Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 39


__ADS_3

“Zie...”


“Hay om” Zie Meliah siapa yang tiba-tiba menyapanya.


“Makan di sini juga, aku tadi mampir ke butik mau ajak kamu makan siang. Tapi kata karyawan kamu, kamu udah berangkat makan siang di luar” jelas orang itu.


Mendengar itu Aksa jadi semakin penasaran dengan orang itu.


“Iya mas” eiliyah yang tau akan pandangan Aksa kepadanya langsung mengenalkan orang itu kepada Aksa agar tidak salah sangka.


“Mas kenalin ini Aksa, Aksa kenalin ini mas rio”


“Aksa”


“Rio”


Mereka saling memperkenalkan diri mereka, sambil berjabat tangan.


“Wah kelihatanya mejanya udah full semua” Rio melihat semua meja di restoran itu sudah terisi semua oleh orang yang istirahat makan siang.


“Ya sudah aku permisi dulu mau pindah restoran karna di sini udah full” pamit Rio.


Eiliyah yang mendengar itu merasa tidak enak, akhirnya eiliyah menawarkan kepada Rio untuk bergabung. Meskipun ia juga ragu apakan aksa memperbolehkan atau tidak.


“eeemmm... Mending mas gabung ajah sama kita” ucap eiliyah sedikit ragu, karna ia belum meminta izin aksa.


“nggak usah, takut ganggu kalian” tolak Rio, karna melihat Aksa yang hanya diam.


“Nggak papa gabung ajah” tawar Aksa. Sebenarnya dia juga tidak rela.


“bener nih, saya jadi nggak enak ganggu kalian makan” Rio memastikan


“iya mas” jawab eiliyah ramah.


Rio langsung menarik salah satu kursi kosong yang berada di antara Zie dan Aksa.


Eiliyah langsung memanggil salah satu pelayan agar Rio segerah memesan makan siangnya.


Setelah makanan Rio datang mereka memakan makanan mereka dengan sedikit perbincangan.


“ini sepupu kamu ya ei, kok aku ngak pernah lihat” tanya Rio.

__ADS_1


“Uhuk... Uhuk... Uhuk...” Eiliyah tersedak makanan yang ia makan, karna memdengar pertanyaan Rio.


Sedangkan Aksa dan Rio melihat eiliyah tersedak makanan. Mereka berdua langsung menyodorkan minum untuk eiliyah.


Melihat mereka berdua menyodorkan minum untuknya. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengambil minum yang di sodorkan oleh Aksa.


“hati-hati dong kalau makan” ucap Aksa.


“iya... Makasi” eiliyah menaruh minumannya kembali.


Ia baru ingat jika sepupunya pernah bercerita tentang seseorang yang bernama Rio. Dan dia juga mengingat jika Rio adalah seseorang yang suka dengan eiliyah. Di lihat sejak ia datang ke meja mereka, terlihat dari matanya kalau Rio menyukai eiliyah. Bahkan dia juga dekat dengan zie.


“saya pacarnya eiliyah” tanpa menunggu eiliyah menjawab pertanyaan Rio tadi Aksa langsung menjawab pertanyaan Rio tadi.


Setelah Aksa menjawab pertanyaan Rio tadi eiliyah hanya diam tanpa menyauti ucapan Aksa.


Sedangkan Rio kaget dengan jawaban Aksa. Selama ini ia menanti eiliyah membuka hatinya untuk dapat menerima dirinya. Tapi kenapa begitu sulit untuk eiliyah menirima dirinya. Bahkan ia sekarang bisa menerima lelaki yang umurnya berbeda dengannya. Bahkan ia sudah beberapakali mengungkapkan isi hatinya kepada eiliyah.


Setelah mereka menyelsaikan makan siang. Mereka sempat berebut untuk membayar makan siang mereka. Tapi akhirnya Aksa yang membayar semua makanan mereka. Sebenarnya Rio merasa tidak enak dengan Aksa. Setelah makanan mereka di bayar Rio harus pamit terlebih dahulu karna ia harus segerah kembali ke kantor.


Sepeninggalan Rio mereka langsung pergi dari restoran untuk segerah kempali ke perkerjaan mereka. Di perjalanan menuju parkiran Aksa hanya diam sambil mengandeng tangan Zie. Sedangkan eiliyah jalan di belakang mereka.


