Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 53


__ADS_3

“Liy...” Gumam mama renna.


“si... siapa dia?” tanya mama renna terbatah-batah.


“Kalau tidak salah sih itu nona eiliyah Tan”


Deg


“Eiliyah...” Gumam mama Renna sambil memegang dadanya.


“Eeemmmb... Tan Tio pamit pulang ya...” Ucap Tio membagunkan mama Renna dari lamunannya.


“Eh... Kamu nggak nginep sini saja, ini sudah larut malam loh” tawar mama renna.


“Nggak usah deh Tan” tolak Tio.


“Beneran kamu nggak mau nginep sini” mama Renna memastikan sekali lagi.


“Iya Tan, Tio pulang ya Tan assalamualaikum” pamit Tio, tak lupa pula ia menyalami tangan mama Renna.


Setelah kepergian Tio mama Renna segerah kembali ke kamar Aksa dan segerah mengganti baju Aksa yang terkena muntahan tadi.


🌄🌄🌄🌄🌄🌄


“Mami papa kok nggak pernah kesini” tanya Zie di selah-selah sarapan paginya.

__ADS_1


Eiliyah tercengang mendengar pertanyaan sang putra.


“mungkin papa sibuk, sayang mending kamu nggak usah panggil papa lagi panggil om aja ya” pinta eiliyah ia tidak mau sang putra berharap lebih kepada Aksa, karna semua sudah berakhir.


“Memangnya kenapa mi, Zie akan terus panggil papa, kata papa Zie akan jadi anaknya” jawab Zie.


“dia bukan siapa-siapa kamu, kamu Cuma punya papi gio ngak ada yang lain” ucap eiliyah yang penuh penekanan.


“Pokoknya Zie Cuma mau sama papa Aksa, nggak mau yang lain” ucap Zie yang tetap pada pendiriannya.


“ZIE” tanpa sadar eiliyah membentak sang putra.


Sedangkan Zie yang mendengar bentakan dari sang mami ia segerah menundukkan kepalanya sambil menahan tangisnya. Karna tidak biasanya sang mami sampai membentaknya.


Melihat Zie yang takut, eiliyah menarik nafas dalam-dalam setelah itu ia menghembuskannya pelan-pelan. Agar ia bisa meredakan emosinya.


“Ya sudah ayo kita berangkat” ajak eiliyah.


Skip


Setelah mengantarkan Zie sekolah eiliyah segerah melajukan mobilnya menuju butik.


Seperti biasa setiap eiliyah memasuki ruangan kerjanya ia selalu di sambut dengan bunga mawar. Sejak pertama mengenal Aksa sampai Sekaran bunga mawar di pagi hari tak pernah absen berada di meja kerjanya.


Tak menunggu lama eiliyah segerah mengambil bunga itu kemudian membuangnya ketempat sampah. Melihat tempat sampah itu eiliyah mengigan akan cincin yang di lemparkan Aksa ketempat sampah.

__ADS_1


Flash back on


Sebelum pergi dari ruangannya Aksa melemparkan cincin yang di kembalikan eiliyah kepadanya.


Tapi eiliyah baru ingat jika cincin yang di kembalikan pada Aksa dilempar ke tempat sampah saat eiliyah mau pulang. Jadilah sebelum ia meninggalkan ruangannya ia mencari cincin itu.


“Untung masih ada” gumam eiliyah.


Flash back off


Eiliyah segerah memulai pekerjaannya. Tak ingin ia berlarut-larut memikirkan Aksa.


Skip


Siang ini eiliyah menemui customernya yang ingin memesan baju rancangannya untuk acara pernikahannya. Customernya ingin bertemu eiliyah di luar butik, jadilah sekarang eiliyah berada di sebuah restoran yang sudah di tentukan oleh customernya. Ia tak lupa mengajak Eka untuk menemaninya.


Beberapa saat setelah eiliyah datang akhirnya sang customer datang.


“selamat siang, maaf ya saya baru datang” ucap customernya.


“Oh tidak apa-apa, kita juga baru datang” jawab eiliyah sambil menjabat tangan customernya.


Mereka sedikit berbincang-bincang, Setelah memesan makan eiliyah segerah memberikan beberapa model baju pengantin yang ia rancang.


Setelah satu jam akhirnya selsai juga disain gaun pengantin yang customernya inginkan. Eiliyah segerah membereskan alat kerjanya, dan segerah berpamitan kepada customernya.

__ADS_1


Di saat eiliyah ingin masuk mobil, ada yang menarik tangan eiliyah pelan.


“kamu...”


__ADS_2