
pagi itu disaat eiliyah sedang fokus pada disainnya tiba-tiba ada salah satu karyawannya mengetuk pintu.
tok tok tok
"masuk" ucap eiliyah
"mbak ei ada kiriman bungga buat mbak" ucap karyawan eiliyah sambil berjalan masuk ruangan bosnya dan langsung menyerahkan rangkaian bunga mawar putih itu kepada bossnya.
eiliyah memang menyuruh seluruh karyawannya memanggil dia mbak biar tidak terlalu ada jarak antara karyawan dan boss. karna eiliyah menganggap karyawannya sama seperti temannya.
"makasi ya" ucap eiliyah sambil menerima bungga itu.
eiliyah mengamati bunga itu terlihat segar dan indah. kemudian eiliyah menghirup wangi bunga itu dengan memejamkan matanya sejenak,karna memang eiliyah suka akan bunga mawar putih. kemudian dia mengambil tanda penerimaan yang di selipkan di selah-selah bungga itu yang bertuliskan.
Selamat pagi cantikπ€
from _A_
seperti itulah tulisan yang berada di tanda penerima itu. setelah membaca tanda penerima itu sejenak eiliyah berpikir siapa yang mengirimnya bunga secantik ini di pagi hari. kemudian eiliyah menaruh bunga itu di vas bunga yang ada di sudut ruangannya. kemudian eiliyah langsung melanjutkan pekerjaannya.
βββ//βββ
di perusahaan faresta group
Aksa yang berada di ruangannya sedang menerima telepon dari seseorang yang dia tunggu dari tadi
"bagai mana apa bunganya sudah sampai" tanya Aksa
"sudah pak" jawab kurir bunga
"yasudah terimakasih" ucap Aksa
"iya pak sama-sama" balas kurir bunga
setelah memutus panggilan telepon itu Aksa tersenyu.
"kesambet Lu masih pagi senyum-senyum sendiri" ucap Ezra yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
"ck, apa Lu nggak bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk" ucapnya sinis, karna melihat Ezra yang tiba-tiba masuk ke ruangannya tanpa permisi. sedangkan Ezra hanya tersenyum kuda sambil mendudukkan badannya di kursi yang berada di depan Aksa.
"kenapa Lo senyum-senyum sendiri" tanyanya lagi kepada Aksa
"ini itu perusahaan" ucap Aksa mengingatkan Ezra
"iya-iya maaf boss, jadi apa yang membuat hati pak boss berbunga-bunga di pagi hari" tanya Ezra lebih sopan.
__ADS_1
"nggak ada, apa jadwal hari ini" ucap Aksa yang mengalihkan pembicaraannya.
"ck, udah lah nggak usah pakek rahasia-rahasia sama gue" ucap Ezra sambil mengibaskan tangannya.
Aksa hanya menatap asistennya dengan tatapan yang mematikan. sedangkan Ezra yang tau akan tatapan bossnya langsung membacakan jadwal hari ini. setelah Ezra selesai membacakan jadwal hari ini dia langsung keluar dari ruangan aksa. karna harus segera menyiapkan bahan untuk meeting sebentar lagi yang di adakan di salah satu mall terbesar di kota itu. sedangkan Aksa langsung melanjutkan pekerjaannya.
βββ//βββ
waktu menunjukkan pukul 12.30 waktunya eiliyah menjemput putranya. eiliyah bergegas menuju sekolah putranya. setelah beberapa menit mengendarai mobilnya akhirnya eiliyah sampai di depan sekolah putranya. kemudian eiliyah turun dari mobilnya dan mengedarkan pandangannya untuk mencari putranya. dari kejauhan terlihat putranya berjalan keluar gerbang dan menghampirinya.
"Hay boy" sapa eiliyah sambil mengulurkan tangannya disaat putranya sudah berada di depannya. sedangkan sang putra langsung mencium tangan maminya.
"mami jadikan kita ke Playground" tanya Zie pada maminya
"jadi dong sayang... ayo"ucap eiliyah kepada anaknya. kemudian dia bergegas menuju mobil dan menuju mall.
