Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 52


__ADS_3

“a-aksa...” jawab Eiliyah terbata-bata yang tak dapat melanjutkan ucapannya karna hatinya begitu pedih sampai tak dapat berkata-kata hanya air mata yang terus membasahi pipinya.


Rio yang mendengar satu nama itu ia langsung menyandarkan kepala eiliyah, berharap dapat meredahkan sakit hati eiliyah.


“Kamu harus sabar, ikhlasin Aksa” ucap Rio.


“Tapi ini sakit banget Kak” ucap eiliyah.


Rio mencoba memberi semangat untuk eiliyah bisa move on dari Aksa. Ia meyakinkan eiliyah bahwa masih banyak orang yang sayang padanya. Setelah melihat eiliyah lebih tenang Rio pamit pergi, ia harus kembali ke kantor karna ada beberapa pekerjaan yang harus ia selsaikan sekarang juga.


🍂🍂🍂🍂🍂


Malam semakin larut banyak orang yang sudah berada di dalam alam mimpi. Tapi tidak diu sebuah club’ malam di tengah ibukota, malam semakin larut pengunjung di club’ malam itu semakin ramai. Dan sebuah pria yang duduk di depan bartender itu tak ingin beranjak dari sana, dia adalah Aksa yang sejak pulang dari kator sudah berada di sana. Tidak biasanya Aksa meminum minuman beralkohol itu kalau ia ada masalah yang cukup berat.


“sa, ayo pulang lu udah minum banyak” ajak Tio. Sebenernya Aksa tidak mengajak Tio, mereka hanya tidak sengaja bertemu di club’ itu. Jadilah Tio menemani Aksa kerna ia melihat Aksa sudah mabuk.


“gue masih mau di sini” tolak Aksa.


“lu ada mabuk berat ayo pulang” ajak Tio lagi.


“Udah mending lu aja yang pulang, gue mau nungguin liy” racu Aksa sambil melepaskan tangan Tio yang berada di pundaknya.

__ADS_1


“Gue hanya mau pulang kalau ada Liy”


“Gue nggak akan nikah kalau bukan dengan Liy”


“gue nggak akan lepasin dia sampai kapan pun, walau banyak orang yang menentangnya”


“Liy”


“liy”


“Liy”


Setelah mereka masuk kedalam mobil Tio segera melajukan mobilnya. Ia membawa mobilnya sendiri karna mobilnya yang lebih dekat dengan pintu masuk dan keluar club’ itu.


Tak menunggu waktu lama untuk Tio mengemudikan mobilnya menuju kediama faresta. Di saat perjalan menuju rumah Aksa, Aksa selalu memanggil-manggil nama eiliyah. Saat sudah sampai di depan rumah Aksa Tio segerah menurunkan kaca mobilnya agar satpam yang jaga tau siapa yang berkunjung tengah malam begini.


Saat pagar suda dibuka Tio segerah melajukan mobilnya memasuki halaman rumah Aksa. Tak menunggu waktu lama Tio segerah membopong Aksa masuk kedalam rumah.


Ting tong


Ting tong

__ADS_1


Huek... Huek...


Di saat menunggu pintu di buka ternyata Aksa memuatahkan semua isi perutnya.


Cklaak...


“Aksa...” mama Renna kaget melihat Aksa yang terlihat mabuk berat.


“ayo Tio tolong bawa Aksa ke kamar” mama Renna segerah membantu Tio untuk membopong tubuh Aksa yang berat itu.


“Tio... Aksa kenapa bisa seperti ini” tanya mama Renna yang masih terlihat panik.


“tadi saya kesana ada janji sama teman saya, terus saya lihat Aksa yang sudah mabuk. Sebenarnya dia nggak mau pulang tapi saya paksa karna sudah dia sudah mabuk berat” jelas Tio.


“Aksa kenapa sih sampai mabuk-mabukan kayak gini, memangnya kamu nggak tau dia kenapa” tanya mama Renna.


“eeeemmm... Saya nggak tau Tan” jawab Tio.


“tapi dari tadi sih dia Cuma panggil Liy terus Tan” lanjutnya.


“Liy....”

__ADS_1


__ADS_2