
satu Minggu berlalu. sejak Aksa mengantarkan Zie ke sekolah waktu itu.beberapa hari ini Aksa selalu rutin mengantar Zie ke sekolah. terkadang jika ada waktu senggang Aksa juga menyempatkan menjemput Zie pulang sekolah. sebenarnya eiliyah tidak nyaman jika Aksa setiap hari harus mengantar jemput Zie ke sekolah. pernah waktu itu saat eiliyah menjemput sang putra ke sekolah. ternyata di sana sudah ada Aksa yang datang terlebih dahulu untuk menjemput sang putra. setelah menjemput Zie tekadang Aksa mengajak Zie makan siang terlebih dahulu sebelum mengantarkan Zie ke butik sang mami dan tak lupa dia juga selalu membawakan makan siang untuk eiliyah juga. dia juga sering mengirim WhatsApp tekadang juga dia video call eiliyah tapi yang sering berbicara dengannya hanya Zie.
"mbk kelihatannya mas Aksa suka deh sama mbk ei" ucap Eka yang sekarang berada di ruang eiliyah memeriksa beberapa data keuangan butik.
"ngaco kamu, ya nggak mungkin lah, dia punya segalanya nggak mungkin dia cari janda apa lagi yang lebih tua darinya, seperti tidak ada wanita lain saja" ucap eiliyah.
"jangan salah loh mbk sekarang cowok-cowok lebih suka yang matang" ucap Eka lagi
"udah ah, cepet selesaikan itu" ucap eiliyah
"tapi mbak cocok loh sama mas aksa, aku setujuh kalau mbk ei jadian sama mas Aksa, nggak kelihatan kok mbk beda umurnya" ucapnya lagi pajang tanpa menghiraukan apa yang eiliyah ucapkan. eiliyah hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan sang sekertaris. kemudian dia segera melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan perkataan Eka lagi.
disaat eiliyah fokus dengan pekerjaannya tiba-tiba pintunya terbuka dengan keras.
"mamiii" teriak Zie yang langsung masuk ke ruang kerja eiliyah.
"assalamualaikum boy" ucap eiliyah sambil melihat sang putra yang berlari ke sang mami.
"hehehe waalaikum salam mii" jawak Zie sambil tersenyum melihatkan Giginya.
memang tadi siang eiliyah menerima WhatsApp dari Aksa untuk menjemput sang putra. eiliyah menolak pun percuma Aksa akan tetap menjemput Zie dengan atau tanpa persetujuan eiliyah.
"assalamualaikum" ucap Aksa yang memasuki ruang kerja eiliyah.
"waalaikum salam" jawab eiliyah dan Eka bersamaan.
"mbak saya izin keluar dulu, assalamualaikum" pamit Eka
"waalaikum salam, entar kalau sudah selsai langsung bawa kemari ya ka" ucap eiliyah
__ADS_1
"iya mbak, mari mas" ucap Eka
Aksa hanya mengangguk kepada Eka.
"Liy ini makan dulu" ucap Aksa mengembangkan senyumnya sambil menaruh makan siang untuk eiliyah yang sudah ia bungkus. eiliyah sedikit memijat keningnya yang sedikit pusing melihat kelakuan Aksa setiap harinya. kemudian eiliyah menghampiri Aksa yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. sebelum itu eiliyah menyuruh putranya untuk bermain di luar.
"boy kamu main di luar dulu ya, mami mau bicara dengan om Aksa" ucap eiliyah pada sang putra.
"ok mami" ucap Zie lang sing keluar dari ruangan itu.
"Aksa aku mau bicara" ucap eiliyah yang sudah mendudukan dirinya di salah satu sofa itu.
"iya" jawab Aksa sambil mengalihkan perhatian pada ponsel yang ia bawah kemudian menoleh ke arah eiliyah yang sudah menatapnya serius.
"kenapa kamu bersikap seperti ini kepada kami" tanya eiliyah.
deg
deg
deg
"mungkin ini saatnya aku harus jujur kepadal eiliyah" gumam Aksa dalam hati.
kemudian Aksa menghembuskan nafas kasar dan ia mengeser duduknya supaya bisa lebih dekat dengan eiliyah.
