Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 3


__ADS_3

adzan subuh berkumandang memanggil kaumnya untuk melaksanakan kewajibannya. tak terkecuali eiliyah. mendengar adzan telah berkumandang dia bergegas bangun menuju kamar mandi membersihkan diri untuk melaksanakan sholat. usai melaksanakan kewajibannya dia ke dapur. dirumah itu eiliyah tinggal bertiga ia, Zie dan wanita paruh baya yg umurnya sekitar 40 tahun keatas yaitu bik ani asisten rumah tangga yang bisanya membantu eiliyah. saat eiliyah tiba di dapur dia melihat asistennya sudah berada di sana.


"ada bahan apa aja bik" tanya eiliyah


"neng ei mau masak apa, soalnya bibik kemaren baru belanja keperluan dapur" jawab nik ani


"eemmmb... sup sama ayam kecap aja bik" ucap eiliyah


"iya neng" ucap bik ani yang segerah menyiapkan bahan-bahan.


setelah beberapa menit eiliyah berkutat dengan bahan masakan itu akhirnya acara masak itu pun selesai.


"bik tolong tata makanannya ya, saya mau bangunin Zie dulu" ucap eiliyah


"iya neng" jawab bik ani.


setelah itu eiliyah bergegas ke atas untuk membangunkan putra tunggalnya.


"boy bangun, ayo siap-siap sekolah" ucap eiliyah sambil mengelus pipi chubbynya.


"emb..." zie hanya menggeliat.


"ayo sayang sekolah" eiliyah menghujani putranya dengan banyak ciuman zie tidak nyaman dengan ciuman sang mami Nyang bertubi-tubi "iya mi, zie bangun" sambil menghindar ciuman dari maminya dan membuka mata.


"ayo cepat mandi" ucap eiliyah


"iya mami" ucap zie


"kamu mau di mandiin mami atau mandi sendiri" ucap eiliyah


"Zie udah besar mami bisa mandi sendiri" ucap Zie sambil menyibak selimutnya dan mencium pipi maminya cepat.


"nakal kamu" gemas melihat kelakuan putrany.


setelah melihat putranya masuk ke kamar mandi dia membersihkan tempat tidur dan menyiapkan seragam sekolah Zie.


"boy apa perlu dibantu" ucap eiliyah didepan pintu kamar mandi.


"nggak mi Zie udah mau selesai kok" balasnya kepada sang mami


"yaudah mami tunggu" jawab eiliyah

__ADS_1


tak menunggu waktu lama Zie pun keluar dari kamar mandi.


"pakai handuk yang benar dong boy, itu lantainya basah" tegur eiliyah.


"hehehe" putranya hanya nyengir.


"ini baju seragamnya" ucap eiliyah sambil mengeringkan rambut anaknya. usai memakai seragam untuk Zie eiliyah dan Zie turun ke bawah. selsai makan pagi eiliyah mengantarkan Zie ke sekolah. kemudian dia bergegas kembali pulang karna dia akan berangkat ke butik jam 9.


skip


setibanya eiliyah di butik dia langsung menuju ke ruang kerjanya. setelah mendudukkan dirinya tiba-tiba hp eiliyah berdering tanda ada seorang yang menelfon.


๐Ÿ“žnara : "assalamualaikum ei..."


๐Ÿ“ž eiliyah : "waalaikum salam ra, ada apani pagi-pagi udah telpon"


๐Ÿ“žNara : "aku mau pesan baju keluarga buat acara ulang tahunnya angel"


๐Ÿ“ž eiliyah : "ok deh entar siang kamu kesini aja buat ukur badan, kalo ukuran suami Sama angel Masi sama seperti yang kemarin kan"


๐Ÿ“žnara : "ok entar aku kesana... assalamualaikum"


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


sedangkan di perusahaan faresta group Aksa di sibukkan dengan banyaknya pekerjaan.


tok tok tok


"masuk" ucap Aksa


"ini pak beberapa berkas yang harus bapak tandan tangani" ucap ezra


"taro saja di situ, jam berapa kita meeting" ucap Aksa


"jam 1 pak, apa ada yang bapak tanyakan lagi" ucap ezra


"tidak" jawab Aksa


"kalau begitu saya permisi pak" ucap ezra


Aksa hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas yang dia periksa. setelah kepergian ezra Aksa menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kebesarannya. seketika dia teringat kembali akan wajah eiliyah. dia memejamkan matanya sejenak dia teringat akan saudara sepupunya yang mengenalkan dia kepada eiliyah.

__ADS_1


"bodohnya kau Aksa kenapa tidak kepikiran dari kemaren๐Ÿคฆ sudah pasti kak Nara punya no ponsel eiliyah dan dia juga bisa bantu aku buat deketin dia. b*d*hanya kau Aksa" gumam Aksa dalam Hati


dilihatnya jam di meja kerjanya, terlihat jam menunjukkan jam 11.00 di raihnya ponselnya di saku jas untuk menghubungi saudara sepupunya.


tuuut tuuut tuuut tuuut


๐Ÿ“ž Aksa : "hallo kak"


๐Ÿ“žnara : "assalamualaikum pak boss"


๐Ÿ“ž Aksa : "iya waalaikum salam kak hehehe"


๐Ÿ“žnara : "ada apa tumben-tumbenan kamu telpon"


๐Ÿ“ž Aksa : "gitu amat sih kak jawabnya, nggak ada apa-apa kok kak, kak Nara sibuk nggak"


๐Ÿ“žnara : "nggak ini lagi ada di butik ei, lagi ukur badan buat baju keluarga"


๐Ÿ“ž Aksa : "emang mau ada acara apa kak"


๐Ÿ“žnara : "nah ginini uncle baik hati yang lupa ulang tahun ponakannya"


๐Ÿ“žaksa : "ya maaf kak, kak aqw boleh nggak mintak bantuan kak Nara"


๐Ÿ“žnara : "emang bantuan apa sa kok serius amat"


๐Ÿ“ž Aksa : "giman ya kak ngomongnya aku binggung pasti entar di ketawain kakak lagi"


๐Ÿ“žnara : "kamu itu mau diketawain dari mana cerita aja belom, mending entar malem ajah deh kerumah soalnya aku mau pulang nih"


๐Ÿ“ž Aksa : "ok deh kak...dah kak"


๐Ÿ“žnara : "assalamualaikum aksa"


๐Ÿ“žaksa : "Iyah kakak waalaikum salam"


tututututu


putus Aksa sebelum kena Omelan sepupunya.


๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2