βββ//βββ
Aksa baru saja dia menyelesaikan meeting dengan klien dari Malaysia. sekarang Aksa dan Ezra keluar dari resto tempat dimana dia meeting. ketika Aksa sedang berjalan tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang membawa ice cream menabraknya dengan kencang sehingga ice cream yang di bawahnya tumpah ke baju Aksa.
"om maaf" ucap anak kecil itu menundukkan kepalanya sambil menampakkan wajah bersalahnya. sedangkan Aksa yang melihat anak itu ingin menangis karna menabraknya langsung berjongkok untuk melihat wajah anak itu.
"Hay... tidak apa-apa,siapa namamu" ucap Aksa lembut agar anak itu tidak takut. sedangkan anak itu masih menunduk dengan sekali melirik Aksa yang berjongkok di depannya.
deg
deg
deg
jantung Aksa berdetak lebih kencang ketika mendengar suara wanita itu.
"eiliyah" gumam Aksa
Aksa mematung dengan mendongakkan kepalanya melihat wanita itu. ternyata benar dia adalah eiliyah dan sudah di pastikan anak kecil yang menabraknya tadi adalah putranya. setelah kesadarannya penuh Aksa langsung berdiri.
"mami kan sudah bilang sayang, jangan lari-lari" ucap eiliyah
"maaf mami" ucap putranya
"tuan tolong maafkan putra saya ya" ucap eiliyah yang belum menyadari kau itu adalah Aksa.
"kamu!!!" ucap eiliyah yang baru tau kalo itu adalah Aksa.
"aduh maafin anak aku ya" ucapnya lagi kepada Aksa dengan membersikan noda ice cream pada jas Aksa.
__ADS_1
"tidak papa, kalau di cuci juga hilang" jawab Aksa
"aduh saya nggak enak jadinya, bagai mana kalau jasnya biar saya cucikan saja" tawar eiliyah
"nggak usah nggak papa" tolak Aksa
"benerani nggak papa, saya meras nggak enak" ucap eiliyah
sedangkan ezra yang berada di sebelah Aksa hanya menjadi penonton. dengan pemikirannya sendiri, yang melihat reaksi Aksa.
Aksa kembali berjongkok mensejajarkan dirinya dengan putra eiliyah sambil bertanya.
"Hay... anak ganteng, siapa namanya?" ucap Aksa
"Zie om" jawab zie dengan nada lirih, tapi masih biasa di dengar oleh aksa
"nama yang manis" ucap Aksa sambil tersenyum dan mengacak rambut zie.
"memangnya Zie mau keman" tanya Aksa
"Zie mau beli hadia buat kak angel sama mau main ke Playground om" ucap Zie
"oh iyaa, besok kan kak angel ulang tahun om juga belum beli hadiah buat kak angel, bagaimana kalau kita sama-sama cari kado buat kak angel" ucap Aksa yang mencari kesempatan untuk bisa dekat dengan eiliyah.
"boleh" jawabnya singkat sambil melirik ke maminya.
sedangkan eiliyah yang melihat itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai kode (boleh).
setelah menerima jawaban dari Zie Aksa langsung berdiri dan meminta izin kepada eiliyah.
"bolehkan nona kalau saya bergabung dengan anda" tanyanya pada eiliyah
"silahkan" jawab eiliyah singkat sambil mengembangkan senyumnya
sebelum berangkat Aksa menyuruh asistennya untuk kembali ke perusahaan dulu.
"Ezra kamu kembali ke perusahaan dulu,saya ada urusan" ucap Aksa
"baik pak" jawab Ezra singkat karna sudah tau apa yang di maksud oleh atasannya itu
"kalau begitu saya permisi pak" ucapnya lagi
setelah melihat kepergian sang asisten aksa pergi.
"ayo" ajak Aksa yang langsung mengandeng tangga kanan zie. mereka berjalan beriringan sambil bergandeng tangan. sehingga orang-orang yang melihat itu seperti sebuah keluarga yang bahagia. tanpa mereka tau kalau eiliyah dan Aksa memiliki perbedaan usia. karna kecantikan dan wajah baby facenya sehingga eiliyah tidak seperti perempuan yang berkepala tiga.
__ADS_1