Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 50


__ADS_3

“sayang...” panggil Aksa saat sudah memasuki ruangan eiliyah.


Sedangkan eiliyah dan Eka langsung menoleh karena tiba-tiba pintunya terbuka dengan keras. Melihat Aksa sudah berada di dalam ruangannya eiliyah mengambil nafas panjang dari hidung kemudian menghembuskannya pelan-pelan dari mulut, agar ia bisa rileks dan tak mudah terpancing emosi. Karna melihat kenyataan kalau Aksa sudah membohonginya.


“Eka kita lanjut lagi nanti ya” ucap eiliyah kepada Eka karna ia sedang membicarakan tentang acara yang ia datangi kemarin.


“Iya mbak, saya permisi” pamit Eka.


Eiliyah hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah Eka keluar dari ruangan eiliyah Aksa segerah menutup pintu ruangan eiliyah.


“Sayang aku kangen banget sama kamu, kenapa kamu nggak mau angkat telepon dari aku atau pun balas Chet aku. Bahkan no ponselku sampai kamu blokir. Apa salahku sayang. Aku nggak kuat kamu ginikan sayang” ucap Aksa sambil memeluk eiliyah erat.


Tapi eiliyah sama sekali tak membalas pelukan dari Aksa, mendengar semua pertanyaan Aksa eiliyah hanya diam.


“kenapa sayang?...” tanya Aksa yang sudah melonggarkan pelukannya kemudian memegang kedua pipi eiliyah agar ia bisa melihat wajah yang ia rindukan beberapa hari ini.


“aku ingin kita putus” Eiliyah menampik kedua tangan Aksa yang sedang berada di kedua pipinya.


Sedangkan Aksa yang mendengar eiliyah mengatakan kata putus bagai tersambar petir disiang bolong.


“ka...kamu ngak usah bercanda sayang, ini nggak lucu” ucap Aksa terbatah-batah.


“aku nggak perna bercanda” eiliyah melepas cincin yang di berikan Aksa kepadanya dan memberikannya kepada Aksa.


Aksa seketika meremas cincin yang di berikan eiliyah kepadanya kuat-kuat sambil meresahkan emosinya.

__ADS_1


“Kenapa kamu seperti ini, aku nggak pernah buat salah sama kamu. Kamu nggak bisa dong tiba-tiba putusin aku kayak gini” tanya Aksa.


Sedangkan eiliyah hanya tersenyum sambil menghadap ke jendela kaca yang berada di ruangannya.


“Kamu nggak bisa mainin aku kayak gini Liy” Aksa menghampiri eiliyah kemudian membalikan badan eiliyah kearahnya.


“siapa di sini yang di mainkan” eiliyah menaikkan suaranya sambil pelepas tangan Aksa yang memegang lengan eiliyah sedikit keras.


“Apa maksud kamu?, Aku ngak pernah mainin kamu” jawab Aksa.


“terus siapa Siska?” tanya eiliyah sambil menatap Aksa tajam.


Deg...


Deg...


Deg...


“Siapa yang memberi tahunya” gumam Aksa dalam hati.


“Dia bukan siapa-siapaku Liy, kamu harus dengerin penjelasan Dari aku” Aksa memegang tangan eiliyah, tapi langsung di hempaskan oleh eiliyah.


“semua sudah jelas, nggak perlu ada yang di jelasin lagi. Kebohongan apa lagi yang ingin kamu berikan kepadaku” eiliyah segerah mengalihkan pandangannya sambil menyeka air matanya yang tak bisa ia bendung.


“Aku berani bersumpah sama kamu, aku nggak pernah bohongin kamu, aku tulus cinta sama lalu Liy” jawab Aksa.


“sedangkan Siska, aku nggak perna ada rasa sama dia, semua ini adalah kemauan papa aku. Aku ingin cerita sama kamu tapi aku ingin mencari waktu yang tepat, aku Mohan percaya lah sama aku” Aksa memegang kedua pipi eiliyah agar ia bisa menatapnya.

__ADS_1


Eiliyah hanya menangis merasakan begitu sakit dihatinya.


“Aku mohon percaya sama aku, aku benar-benar cinta sama kamu, aku akan perjuangin kamu” Aksa menempelkan dahinya ke dahi eiliyah. Mencoba untuk menyakinkan eiliyah.


Hatinya juga tersa sakit karna melihat eiliyah menangis dan tak ingin menjawab ucapannya.


“aku mau kita putus” eiliyah melepaskan tangan Aksa dan membalikkan badannya.


Aksa mengepalkan tangannya kuat-kuat agar bisa mengontrol emosinya karna mendengar jawaban eiliyah.


“apa semudah itu kamu bisa mengatakan kata putus, apa memang kamu nggak pernah benar-benar cinta sama aku” tanya Aksa sambil memainkan nada bicaranya.


“untuk apa di pertahankan kalau ujung-ujungnya juga seperti ini” jawab eiliyah.


“Tapi...” ucap Aksa terputus.


“aku ingin kamu pergi dari ruangan ku” Porong eiliyah.


“Liy...”ucap Aksa.


“AKU BILANG PERGI” usir eiliyah.


“Ok aku pergi” Aksa membalikkan badannya. Sambil merogoh kantong celananya, untuk mengambil cincin yang di kembalikan kepadanya dan langsung membuangnya kesampah yang berada di ruangan eiliyah.


“kamu jangan harap bisa lepas dari aku” ucap Aksa di ambang pintu.


Brak...

__ADS_1


Melihat Aksa yang menghilang di balik pintu eiliyah menangis sejadi-jadinya. Merasakan sakit di hatinya.


__ADS_2