
disaat mereka berjalan-jalan Aksa mencoba membuka obrolan supaya mereka tidak canggung.
"Zie kamu mau belikan kak angel apa" tanya aksa sambil berjalan
"nggak tau om, mami" jawab zie.
sedangkan Aksa yang mendengar jawaban itu tersenyum sambil mengacak rambut zie, karna gemas akan kejujuran anak kecil yang berada di sampingnya itu sambil mencuri pandang ke arah eiliyah.
"jangan rusak rambut zie om" ucap Zie
"oh... maaf ya Zie, karena om gemes banget sama kamu" ucap Aksa
sedangkan eiliyah menggelengkan kepalanya pelan mendengar perbincangan kedua pria berbeda generasi itu.
akhirnya Sampai juga mereka ke toko yang mereka cari.
"Nona eiliyah, anda inggin mencari kado apa buat Angel" tanya Aksa pada eiliyah
"belum tau pak" jawab eiliyah
"tolong jangan panggilan pak, memang saya sudah setua itu" ucap aksa
"hehehe maaf, saya binggung harus panggil anda apa" ucap eiliyah
panggil nama saja biar lebih akrab" ucap Aksa
"iya... pa... oh aksa, maaf belum terbiasa" ucap eiliyah pada Aksa
"oh yah satu lagi mending jangan bicara terlalu formal mending kita bicara aku kamu saja" pinta Aksa
"baiklah terserah anda, up maaf" jawab eiliyah sabil memperlihatkan senyum manisnya. sedangkan Aksa melihat senyum manis itu membuat kandungnya berteak lebih kencang.
"boy, kamu mau beliin kak angel apa" tanya eiliyah pada putranya
"binggung mi, lagian kak angel juga udah punya semua yang kak angel mau,mending mami aja yang cari biar lebih cepet pergi ke Playgroundnya" jawap Zie pada maminya
"jangan-jangan kamu terburu-buru tadi ingin cepat-cepat bermain ya, sampai kamu nabrak om" tanya Aksa pada Zie. sedangkan anak yang di tanyai hanya tersenyum malu.
"iya karna sudah dari kemaren dia minyak ke Playground, tapi aku baru ada waktu hari ini" jelas eiliyah. Aksa hanya tersenyum kepada Zie.
"aku tinggal ke toilet dulu ya" ucap Aksa yang langsung meninggalkan eiliyah dan Zie setelah dapat anggukan dari eiliyah.
"eemmb boy, mending kita beli alat melukis saja ya buat kak angel" ucap eiliyah memberikan solusi
"ok mami" jawab zie
kemudian dia mencari apa yang mereka inginkan. setelah dari toilet Aksa langsung mencari kebenaran eiliyah dan Zie.
"Aksa, kamu mau cari hadiah apa" tanya eiliyah
"belum tau, karna aqw ngk tau kesukaan angel apa memang kamu sudah dapat hadiahnya" jawab Aksa
"sudah ini" ucap eiliyah sambil menunjukkan alat melukis yang dia bawa.
__ADS_1
"ya sudahlah aku gampang bisa cari nanti, kasihan Zie suda tidak sabar mau bermain" ucap Aksa
"ya udah kalau gitu aqw bayar ini dulu ke kasir ya" ucap eiliyah
ketika sudah berada di kasir eiliyah ingin mengambil kartu debit untuk membayar belanjaannya tapi di dahului Aksa.
"loh... kok kamu yang bayar ini kan belanjaan aku" ucap eiliyah
"nggak papa, ayo sekarang kita ke Playground" ucap Aksa santai.
lalu mangandeng Zie menuju ke playground.
"Aksa, kamu nggak kembali ke perusahaan" tanya eiliyah
"nggak, aku mau nemenin Zie main ok zie" ucap Aksa
sambil mengangkat tangannya untuk tos
"ok om" jawab zie
setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
"aku tunggu di situ ya" ucap eiliyah sambil menunjuk ke area tempat tunggu Playground.
"ok" jawab kedua pria beda generasi itu. sebelum Aksa menemani Zie dia melepas dasi dan jasnya biar lebih leluasa untuk menemani Zie dan tak lupa dia membuka dua kancing atasnya dan menggulung lengannya sampai siku-siku.
