
tibalah hari Minggu yang di tunggu-tunggu aksa. jam sudah menunjukkan pukul 10.00 Aksa langsung bergegas menuju butik eiliyah. karna eiliyah harus menemui Klein dulu jam 09.20 beberapa menit Aksa mengendarai mobilnya menuju ke bening boutiq. tibalah sekarang Aksa di depan pintu masuk bening boutiq setelah memarkirkan mobilnya.
"selamat pagi tuan, silahkan" sapa satpam setelah membukakan pintu masuk bening boutiq. Aksa hanya mengangguk. kemudian dia langsung menuju ke tempat kasir.
"mbak... mbak... mbka" ucap Aksa
sedangkan penjaga kasir itu Masi terpanah akan ketampan Aksa sampai Aksa memanggilnya beberapa kali tetap saja kasir itu terbengong melihatnya kemudian Aksa mejetikkan jarinya kedepan wajah kasir itu.
"oh... iy_iya tuan ada yang bisa saya bantu" ucap penjaga kasir itu
"saya ingin bertemu dengan Bu eiliyah" ucap Aksa
"apa tuan sudah membuat janji" ucap sang kasir lagi.
sebelum Aksa menjawab pertanyaan sang kasir, Zie yang kebetulan duduk di tengah tangga itu melihat Aksa dan langsung menghampirinya.
"om" triak Zie berlari menghampiri Aksa sambil merentangkan tangannya. aksa yang melihat itu langsung tersenyum dan membalas rentangan tangan Zie untuk di peluk.
"udah siap berangkat Zie, mana mami" ucap Aksa sambil merenggangkan pelukannya.
"masih di atas om, ada tamu" ucap zie sambil mengandeng Aksa menuju ketempat salah satu sofa tunggu.
sedangkan para karyawan eiliyah lainnya penasaran akan sosok Aksa yang langsung akrap dengan zie.
"udah sampai sa" sapa eiliyah yang melihat keseruan Aksa dan zie yang sedang asik bermain dengan ponsel Aksa.
"udah dari tadi Liy... kamu udah selesai" jawab Aksa sambil mengembangkan senyumnya.
"udah... ayo berangkat" ucap eiliyah. zie yang mendengar itu langsung meloncat kegirangan.
"Eka saya pergi dulu ya, mungkin langsung pulang" pamit eiliyah pada sekertarisnya yang kebetulan berada di lantai bawah.
"ayo berangkat mami" ajak Zie
"iya ayo" balas eiliyah yang mengekor di belakan Aksa dan Zie.
"oh ya bawa mobil aku ajah ya" ucap Aksa
__ADS_1
"terserah deh" jawab eiliyah
Aksa yang mendengar jawaban eiliyah langsung membukakan pintu untuk eiliyah.
"makasi" ucap eiliyah dengan mengembangkan senyumnya kemudian masuk ke mobil. setelah itu bergantian membukakan pintu belakang mobil untuk di duduki Zie. kemudian Aksa langsung bergegas masuk untuk mengemudikan mobilnya.
"Zie kamu mau nggak pergi ke kebun binatang" tanya Aksa pada Zie
"mau om mau banget" jawap zie. sedangkan eiliyah yang mendengar perkataan Aksa itu langsung menolehkan kepalanya menatap Aksa. Aksa yang melihat itu hanya mengembangkan senyum.
"izin mami dulu dong zie" ucak Aksa
"boleh ya mii" ucap Zie yang memohon kepada eiliyah. eiliyah yang melihat sikap putranya seperti itu dia hanya bisa pasrah. sambil menghembuskan nafas panjang eiliyah memberi izin dengan menganggukkan kepalanya.
"terima kasi mami" ucap Zie yang langsung memberikan ciuman di pipi sang mami. sedangkan Aksa yang melihat itu merasa senang. di tengah perjalanan Aksa mencoba untuk membuka obrolan agar dia tidak merasa canggung. karena Zie sudah tertidur di jok belakang.