Aksa tadi berangkat meeting membawa satu mobil dengan Ezra. Tapi Aksa menyuru Ezra untuk membawa mobilnya. Ia ingin pulang bersama eiliyah. Sebenarnya tadi Aksa menyuru Ezra untuk pulang membawa mobil eiliyah tapi eiliyah tidak mau.


Di dalam mobil


Sebelum Aksa membuka pembicaraan ia melihat ke jok belakang, ternyata Zie memang sudah ter tidur.


“siapa tadi” tanya Aksa dengan nada serius.


“tadi mas Rio senior aku waktu kuliah” jelas eiliyah.


“kelihatannya kalian Deket banget sampai tau semua Saudara kamu” mendengar pertanyaan Aksa membuat ia memejamkan matanya sejenak.


“sepertinya dia juga suka sama kamu” timpanya lagi.


Sebelum menjawab semua pertanyaan Aksa ia menghembuskan nafasnya panjang.


“di...dia memang dekat dengan keluarga aku, tapi aku nggak ada perasaan apa-apa sama dia” jelasnya.


“eeemmmb... Di...dia juga beberapakali nyatain perasaannya sama aku...” lanjut eiliyah.

__ADS_1


Aksa meliriknya tajam sambil memfokuskan dirinya mengendarai mobil.


“Beneran yang aku nggak ada perasaan apa-apa sama dia, padahal di udah baik banget sama aku,bdia selalu ada di saat aku terpuruk, dia kenal sama keluarga aku karna waktu aku baru cerai bunda nyuru mas Rio anterin aku pulang, karna takut ada apa-apa sama aku di jalan...”


“Tapi aku nggak pernah bisa cinta sama dia, Aku anggap dia Cuma sebagai kakak aja nggak lebih. Sekarang terserah kamu mau percaya atau tidak, yang penting aku udah jelasin semuanya ke kamu tanpa ada yang aku tutup-tutupi” jelas eiliyah panjang lebar.


“aku percaya kok sama kamu, maaf ya” Aksa mengelus lembut kepala eiliyah.


Tanpa di rasa ternyata mobil mereka sudah memasuki halaman kantor milik Aksa.


“Kok mobilnya berhenti di sini sih” mendengar perkataan eiliyah Aksa mengerutkan dahinya sambil memandang eiliyah yang sedang mengamati keadaan sekitar.


“memangnya kenapa” eiliyah melihat Aksa tajam.


“Memang kamu nggak malu sama karyawan kamu” tanya eiliyah.


“malu kenapa, aku bosnya di sini jadi terserah aku dong” jawab Aksa.


“Terserah kamu deh”


“Yaudah aku mau kerja dulu” Aksa mencium kening eiliyah kemudian mereka sama-sama segerah turun dari mobil. Eiliyah segerah masuk kedalam tempat mengemudi dan langsung melajukan mobilnya.


Setelah mobil eiliyah sudah t terlihat lagi Aksa langsung menuju ke ruangannya. Di saat dia suda masuk keruangan ternyata ada seseorang yang membuat moodnya semakin jelek.


“ngapain lu, pergi dari ruangan gue” usir Aksa


“sayang aku kesini itu mau ajak kamu untuk mempersiapkan pertunangan kita” siska menghampiri Aksa dan langsung bergelayut manja di lengannya.


Sedangkan Aksa melihat Siska bergelayut di lengannya langsung melepaska tangan Siska dan berjalan menuju kursi kebesarannya.


Siska yang mendapat penolakan dari Aksa hanya membuang nafasnya kasar.


“Sabar-sabar” gumam Siska dalam hati.


“sayang kita harus pesan gedung, catering, baju, dan yang paling penting adalah cincin” jelas Siska yang sudah mendudukan dirinya di kersi kosong depan meja Aksa.


“memang siapa yang mau tunangan sama kamu?” Aksa mengerutkan dahinya mendengar rinjian yang di bicarakan sisika.


“kedua orang tua kita sudah setuju sayang” ucap Siska.


“Tapi aku nggak pernah mau tunangan sama kamu, karna aku udah punya pilihanku sendiri” tolak Aksa.

__ADS_1


“kalau aku nggak bisa dapetin kamu cewek mana pun nggak ada yang boleh miliki kamu” Aksa hanya menggelengkan kepalanya pelan mendengar perkataan Siska.


Setelah berkata seperti itu siska langsung keluar dari ruangan Aksa. Dan Aksa melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan gertakan dari Siska.


__ADS_2