"mungkin bagi kamu ini terlalu cepat, tapi aku jujur dari lubuk hatiku..." ucap Aksa mengantungkan perkataannya.
kemudia dia meraih tangan eiliyah. eiliyah mengerutkan dahinya penasaran apa yang di maksud Aksa sambil melihat tangan yang sudah di genggaman Aksa. kemudian eiliyah menatap Aksa tajam yang penasaran akan apa yang akan di katakan oleh Aksa selanjutnya.
__ADS_1
"aku mencintaimu" ucap Aksa singkat dengan menatap manik mata cantik milik eiliyah. sedangkan eiliyah yang mendengar itu langsung membulatkan matanya dan langsung menarik tangannya dari genggaman Aksa.
"iya aku mencintaimu dari pertama kali aku memilihmu direstoran dengan kak Nara" jelas Aksa yang masih menatap wajah eiliyah. setelah mendengar perkataan Aksa eiliyah langsung bangkit dari duduknya dan berjalan kearah jendelah yang berada ruangannya.
"kamu nggak usah bercanda sa" ucap eiliyah yang masih fokus pada pemandangan di luar jendela. kemudian Aksa ikut bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati eiliyah.
"apa perkataanku seperti orang bercanda, aku serius " ucap Aksa meyakinkan eiliyah
"kita berbeda sa" hanya itu yang sanggup di katakan oleh eiliyah
"berbeda dari apanya Liy, apa karena status kamu yang menjadi singel mom, apa karna perbedan umur kita" ucap Aksa panjang lebar
"kamu sudah tau itu semua kenapa kamu masih mengharapakan ku...." ucap eiliyah pada aksa
"masih banyak wanita yang lebih baik dari aku" ucap eiliyah lagi
"sudahlah aku harus kembali ke kantor, aku tidak ingin mendengar jawabanmu sekarang, jawablah di hari Minggu besok waktu kita ke pantai karna aku sudah bilang kepada Zie di hari Minggu akan mengajaknya ke pantai" ucap Aksa
setelah mendengar ucapan Aksa eiliyah langsung menoleh ke Aksa.
"jika aku mengajakmu dulu kamu pasti menolak Liy, makanya aku langsung bilang ke Zie biar kamu tidak bisa menolak ajakanku" ucap Aksa yang menginginkan senyumnya. eiliyah yang melihat itu menjadi gemas kepada Aksa yang selalu seenaknya sendiri. kemudian eiliyah langsung memalingkan wajahnya menghadap ke jendela lagi.
"oh ya satu lagi, setelah aku mengatakan isi hatiku ini tolong jangan menjauh dariku. akau akan membuktikan akan keseriusan ucapanku tadi agar kamu bisa yakin untuk menerimaku" ucap Aksa sebelemu meninggalkan ruangan kerja eiliyah. Aksa langsung turun kebawah. sebelum dia meninggalkan butik dia mencari Zie terlebih dahulu untuk berpamitan dengannya. setelah bertanya ke salah satu karyawan di sana akhirnya Aksa menemukan Zie yang asik bermain dengan mobilnya.
"Zie om balik ke kantor dulu ya" ucap Aksa yang sudah berada di dekat Zie.
"iya om hati-hati" ucap Zie kemudian langsung mendekat ke Aksa langsung mencium tangan Aksa. setelah Zie melepaskan tangannya Aksa kemudian berganti mangacak rambut zie dengan gemas
"oooom entar rusak" ucap Zie dengan nada jengkel
__ADS_1
"maaf ya Zie" ucap Aksa sambil mengelus pipi zie kemudian langsung bergegas untuk kembali ke perusahaan. karna sedari tadi Ezra sudah menghubunginya beberapakali.
setelah kepergian Aksa eiliyah memejamkan matanya sejenak mengingat-ingat semu apa yang di katakan Aksa barusan. kemudian eiliyah menghembuskan nafasnya karas. dia berbalik melihat makan siang yang di bawakan Aksa untuknya. mengingat perkataan Aksa yang mengungkapkan isi hatinya kepadanya eiliyah merasa hilang sudah nafsu untuk memakannya. kemudian dia kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan pekerjaannya.