
📞. Siska : “aku mau kamu ikutin kemana pun Aksa pergi, cari tau siapa wanita yang dekat dengannya”
📞. . . . . . .
📞. Siska : “saya akan bayar DPnya dulu, setelah pekerjaan kalian selesai saya akan bayar sisanya”
📞. . . . . .
Setelah menutup panggilan telfonnya ia langsung melajukan mobilnya keluar dari gedung perkantoran faresta group. Siska terus melajukan mobilnya menuju toko kue, karna ia ingin bertemu dengan mama Renna.
Tak menunggu lama siska sudah sampai di toko kue yang ia tuju. Siska langsung masuk kedalam toko kue.
Bruukk...
“Aaaaaa...” Siska di tabrak oleh anak laki-laki yang membawa cup cake, sehingga cup cake yang ia bawa jatuh mengenai dresnya.
“Kamu kalau jalan lihat-lihat dong, anak siapa sih” ucap Siska.
“maaf tanten...” ucapnya pelan.
“boy...” seseorang perempuan lari menghampiri anak laki-laki itu.
Sesampainya di depan Siska wanita itu kaget karna cup cake yang ia bawa tadi mengenai baju siska.
“Aduh mbak maafin anak aku ya” ucap wanita itu.
“Kamu kan calon menantunya Tante Renna ya?” Siska mengerutkan dahinya karna wanita di depannya ini mengenal dia sebagai calon mantunya Tante Renna.
“Saya eiliyah pemilik bening boutiq” lanjutnya lagi.
“owh...” Siska mengangguk-anggukkan kepalanya, karna ia baru ingat.
Ya... wanita yang menghampiri Siska tadi adalah eiliyah. Sedangkan anak laki-laki yang menabraknya tadi adalah Zie anak laki-laki eiliyah. Karna setelah mengantarkan Aksa ke kantornya Zie meminta di belikan cup cake. Jadilah ia mampir ke toko kue yang berada dekat dengan kantor Aksa.
“aduh mbak maafin anak aku ya karna udah kotorin bajunya mbak” karna Siska masih terlihat marah akan kelakuan sang putra.
“kalu punya anak di jaga dong mbak, ginikan jadi nyusain orang” ucap Siska bersungut-sungut.
“Iya mbak, sekali lagi saya minta maaf ya. Kalau mbak berkenan mbak bisa mampir ke butik saya buat saya ganti” tawar eiliyah.
“Nggak deh saya lagi buru-buru” Siska langsung nyelonong untuk membeli kue yang ia inginkan tanpa menghiraukan eiliyah dan putranya.
“Kamu nggak papa kan boy” karna Zie masih terlihat ketakutan.
“Maafin Zie ya mii” jawabnya.
“Udah nggak papa, cup cakenya ini di buang saja ya. Biar mami belikan lagi ya” karna dilihatnya cup cake yang di bawa Zie sudah rusak.
“nggak usah mii, Zie udah nggak pengen lagi. Mending kita pulang aja” ajaknya
“ok, senyum dulu dong sayang” eiliyah memberikan semangat untuk Zie.
Sedangkan Siska setelah memilih kue yang ia ingin kan ia langsung bergegas menuju ke rumah tante renna.
———//———
Setelah eiliyah dan Zie pulang dari toko kue tadi. Eiliyah langsung melanjutkan pekerjaannya sedangkan Zie sudah tertidur. Di saat eiliyah sedang fokus dengan disain2nya tiba-tiba ponselnya berdering.
__ADS_1
Triiing triiiiing
Di lihatnya ternyata panggilan video call dari sahabatnya Nara.
📱. Eiliyah : “assalamualaikum sayang”
📱. Nara : “waalaikum Sam, jahat kamu” jawabnya manja.
📱. Eiliyah : “jahat kenapa sih nar?”
📱. Nara : kamu habis aku lahiran nggak maen kerumah sama sekali” Nara memperlihatkan wajahnya yang cemberut
📱. Eiliyah : “maaf deh, sepulangnya aku dari Jogja kemaren banyak banget kerjaan aku. Sebenernya sih Zie udah ngerengek minyak kesana, tapi mau gimana lagi belum ada waktunya”
📱. Nara : “tau deh sebel aku sama kamu, lagian kalau aku nggak hubungi kamu pasti kamu nggak bakal inget aku”
📱. Eiliyah : “hahaha...”
📱. Nara : “makin sebel aku lihat kamu ketawa kayak gitu”
📱. Eiliyah : “mana nih ponakan ganteng aku” tanyanya mengalihkan topik pembicaraan mereka.
