Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 28


__ADS_3

Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah yang sederhana dua lantai. Setelah menpuh perjalan dari ibu kota ke Jogja akhirnya sampai juga. Seseorang wanita paruh baya keluar rumah melihat siapa yang datang Ketika mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah. Dan benar saja orang yang ia tunggu-tunggu sudah datang. Di sambutnya sang putri dan cucunya yang turun dari mobil.


“Assalamualaikum bunda” eiliyah langsung mencium punggung tangan sang bunda.


Itu adalah bunda eiliyah yang sudah menunggu kedatangan eiliyah sejak ia pamit berangkat menuju kampung kelahirannya. Hati seorang ibu selu mencemaskan sang ana ketika sang anak menempuh perjalanan jauh. Apalagi dia aseorang perempuan.


“Waalaikum salam” balasnya sambil memeluk dan menciumi wajah sang putri.


“cucu uti” yang langsung mengendong cucu kesayangannya. (Uti adalah nenek dalam bahasa Jawa).


“boy Salim sama uti dulu” suruh eiliyah pada sang putra.


“Assalamualaikum uti” Zie langsung menghujani ciuman untuk neneknya.


“ waalaikum salam, kamu tambah berat sayang” sambil menurunkan cucunya.


“zie makan banyak nek biar bisa jagain mami” jawab zie.


“anak Soleh, ayo kita kedalam” ajaknya. Eiliyah langsung mengikuti dari belakang.


“assalamualaiku” eiliyah langsung memberi salam ketika sudah berada di ruang tengah. Di sana terdapat sang ayah dah adiknya jorddan yang sedang melihat tv di atas karpet.


“Waalaikum salam, waduh cucu Mbah kung tambah ganteng” sambut ayah eiliyah dengan merentangkan tangan memanggil sang cucu agar mendekat ke arahnya.


“Ayah sehat” eiliyah meraih tangan sang ayah agar ia bisa mencium punggung tangannya.


“Alhamdulillah sehat” ayahnya menjawab sambil sibuk menciumi wajah sang cucu yang duduk di pangkuannya.


“udah dong kung” tolaknya ketika sang kake akan menciuminya lagi.


Eiliyah yang melihat itu merasa senang. Zie selalu menjadi penghibur sang ayah dan bundanya.


“gimana dan kuliahnya” tanyanya ketika sang adik mencium punggung tanggan sang kakak.


“ya gitu lah neng” jawabnya singkat.


“Kuliah yang bener, jangan mikirin pacaran Mulu” tutur eiliyah.


“Iya tu” sahit bunda sambil memberikan minum untuk eiliyah.


“Makasih Bun, yania kerja pulang jam berapa bun” setelah menerima minuman itu dan meminumnya sedikit untuk menghilangkan dahaganya.


“bentar lagi juga udah pulang, biasanya kalau hari Sabtu gini setengah hari” ucap bundah sambil mendudukkan dirinya di dekat eiliyah.


Mereka berbincang-bincang cukup lama. Menceritakan kesibukan mereka masing-masing.

__ADS_1


Suasana seperti inilah yang selalu membuat eiliyah kangen. Sebenarnya eiliyah sudah mengajak ayah dan bundanya untuk ikut tinggal bersamanya, tapi mereka selalu menolak. Katanya lebih senang tinggal di kampung sendiri daripada di kampung orang.


Saking asiknya merekaelepas kangen tak terasa sudah waktunya Dzuhur.


“ayo Zie ikut Mbah kung ke musholla” ajaknya


“ojok sek Tah yah, kan tasek kesel” tegur sang bunda.


(Jangan dulu dong yah, kan masih capek)


“Kalau Zie nya mau nggak papa kok bin” jawab eiliyah.


“Zie mau ikut Mbah kung ke musholla atau nggak” lanjut eiliyah.


“Mau mi” sahutnya dengan lantang dan gembira.


Kemudian mereka bergegas pergi ke musholla bersama-sama. Sedangkan eiliyah dan bunda melaksanakan sholat di rumah. sekalian menyiapkan makan siang untuk mereka.


“Neng...” panggil bunda.


“iya Bun” jawab eiliyah sambil menghangatkan makanan.


“eeemmmm... Kamu... udah punya pacar apa belum” tanya bunda ragu.


“maksudnya Bun” eiliyah mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan bunda.


“udahlah Bun jangan bahas itu” ucap eiliyah lesuh.


