Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 2


__ADS_3

prov eiliyah


setelah eiliyah keluar dari restoran eiliyah langsung menuju ke sekolah Zie. di depan sekolah Zie eiliyah segera turun dari mobil. terlihat anak kecil yang duduk di kursi depan pos satpam sambil mengayun-ayunkan kakinya. terlihat wajah sang anak yang terlihat manyun karna menunggu sang mami tak kunjung menjemputnya.


"boy maafin mami yah" ucap eiliyah kepada anaknya dengan wajah memelas karna terlambat menjemputnya.


"maaf ya sayang, janji deh besok-besok nggak telat lagi..." eiliyah mengacungkan jari kelingkingnya.


"ya... ya..." zie menyatukan jari kelingkingnya "janji yaa" eiliyah mengangguk-anggukkan kepalanya karna sudah mendapat maaf dari sang putra.


setelah itu eiliyah dan Zie masuk ke mobil. dalam perjalanan menuju butik eiliyah menanyakan apa saja kegiatan putranya pada hari ini. zie menceritakan kegiatannya di sekolah dengan semangat.


skip


setelah melewati perjalanan 30 menit akhirnya mereka sampai di depan butik.


"ayo kita turun boy" ajak eiliyah


Zie turun dari mobil menuju Ke ruangan kerja maminya, sedangkan sang mami melanjutkan pekerjaannya, yang sudah ia tinggalkan. beberapa saat setelah menyelesaikan pekerjaannya eiliyah kembali ke ruangannya untuk menyusul sang putra. saat ia membuka ruang kerjanya dia melihat zie tertidur di sofa dengan memakai seragamnya. mendekat mengelus rambut anaknya yang tertidur pulas dengan berkata "maafkan mami yah boy, mami nggak bisa memberikanmu keluarga yang utuh" ucapnya lirih. puas memandangi wajah putranya yang tertidur pulas, eiliyah menuju meja kerjanya untuk menyelesaikan beberapa disain pesanan pelanggannya.


skip


prov aksa


setelah makan malam dengan kedua orang tuanya Aksa naik ke atas menuju ruang kerjanya. rencananya ingin melanjutkan pekerjaan yang tidak akan pernah ada selesainya. tapi sayang pikirannya tidak bisa difokuskan untuk melanjutkan pekerjaannya. karna sekarang yang difikirkan hanyalah eiliyah.


"kamu lagi mikir apa sih" tiba-tiba seseorang menerobos masuk kedalam ruang kerja Aksa. ya, itu adalah Renna faresta (ibunda aksa).

__ADS_1


"mama bikin kaget ajah, masuk ngak letuk pintu dulu" ucap Aksa yang melihat mamanya tiba-tiba menerobos masuk.


"Mama udah ketok-ketok pintu Sampek tangan mama sakit, tapi kamu malah enak-enakan ngelamun" ucap mama Renna kesal.


Aksa hanya memutar bola matanya malas.


"emang kamu lagi kepikiran apa sih, kok Sampek segitunya" mama Renna duduk di kursi yang berada di depan meja Aksa.


"ngak mikirin apa-apa kok ma, ada apa mama kesini" ucap Aksa.


"itu... mama cuma mau bilang di bawah ada siska" ucap mama Renna


"mau ngapain sih ma dia kesini" tanya Aksa malas.


"kamu itu kenapa sih kok selalu cuek sama Siska, padahal mama lihat dia anak yang sopan" ucap mama Renna


"padahal mama senang loh kalau kamu jadian sama Siska, dia cantik, sopan, berpendidikan, bibit bebet bobotnya kurang apalagi coba, mama papa juga udah kenal baik dengan kedua orang tua siska" ucap mama Renna


"tapi aksa nggak suka sama dia ma" ucap Aksa


"ya udah terserah kamu aja, turun gih temuin Siska kasian dia nungguin kamu lama" ucap mama Renna sebelum keluar dari ruangan aksa.


Aksa menghembuskan nafasnya kasar lalu beranjak dari tempat duduknya untuk pergi menemui siska.


"ada apa kamu kesini" Aksa mendudukkan dirinya di sofa.


"nggak ada apa-apa kok, aku cuma kangen sama kamu saja" Siska berpindah tempat duduk tepat di samping aksa

__ADS_1


"kalau nggak ada yang penting mending kamu pulang, aku ngantuk" Aksa menyingkirkan tangan Siska yang memeluk lengannya.


"kamu kok gitu sih sama aku, aku kan kangen kamu... lagian ini masih sore loh sa" ucap Siska memelas


Aksa hanya memutar bola matanya dengan malas.


"emang kamu ngak bosen apa di rumah terus...ayo dong sa kita jalan-jalan" ucap Siska manja.


"nggak, aku capek mau istirahat, kalau kamu mau di sini silahkan aku mau istirahat" ucap Aksa langsung pergi meninggalkan Siska.


saat dia melewati ruang keluarga mama Renna bertanya "loh sa siska udah pulang kok kamu udah masuk?" tanya mama Renna tumben-tumbenan Siska tidak pamit.


"masih ada di depan ma" jawab Aksa menaiki tangga.


"kamu kok tinggalin Siska sendiri Sih sa, kan kasian siskanya" ucap mama Renna dengan melihat anaknya menaiki tangga.


sedangkan Aksa pergi meninggalkan mamanya tanpa menjawab pertanyaannya. Renna geleng-geleng melihat kelakuan putra semata wayangnya itu.


setelah kepergian ia menuju ruang tamu menemui Siska.


"Siska maafkan Aksa ya, mungkin dia capek" ucap mama Renna tidak enak hati.


"nggak apa-apa kok Tante, Siska ngerti...ya udah Tan Siska mau pamit pulang dulu" ucap Siska


"ya sudah hati-hati di jalan, sekali lagi maaf ya" ucap mama Renna


"iya Tante" ucapnya sambil mencium tangan mama Renna.

__ADS_1


__ADS_2