Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 56


__ADS_3

“tunggu...” hati eiliyah bergemuruh karna melihat pergelangan tangannya yang di pegangan oleh Aksa karna menghentikan ia untuk mengambil Zie yang memeluk erat dirinya.


“LEPAS... Tidak perlua anda ikut campur dengan urusan saya atau anak saya” ucap eiliyah penuh penekanan. Selesai berbicara seperti itu akhirnya sang eiliyah bisa melerai pelukan sang putra dan segerah berjalan menuju pintu keluar.


“huhuhu...Mii... hiks... Zie mau sama papa hikz” Zie meronta-ronta masih ingin bersama dengan Aksa.


Sebelum eiliyah keluar dari restoran itu terliat ada seorang wanita yang memasuki restoran itu. Ia berjalan berlengak lenggok bak model.


“wah kebetulan sekali bisa bertemu dengan anda di “ ucapnya menghampiri eiliyah.


Sedangkan Aksa yang melihat itu memijat pelan pangkal hidungnya. Karna Akan ada perang dunia yang akan menimpanya. Setelah eiliyah marah karna Zie yang memberontak Inging bersamanya sekarang di tambah dengan kedatangan Siska yang secara tiba-tiba berada di restoran barunya. Seseorang wanita yang datang itu tadi adalah Siska, dan restoran yang baru di buka ini adalah restoran milik Aksa.


“Saya hanya mau memberikan ini, besok datang ya” ucap Siska sambil menyerahkan sebuah undangan.


Eiliyah menatap Aksa setelah membaca nama siapa yang tertera di undang yang di berikan Siska untuknya. Undangan itu adalah undangan pertunangan Aksa dan juga Siska, yang sudah di rencanakan kedua orang tua Siska dan juga Aksa, itu pun juga tanpa sepengetahuan Aksa.

__ADS_1


“selamat untuk kalian...” Aksa mengerutkan keningnya merasa heran kenapa ia mengucapkan selamat kepadanya dan juga Siska.


“Sebisah mungkin saya meluangkan waktu untuk datang ke acara Pertunangan Kalian” ucap eiliyah dengan penuh penekanan di kata pertunangan.


Mendengar itu Aksa segerah menghampiri eiliyah dan Siska. Di lihatnya namanya tertera jelas di undangan yang di bawa ole eiliyah.


“liy aku benar-benar nggak tau masalah pertunangan, ini aku berani sumpah Liy, percaya sama aku” Aksa mencoba menjelaskan kepada eiliyah.


“itu sudah bukan urusan saya lagi” jawab eiliyah.


“liy...” panggilan Aksa. Tapi eiliyah sudah tak mau menghiraukannya lagi ia terus berjalan mengandeng sang putra yang masih terisak keluar dari restoran itu.


“Apa maksudnya undangan itu” tanya Aksa tajam.


“Ya itu undangan pertunangan kita” jawab Siska enteng.

__ADS_1


“siapa yang mau nikahin cewek licik seperti lu” mendengar itu Siska menggelar nafas.


“Sayang kamu kok gitu sih” ucapnya manja. Sambil memegang lengang Aksa.


“lepas... Ingat ya gue nggak pernah mau nikah sama lu, lagian siapa yang nyuruh lu buat semua itu” tanya Aksa.


“orangtua kita udah bicarain semuanya kok, semua udi mereka siapin kita nggak perlu repot-repot” jelas Siska.


“jadi mereka ambil keputusan ini tanpa sepengetahuan gue” gumam Aksa dalam hati.


Tanpa ingin membalas perkataan Siska Aksa langsung pergi dari restoran itu.


“sayang... Kamu mau kemana” panggil Siska.


“Terserah deh yang penting aku bisa miliki kamu” ucap Siska lirih dengan tersenyum licik saat panggilannya tak di hiraukan oleh Aksa. Siska segerah mencari tempat duduk dan memesan makan siangnya di restoran itu.

__ADS_1


Sedangkan Aksa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan faresta. Saat sampai dedepan perusahaan Aksa segerah turun dan menuju keruangan sang papa. Akhir-akhir ini papanya memegang sering berada di perusahaan. Saat sudah berada di depan ruangan sang papa tanpa menunggu lama Aksa segerah membuka pintu itu tanpa meminta persetujuan dari sang punya ruangan.


“Pa...”


__ADS_2