Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 55


__ADS_3

Seminggu sudah setelah kejadian ia bertemu dengan Aksa, dan kejadian dimana ia terjadi pertengkaran kecil dengan sang putra karna mendebatkan panggilang sang putra kepada Aksa. Setelah kejadian itu ia sudah tidak pernah bertemu dengan Aksa. Tapi ia masih saja tetap mengirimkan mawar di pagi hari. Sedangkan sang putra sekarang ia lebih pendiam sejak kejadian itu. Bahkan ia jarang mau di ajak ke butik, ia lebih memilih pulang kerumah dari pada ketempat kerja sang mami. Sedangkan eiliyah tak begitu mempermasalahkannya asal sang putra senang, di pikiran eiliyah mungkin sang putra sedang bosan datang ke butik.


Sekarang eiliyah ada waktu senggang jadi ia bisa menjemput sang putra sendiri. Sejak sang putra tak mau datang ke butik ia jadi jarang bertemu Dengan sang putra. Setelah menjemput sang putra eiliyah berencana mengajaknya makan siang di sebuah restoran yang baru-baru ini baru buka. Cukup lama ia menunggu sang putra keluar dari sekolah, ia memang berangkat lebih awal karna ia baru saja ada meeting dengan klien. Ia menyuru Eka kembali ke butik dengan taksi karna ia Tak ingin bolak balik jadilah ia sekalian menjemput Zie. Dilihatnya jam di pergelangan tangannya, ini sudah waktunya sang putra pulang sekolah. Anak-anak juga sudah banyak yang keluar dari gerbang sekolah.


Tok


Tok


Tok


Dilihatnya siapa yang mengetuk kaca mobilnya. Ternyata yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Segerah ia membuka pintu mobilnya.


“Assalamualaikum my boy” sapa eiliyah saat sang putra sudah duduk di sebelahnya, sambil mengulurkan tangannya.


“waalaikum salam mi” jawab Zie sambil menerima uluran tangan sang mami untuk di salami.


“gimana boy sekolahnya tadi” tanya eiliyah sambil menjalankan mobilnya.


“seruh mi” jawabnya singkat.

__ADS_1


“Boy kita mampir makan di luar ya” tanya eiliyah lagi.


“terserah mami” eiliyah mengerutkan keningnya mendengar jawaban singkat sang putra.


“kamu kenapa sih boy, akhir-akhir ini kok jadi pendiam” tanya eiliyah.


“Nggak papa mi, Zie Cuma cepek saja dengan kegiatan sekolah” ucap Zie mencari alasan.


Mendengar jawaban sang putra eiliyah memilih diam dan memfokuskan untuk mengemudikan mobilnya.


Beberapa menit mengemudikan mobilnya akhirnya sampai juga mereka ke restoran yang mereka tuju. Segerah eiliyah mengajak Zie untuk turun dari mobil dan masuk kedalam restoran.


“boy kamu mau pesan apa” tanya eiliyah kepada sang putra saat ia sudah mendapatkan tempat duduk dan memanggil pelayan.


“Terserah mami saja” jawab Zie yang masih terlihat lesuh.


“Ok” jawab eiliyah sambil memilih di buku menu yang tersedia di restoran itu.


Di saat menunggu sang mami memilih menu makanan. Ia melihat seseorang yang beberapa Minggu ini ia rindukan. Tak ingin menunggu lama Zie langsung berlari memeluknya.

__ADS_1


“papa... Papa kemana saja Zie kangen papa” ucap Zie sambil memeluk kaki jenjang Aksa.


Ya orang yang di lihat Zie adalah Aksa yang biasa ia panggil papa, ia begitu merindukannya. Tanpa meminta izin sang mami Zie langsung menghampiri Aksa dan langsung memeluknya.


Sedangkan Aksa sangat kaget tiba-tiba di peluk oleh Zie. Ia segerah mensejajarkan tubuhnya dengan bocah yang ia rindukan juga.


“Papa juga kangen sanyang, kamu gimana?” Tanya Aksa di selah-selah pelukannya.


“hikz...Kenapa papa nggak pernah temuin Zie... Hikz, apa Zie nakal sampai papa nggak mau ketemu sama Zie lagi...hikz... hiks” jawab Zie sambil terisak.


Di sisi lain eiliyah yang melihat kelakuan kaget dengan kelakuan sang putra, ia segerah menghampiri Zie.


“boy ayo kita pulang” ajak eiliyah tiba-tiba saat sudah berada di dekat mereka.


“Mi... Zie mau sama papa dulu mi... Hikz” tolak Zie sambil memeluk Aksa dengan erat.


“ayo Zie” ajak eiliyah lagi sambil mencoba melepaskan tangan Zie yang memeluk erat Aksa.


“Tunggu...”

__ADS_1


__ADS_2