Karna setiap pulang eiliyah selalu di tannyai seperti itu. Tapi memang selalu ada saja yang meminta dirinya untuk di jadikan pendamping. Itupun selalu berbeda-beda orang. Eiliyah sampai binggung ada apa dengan dirinya. Padahal ia juga jarang pulang ke Jogja, jarang keluar rumah sesampainya di rumah ia juga jarang keluar rumah kerna sudah capek di perjalanan. Tapi kenbisa banyak orang yang ingin meminang dirinya.


“asssalamualaiku” Zie memasuki rumah dengan riang yang di ikuti sang kakek dan om jorddan.


“Waalaikum salam, ayo cepat ganti baju terus kita makan siang” jawab bunda menghampiri Zie.


“Ok,


Mereka langsung bergegas melepas baju kokoh yang ia pakai. Kemudian langsung berkumpul di meja makan untuk menikmati makan siang mereka.


Di meja makan sudah banyak menu yang di hidangkan. Karna tau sang putri dan cucu mereka akan datang bunda memasak banyak makanan untuk mereka.


Setelah itu Mereka menikmati makan siang mereka dengan diam.


“assalamualaikum...” sahut seseorang yang baru datang dan langsung menghampiri mereka di meja makan.


“waalaikum salam” jawab mereka serempak.

__ADS_1


“Neng ei kapan datang” tanyanya dengan menyalami semuao orang yang ada di meja makan kecuali jorrdan dan Zie.


Dia adalah yania adik eiliyah yang perempuan. Wajah mereka mirip Cuma yania sedikit tomboi dan eiliyah kalem.


Yania baru pulang dari kerja. Ketika ia sampai di depan rumah, ia melihat sebuah mobil CR-V warna silver yang sudah terparkir di depan halaman rumah mereka. Yania sudah tau siapa pemilik mobil itu dan langsung memasuki rumahnya menghampiri semua orang yang sedang menikmati makan siang mereka.


“Boy tambah ganteng aja” yania menoel-noel pipi chubby Zie setelah mendudukkan dirinya di sebelah keponakan tampannya.


“iiihhhh...” Zie langsung menjauhkan tangan tantenya.


Tapi yang punya tanggan selalu saja jail pada Zie. Jiaka yania dan Zie duduk bersama selalu saja seperti kucing dan tikus. Karana yania selalu menjaili Zie, sedangkan Zie selali marah jika yania menggodanya. Di situlah yania makin suka menjaili Zie.


“udoh dong ni, biarin Zie makan” yania langsung diam mendengar teguran sang bunda.


“Cuci tangan dulu” tangannya di pukul bunda Di saat yania ingin mengambil nasi.


“Hehehe... Iya Bun” yania langsung bergegas mencuci tangannya.


“mamii...” bukan yania kalau tidak bisa membuat Zie jengkel dengannya. Di saat ia mendudukkan dirinya ia sengaja menyenggol kaki Zie.


“yania...” tegur eiliyah


“Iya neng” ia langsung mengambil makannya dan langsung menikmatinya dengan diam.


Usai menikmati makan siangnya mereka berkumpul di ruang keluarga. Tapi eiliya meminta izin untuk istirahat karna dirinya terlalu capek setelah menempuh perjalanan berjam-jam. Sedangkan yania juga ke kamarnya untuk membersihkan diri dan Menganti pakaiannya.


Tadinya ia mengajak sang putra untuk istirahat juga. Tapi Zie tidak mau karna ingin bermain dengan jorrdan.


Zie selalu menempel dengan jorrdan, kadang jorrdan harus mengajak Zie bermain dengan teman-temannya karna zie tidak mau di tinggal. Sampai jorrdan tidur pun Zie juaga meminta dengan jorrdan.


Waktu menunjukkan pukul 16.30 tapi mereka tidak melihat eiliyah keluar dari kamarnya. Hinggak bunda menyuruh yania untuk membangunkan sang kakak.


Tok tok tok


“Neng udah soreh” ucap yania


“iya” sahut eiliyah yang berada di dalam kamar.


“ya Allah udah soreh” ia langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan diri untuk melaksanakan sholat ashar.


Ia terlalu capek setelah menempuh perjalanan berjam-jam. Sampai-sampai ia bangun kesorean. Usai melaksanakan kewajibannya eiliyah langsung ikut berkumpul di ruang keluarga.


“Loh yah, mana zie” ketika ia tidak melihat sang putra ikut bergabung dengan mereka.


“ikut jorrdan maen” jawab ayah.

__ADS_1


Eiliyah yang mendengar itu hanya menghembuskan nafasnya kasar. Eiliyah sampai heran dengan sang putra. Karna tidak ada capeknya setelah menempuh perjalanan berjam-jam.


__ADS_2