"makasi ya udah izinin Zie" ucap Aksa
"harusnya aku yang bilang makasih karna kamu mau ajak Zie main lagian mau di tolak pun percuma dia bakal ngambek" jawab eiliyah
"apa Zie setiap hari selalu ikut kamu ke butik" tanya Aksa
"terus kalau di rumah sama siapa" tanya Aksa lagi
"di rumah ada bibi, memang sih bibi sebenernya mau menjaga Zie setiap hari tapi akunya yang nggak mau" jawab eiliyah
"memang Zie jauh dari Oma opanya" ucap Aksa
" ada sih, Orang tua dari papi orang sini tapinyah ngk enak saja kalau aku sering-sering ke sana kalau ayah sama bunda ada di Jogja sama adik aku, aduh jadi curhat nih" ucap eiliyah
"nggak papa biar aku bisa tau tentang kamu" ucap Aksa
"maksudnya" tanya eiliyah
"nggak papa" jawab Aksa singkat
akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan.
__ADS_1
"biar Zie aku yang gendong saja, kasian kalau di bangunin" ucap Aksa
"nggak usah sa, biar aku saja" tolak eiliyah
"nggak papa" ucap Aksa singkat kemudian bergegas untuk turun dari mobil tanpa menunggu jawaban dari eiliyah. eiliyah yang melihat kelakuan Aksa hanya menghembuskan nafas kasar.kemudian ia langsung turun dari mobil dan berjalan beriringan dengan Aksa yang menggendong putranya. sesampainya di ruang tunggu pembelian tiket ternyata Zie sudah bangun.
"kamu tunggu saja di sana" ucap Aksa yang menunjuk beberapa kursi tunggu yang di sediakan.
"iya" jawab eiliyah singkat kemudian berjalan sambil mengandeng sang putra yang terpikat Masi malas karna baru selsai bangun tidur. sedangkan Aksa lengsung mengantri untuk pembelian tiket. untung saja loketnya tidak terlalu antri. selesai membeli tiket Aksa langsung menghampiri eiliyah dan Zie.
"ayo masuk" ajak Aksa
"oh ya sa, kita cari musholla dulu ya udah waktunya sholat Dzuhur" ucap eiliyah.
"kita sholat di dalam saja ya, kamu bawa mukena kan" tanya Aksa
"bawa" jawabnya singkat. kemudian mereka masuk ke tempat wisata itu dan langsung mencari musholla dulu. mereka berjalan beriringan dengan zie yang berada di tengah-tengah mereka. sedangkan orang-orang yang melihat mereka menyangka bahwa mereka adalah keluarga. sampailah mereka di tempat yang mereka cari.
"boy kamu sholat sama om ya" ucap eiliyah sebelum pergi ketempat wudhu putri
"ok mami" jawab zie singkat
sedangkan Aksa merasa malu kepada eiliyah karna dia memang sering mengabaikan sholat.
"ayo om" ucap Zie sambil menarik ujung jaket yang di gunakan Aksa
"oh ... iya" jawab Aksa. kemudian mereka langsung bergegas menuju ke tempat wudhu pria setelah itu melaksana kan sholat.setelah melaksanakan sholat mereka langsung berjalan2 ketempat wisata yang mempunyai banyak koleksi satwa dan ada juga beberapa wahana dan beberapa kolam renang. Zie sangat senang dapat berjalan-jalan kerna sang mami terlalu sibuk sehingga susah untuk Zie berjalan-jalan ke tempat wisata.
"zie mau berenang" tanya Aksa
"mau om mau" jawab zie gembira.
"tapi Zie kamu nggak bawa baju ganti" cega eiliyah karna dia tidak menyiapkan keperluan Zie untuk berenang.
"nggak papa Liy entar kita kan bisa beli" ucap Aksa
sedari tadi eiliyah hanyalah dapat menuruti
__ADS_1
aksa. karna Zie sudah nyaman dengan Aksa bahkan dia tidak sungkan untuk meminta gedong pada Aksa. entah kenapa Zie bisa langsung dekat dengan aksa. padahal Zie susah sekali dekat orang-orang yang baru ia kenal.