Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 68


__ADS_3

"sial" aksa mengacak rambutnya, karna kesal melihat eiliyah yang pergi meninggalkannya.


setelah kepergian eiliyah aksa tak langsung menyusulnya. ia memilih menenangkan pikirannya dulu di taman rumah sakit. setelah beberapa saat berada di taman ia segerah menuju ke kamar rawat Zie untuk berpamitan.


"assalamualaikum" ucap aksa saat memasuki ruang rawat Zie. terlihat di sana eiliyah yang menyuapi Zie makan siang karna Zie baru bangun tidur, ada dua orang yang duduk di sofa satu wanita yang terlihat lebih mudah dari eiliyah dan ada satu laki-laki.


"waalaikum salam" jawab mereka bersama.


"papa kemana saja kok lama" ucap Zie sambil mengerucutkan bibirnya dan jangan lupa mata yang sudah berkaca-kaca. karna setelah bangun tidur Zie terus bertanya dimana aksa, dia juga tidak mau makan.


"maaf ya papa lama" aksa duduk di kursi sebelah tempat tidur Zie.


"maaf ya" ucap aksa lagi karna Zie masih diam.


"papa nggak di maafin nih" sejenak aksa berfikir karna melihat Zie yang masih ngambek "yasudah kalau papa nggak di maafin mending papa pulang" aksa bersiap untuk berjalan keluar kamar.


sebelum ia melangkah lengannya sudah di peluk erat oleh Zie.


"papa jangan pergi, Zie masih kangen papa" cegah Zie yang sudah terisak-isak.


sedangkan semua orang yang berada di ruangan itu merasa sedih melihatnya. bahkan eiliyah dadanya merasa sesak karna sang putra begitu tergantung kepada aksa.

__ADS_1


yania yang melihat sang keponakan begitu manja dengan seseorang yang tidak di kenalnya, sangat penasaran siapa laki-laki. beberapa kali ia memberi kode kepada eiliyah. tapi eiliyah tak menghiraukan kode dari sang adik meskipun dia tau.


"ya sudah kalau nggak mau papa pulang boy harus habisin makannya terus minum obat, ok" bujuk aksa.


"ok, tapi maunya disuapi papa" jawab Zie yang masih terisak-isak.


eiliyah segerah berpindah tempat agar aksa bisa menyuapi dengan nyaman.


"neng..." yania menghampiri eiliyah karna sudah begitu penasaran dengan laki-laki yang dekat dengan keponakannya.


"aaaa..." aksa menyuapi Zie.


"oh ya, kenalkan ini adik saya yania dan juga tunangannya"


"aksa"


"aqil"


"aksa"


"eemb... ini mas yang pernah video call dulu bukan?" tanya yania.

__ADS_1


mendengar pertanyaan yania aksa mencoba mengingat-ingat.


"kala ngak salah pas masnya lagi liburan ke pantai barengan sama zie sama neng ei" yania mencoba mengingatkan aksa, karna terlihat aksa sedang mengingat-ingat.


"owh... iya saya ingat" jawab aksa.


"wah senang bisa ketemu di sini, ternyata lebih tampan aslinya dari pada di ponsel" puji yana jujur.


aksa tertawa mendengar pujian dari yania, sedangkan aqil yang mendengar calon istrinya memuji cowok lalin hanya geleng-geleng kepala. karna sudah tau jika calon istrinya itu suka bicara ceplas-ceplos.


"dek.. kamu ini apa-apaan sih, ada aqil juga masih saja berani godain cowok" tegur eiliyah.


"ih.. eneng aku ngak godain kok, aku cuma bicara fakta tau" elak yania.


"tau deh" eiliyah malas meladeni ocehan sang adik ia memilih mengecek ponselnya yang dari tadi berbunyi pertanda banyak pesan yang masuk.


sedangkan aksa lebih fokus menyuapi zie makan, sambil mendengarkan perdebatan kedua kakak adik itu tanpa ingin ikut campur, yang menurutnya itu lucu.


"udah pa" tolak zie.


"kok udah, baru juga beberpa suap. ayo aaa... lagi" bujuk aksa.

__ADS_1


"gak mau, makanannya ngak enak" tolak zie sambil memperlihatkan wajah melasnya.


"yasudah kalau gitu sekarang minum obat, terus istirahat" mendengar itu zie hanya menggelengkan kepalanya.


__ADS_2