"aku titip ya" ucap Aksa sambil menyodorkan dasi dan jasanya kepada eiliyah. ketika Aksa menitipkan dasi dan jasnya pada eiliyah tanpa sengaja tangannya bersentuhan dengan eiliyah ketika itu pulau mata mereka mengunci satu sama lain. ketika beberapa detik eiliyah yang menyadarinya lebih dulu langsung mengalihkan pandangannya berbarengan dengan dia mengambil alih dasi dan jas itu.
"om ayo dong, lama sekali" ajak Zie yang menarik-narik kemeja Aksa.
"maaf" ucap Aksa sebelum menemani Zie bermain.
eiliyah hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. disaat Zie dan Aksa bermain eiliyah mengeluarkan ponselnya untuk mengecek beberapa email masuk dari beberapa cabang butiknya.
setelah beberapa jam Aksa dan zie bermain banyak mainan kemudian Aksa mengaja Zie untuk beristurahat
"Zie, ayo kita istirahat" ajak Aksa
"ok om" jawabnya singkat
kemudian mereka berjalan menuju tempat eiliyah menunggu. zie langsung menggeser kursi di sebelah maminya sambil memanggil miminya yang fokus pada ponselnya.
"mami" sapa Zie pada maminya
"udah selesai boy mainnya" tanya eiliyah pada Zie sambil mengelap keringang di dahi putranya.
"udah mi, Zie senang ada yang temenin Zie main" celoteh Zie pada maminya. sedangkan eiliyah tesenyem mendengarkan celotehan putranya.
"ini" ucap eiliyah sambil menyodorkan tisu yang ia bawah.
"makasi" ucap Aksa sambil mengambil beberapa tisu yang di tawarkan untuknya.
"oh yah, bagaimana kalau hari Minggu kita main kesini lagi katanya kamu senang kalu ada temennya" ucap Aksa. eiliyah yang mendengar ucapan Aksa langsung melihat Aksa. sebelum dia menyauti perkataan Aksa zie langsung menjawabnya duluan.
__ADS_1
"mau om, beneran kan om ngk bohong" ucap Zie
"Zie nggak boleh, om Aksa sibuk" ucap eiliyah.
sedangkan sang anak yang mendengar perkataan maminya langsung memanyunka bibirnya.
"tidak apa-apa saya tidak sibuk kok" jawab Aksa
"tuu... kan mi, om Aksa nggak sibuk" ucap zie
eiliyah hanya menghela nafas panjang.
"maaf ya udah bikin kamu repot" ucap eiliyah
"tidak, aku senang menemani Zie bermain" ucap Aksa
"mami... haus" ucap Zie
"bentar kita pesan minum dulu" ucap eiliyah sampai melambaikan tangan untuk memanggil pelayan. memerka memesan beberapa makanan ringan dan beberapa minuman. beberapa saat pesanan mereka datang dan menyajikannya di meja.
"makasi" ucap eiliyah setelah pelayan itu menyelesaikan pekerjaannya.
"setelah ini nona eiliyah mau kemana" tanya Aksa padanya
"panggil saja saya ei, tidak usah memakai nona" pinta eiliyah
"saya panggil Liy saja biyar berbeda dengan yang lain, boleh kan" tanyanya pada eiliyah
"terserah kamu saja, senyamannya" jawab eiliyah
"setelah ini kamu mau kemana" tanyanya lagi
"mungkin pulang, sudah sore juga" jawab eiliyah sambil memakan makanan yang ia pesan. kemudian mereka melanjutkan makan mereka dengan tenang tanpa adanya obrolan. setelah Aksa menyelesaikan makanannya dia langsung mambayar semua pesanan yang ada di meja itu.
"udah selesai zie" tanya Aksa pada Zie
"udah om" jawap Zie
"anak pintar" ucap Aksa sambil mengacak rambut zie. Zie lansung menyingkirkan tangan Aksa sambil berkata
"jangan acak rambut zie om, nanti rusak" ucap Zie
"boy nggak boleh seperti itu" tegur eiliyah
"tidak apa-apa" jawab Aksa
"ayo kita pulang" ajak Aksa
kemudian mereka bergegas menuju ke parkiran mobil. sebelum eiliyah masuk ke mobilnya Aksa memanggilnya.
"Liy, hati-hati" ucap Aksa sambil menyunggingkan senyumnya.
"iya" jawab eiliyah singkat sambil membalas senyuman Aksa.
__ADS_1
👋👋👋👋👋👋👋👋