📱. Nara : “dia msih bobok siang, tuh” Nara langsung mengaktifkan kamera belakangnya yang memperlihatkan bayi laki-laki yang tertidur begitu tenang.
📱. Eiliyah : “ich.... Gemesnya”
📱. Nara : “kamu kalau aqiqahnya Rendra harus datang ya”
📱. Eiliyah : “kok baru aqiqah”
📱. Nara : “ya gini punya laki orang sibuk, oh iya gimana ni perkembangan hubungan kamu sama Aksa”
📱. Nara : “hah.... Yang bener kamu”
📱. Eiliyah : “sebenarnya aku takut nar”
📱. Nara : “lah... Takut kenapa?”
📱. Eiliyah : “lagian orangtua mana sih nar yang mau anaknya nikah sama janda punya anak kayak aku” terlihat di layar ponsel Nara wajah eiliyah terlihat sedih.
📱. Nara : “jangan berkecil hati kayak gitu dong ei, memang kamu udah di kenalin sama mama dan papanya Aksa?”
📱. Eiliyah : “belum”
📱. Nara : “terus ayah sama bunda udah tau?”
📱. Eiliyah : “belum juga, lagin kita dia juga baru pulang nar dari Singapore”
📱. Nara : “kamu beneran sayang sama dia”
📱. Eiliyah : “kalau aku nggak sayang ngapain aku terima lamaran dari dia” jawabnya kesal
📱. Nara : “slow... Slow... Nggak usah pakai otot gitu neng kalau ngomong. Aku percaya kok calon adik ipar”
📱. Eiliyah : “ich... Makin kesel aku harus jadi adikmu”
📱. Nara : “eh... Eh... Jangan asal ngomong kamu ei, oh iya baru ingat aku. Kak Rio udah pulang ya”
__ADS_1
📱. Eiliyah : “udah”
📱. Nara : “terus-terus gimana?”
📱. Eiliyah : “apanya?”
📱. Nara : “ya respon kak Rio kalau kamu udah punya Aksa, terus respon Aksa kamu Deket sama kak Rio” tanyanya menggebu-gebu
📱. Eiliyah : “alah panjang ceritanya, besok-besok aja kali ketemu, aku banyak kerjaan nih. Assalamualaikum” ia langsung mematikan panggilan video callnya dengan Nara tanpa menunggu jawaban dariny.
Setelah mamituskan panggilan video call dari Nara eiliyah langsung melanjutkan pekerjaannya.
———//———
Sedangkan di lain tempat Nara bersungut-sungut karna eiliyah mematikan panggilan video callnya secara sepihak.
“iiich... Awas kamu ei” ucapnya.
Owek... Owek... Owek... (Anggap suara bayi nangis ya pemirsađź¤)
“sayang... Sayang udah bangun ya” Nara mengendong Rendra karna sudah bangun dari tidur siangnya.
“haus ya sayang” Nara langsung memberikannya asi.
Ting tong
Ting tong
Di saat Nara memberikan asi kepada Rendra Terdengar suara bel rumahnya berbunyi.
“Apa bibik nggak tau ya kalau ada tamu” gumam Nara, karna ia masih saja mendengar suara belnya berbunyi.
Nara langsung bergegas keluar dari kamarnya yang masih memberikan asi kepada Rendra.
“Kemana semua orang sih” Nara masih celingukan mencari kebenaran manusia di dalam rumahnya.
“Kemana aja sih bik” terlihat ARTnya yang terburu-buru.
“Saya dari kamar mandi mbak” jawabnya sopan.
“ya udah, tolong di bukain ya” ART itu pun langsung bergegas membukakan pintu.
“tuan, nyonya silahkan masuk” ucapnya ramah.
“Matanya ada bik” tanyanya.
“Ada nya, silahkan duduk biar saya panggilkan” sang tamu pun langsung duduk di sofa ruang keluarga rumah Nara.
Tak menunggu lama Nara pun langsun keluar dari kamarnya membawa Rendra yang sudah kenyang setelah meminum asi.
“om yogi, Tante renna” Nara langsung memberikan salam sambil mencium punggung tangan mereka.
"uuuch... lucunya" Tante Renna mengambil Rendra dari gendongan Nara.
"gimana kabar om sama Tante" tanya Nara.
"Alhamdulillah kita baik" jawab om Yogi.
__ADS_1
menanyakan kesibukan mereka masing-masing. tak berapa lama mama dan papa Nara juga datang kerumah. jadilah rumah Nara makin rame dengan adanya para nenek dan kakek berkumpul