuk Aksa.


“Kapan gue cari pacar kalo semua kerjaan lu timpalin ke gua semua” Aksa hanya memuat bola matanya malas.


“alesan aja lu” Aksa beranjak dari duduknya dan membaringkan diri di ranjangnya.


Aksa masih mencoba untuk terus menghubungi eiliyah. Sampai tak terasa ia sudah tertidur karna kecapean melakukan aktifitasnya hari ini dan memikirkan eiliyah yang belum bisa ia hubungi.


———//———


Pagi ini eiliyah bangun dengan mata sembam dan kepalanya juga tersa sedikit pusing. Karna kelamaan menangis. Sejak pulang dari rumah Nara eiliyah tidak keluar dari kamar. Zie pun juga tidak menggangunya, mungkin ia juga kecapekan setelah bermain waktu di rumah Nara.


“ya Allah mataku bengkak” keluh eiliyah ketika melihat matanya di cermin kamar mandinya.


Eiliyah bergegas mengambil air wudhu karna mau melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah melaksanakan sholat eiliyah segerah menuju dapur.


“loh mbak ei kenapa” ART eiliyah kaget melihat mata eiliyah yang sembam.


“Nggak papa kok bik, hari ini bibik ya yang masak ya, karna saya sedikit nggak enak badan” ucap eiliyah.


“iya mbak” setelah mendapat jawaban itu eiliyah menuju ke lemari pendingin, eiliyah mengambil air dingin untuk Mengompres matanya, karna kata orang air dingin bisa menjadi salah satu cara menghilangkan mata bengkak setelah menangis.

__ADS_1


Setelah mengambil air dingin ia langsung kembali ke kamarnya. Sesampainya di kamar eiliyah memejamkan matanya, lalu meletakkan handuk yang sudah direndam air dingin ke area mata selama kurang lebih 10 menit.


Skip


Kini eiliyah sudah berada di butik, Ia ingin menyibukkan dirinya agar tidak selalu memikirkan Aksa.


Tok... Tok... Tok...


“masuk” ucap eiliyah.


“Mbak... Mbak jangan lupa besok ada undangan ke Surabaya” Eka mengingatkan eiliyah


“Astaghfirullah... Aku hampir lupa ka” terlihat Eka menghembuskan nafasnya kasar mendengar jawaban dari eiliyah.


“jadi gimana, mbak bisa datang atau nggak nih. Takut kehabisan tiket pesawat” tanya Eka.


“iya... Aku akan datang. Pesankan tiket sekarang” Eka hanya mengangguk.


“oh ya mbak... Pesan tiketnya satu atau dua?” tanya Eka lagi.


“satu saja... Kasian Zie kalu harus bolak-balik, lagian dia juga harus sekolah” jawab eiliyah.


Eka segerah memesan tiket pesawat secara online di ponselnya.


“mbak mau berangkat jam berapa?” tanya Eka


“Apa mbak nggak kecapekan kalau berangkat sore terus langsung berangkat ke acaranya. Belum juga sempet istirahat” Eka memberikan solusi.


“Sebenernya aku nggak tega kalau harus tinggalin Zie” eiliyah menghembuskan nafasnya kasar.


“Ya terus ini gimana mbak?” tanya Eka lagi.


“Ya pokoknya habis anterin Zie aja nggak papa” jawab eiliyah.


“udah diel nih mbak” Eka memastikan sebelum ia benar-benar memesankan tiket itu.


“iya ia” jawabnya.


“Terus baliknya” eiliyah mendengus kesal karna Eka terlalu banyak tanya.


“terserah kamu aja ka aku lagi pusing, pasti kamu juga tau aku harus balik kapan” eiliyah memijat pelipisnya.


“Ya udah aku permisi dulu mbak” pamit Eka.

__ADS_1


Setelah kepergian Eka eiliyah melanjutkan pekerjaannya lagi.


Sedangkan di lantai bawah ada seseorang yang langsung nyelonong masuk dan berterima memanggil nama eiliyah tanpa ada rasa sopan santun.


“EILIYAH KELUAR LU, DASAR LU JANDA KEGATELAN GANGGUIN CALON SUAMI ORANG. KELUAR LU EI” Siska berteriak-teriak tanpa menghiraukan banya orang yang melihatnya.


“Mbak jangan teriak-teriak” tegur satpam


“KELUAR LU EI” teriaknya lagi.


Sedangkan eiliyah yang berada di dalam ruang kerjanya samar-samar mendengar seseorang memanggilnya. Ia langsung beranjak ke lantai bawah melihat siapa orang yang berteriak-teriak memanggilnya.


Saat eiliyah berada di tengah tangga di lihatnya Siska yang sudah di tahan oleh scurity.


“DASAR LU JANDA GATEL” teriak Siska, kemudian ia bisa melepaskan diri dari cengkeraman scurity yang menahannya.


Plak...


Satu tamparan mendarat di pipi mulus eiliyah. Tak hanya itu, setelah Siska menampar pipi eiliyah ia langsung menarik rambut eiliyah dengan kencang.


Sedangkan eiliyah yang tiba-tiba menerima serangan dari Siska langsung kaget, belum hilang ke kagetannya Siska langsung menarik rambutnya dengan kencang.


“kamu salah paham, aku nggak tau kalau Aksa udah punya calon istri” jelas eiliyah sambil mencoba melepaskan tangan Siska yang sedang menarik rambutnya.


“halah itu Cuma alesan kamu kan, bilang saja kalau kamu mau morotin harta Aksa. Dasar janda nggak tau diri lu” Siska semakin kencang menarik rambut eiliyah.


“aaaauuu.... Beneran aku nggak bohong sis” eiliyah Masi mencoba menjelaskan kepada Siska sambil merintih kesakitan karna Siska menarik rambutnya begitu kuat.


Scurity juga mencoba melepaskan tangan Siska dari rambut eiliyah.


Eiliyah menitihkan air mata karna malu, banyak pelanggannya yang melihat kejadian ini dan juga merasakan kulit kepalanya terasa sakit karna Siska menarik rambutnya dengan kuat.


“aaaauuu...” teriak Siska karna tiba-tiba badanya jatuh,


Setelah rambutnya terlepas dari tangan Siska eiliyah langsung melihat siapa seseorang yang baru datang dan langsung dapat melepaskan tangan siska dari rambutnya.


“Kamu nggak papa kan” tanyanya pada eiliyah yang sedang menangis Eiliyah hanya mengelengkan kepalanya.


“pergi kamu dari sini jangan pernah ganggu dia lagi, jika kamu masih berani datang kesini kamu akan berurusan denganku” mendengar itu Siska langsung berdiri dan merapikan bajunya.


“aku nggak pernah takut dengan ancamanmu” Siska langsung keluar dari butik eiliyah setelah mengatakan itu.


Setelah kepergian Siska orang-orang yang menyaksikan kejadian itu tadi langsung membubarkan diri. Sedangkan eiliyah langsung kembali keruang kerjanya yang masih dengan keadaan yang memperihatinkan.

__ADS_1


maaf ya kalau masih banyak typo


jangan lupa di like,


__ADS_2