Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 18


__ADS_3

Pagi ini Aksa Bangun dengan hati yang berbunga-bunga. setelah memakai baju rapi Aksa segerah turun ke bawah untuk segerah berangkat menjemput eiliyah dan zie. karna memang kemarin Aksa langsung mengantarkan eiliyah pulang ke rumahnya. jadi sekarang ia harus menjemput eiliyah agar eiliyah tidak memesan taksi online. ketika Aksa menuju ke meja makan di sana suda ada kedua orangtuanya.


“Pagi ma, pagi pa” ucap Aksa sambil mencium kedua pipi sang mama.


“Pagi juga” ucap papa Aksa


“Pagi juga, kamu seger banget hari ini” tanya sang mama


“biasa aja kok ma” ucap Aksa sambil meminum kopi yang di sediakan untuknya.


“Yaudah ma, pa Aksa pamit dulu” ucapnya lagi yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


“kamu belum makan loh sa” ucap mama Aksa


“Nanti saja ma dikantor” ucap Aksa sambil berjalan keluar rumah.


Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya akhirnya sampai juga di halaman rumah eiliyah. aksa bergegas turun dari mobil dan langsung memencet bel rumah eiliyah.


“Pagi tuan Aksa, mari tuan” sapa bik ani ketika membukakan pintu.


“Pagi juga bik, Liy udah siap belom bik” tanya Aksa pada bio ani


“baru saja turun untuk serapan tuan” jawab bik ani. kemudian Aksa hanya mengangguk dan langsung menuju ke meja makan.


“assalamualaikum” ucap Aksa


“waalaikum salam sa, ayo sarapan bareng” ajak eiliyah. langsung mengambilkan segelas susu untuk aksa


“Waalaikum salam om” sapa Zie


“silahkan” ucap eiliyah emberikan segelas susu putih untuk aksa. kemudian beralik mengambilkan nasi goreng untuk Aksa.


“Masih” ucap aksa


“zie kamu nanti pulang jam berapa” tanya Aksa pada Zie.


“Sebenernya Zie mau langsung pulang ke rumah om, tapi nggak di bolehin sama mami, suruh pulang ke butik” ucap Zie sambil mengadu ke Aksa.


“ya... Mungkin mami kawatir Zie sama kamu” ucap Aksa memberikan penjelasan pada Zie.


“boy, kalau makannya udah ambil tasnya entar takutnya om Aksa kesiangan” ucap eiliyah


“Iya mii” ucap zie langsung bergegas mengambil tas sekolahnya di kamarnya.


“Liy sekali-kali kamu bolehin Zie pulang ke rumah buat main sama teman-temannya, mungkin saja Zie bosan tiap hari di butik” ucap Aksa


“Aku lakuin itu juga punya Alasan, jadi kamu nggak usah repot-repot urusin Zie” ucap eiliyah sinis.


“liy....” ucap Aksa ingin menjelaskan tapi terpotong oleh kedatangan Zie.


“Ayo om Zie udah siap” ajak Zie yang sudah berada di antara Aksa dan eiliyah.


“kamu udah selesaika Liy” tanya Aksa pada eiliyah. eiliyah hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengekor di belakang Zie dan Aksa.

__ADS_1


Skip


Setelah Aksa mengantarkan Zie kesekolah sekarang ia langsung bergegas menuju butik eiliyah. di perjalanan menuju butik eiliyah hanya diam memandang keluar jendela. aksa yang dari tadi memperhatikan eiliyah mencoba mencairkan suasana dengan mengajak eiliyah berbicara.


“liy.... Maafin aku jika kamu tersinggung dengan ucapanku tadi” ucap Aksa sambil melirik eiliyah.


“nggak papa” ucap eiliyah singkat.mendengar jawaban eiliyah Aksa hanya menghembuskan nafasnya kasar. kemudian ia hanya fokus mengendarai mobilnya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di bening boutiq.


“makasih” ucap eiliyah yang ingin membuka pintu mobil.


“Liy... Maaf” ucap Aksa sambil mencegah Eiliyah yang akan membuka pintu mobil.


“Nggak papa sa, kamu nggak salah kok” ucap eiliyah


“tapi sikapmu tidak seperti perkataanmu Liy” ucap Aksa


“beneran sa aku tidak apa-apa” ucap eiliyah meyakinkan aksa.


“ya sudah entar makan siang kalau aku nggak sibuk aku jemput ya” ucap Aksa.


“Iyah... Hati-hati” ucap eiliyah kemudian turun dari mobil Aksa.


Kemudian Aksa langsung melajukan mobilnya menuju ke perusahaannya. Sesampainya di halaman perusahaan Aksa langsung turun dari mobil dengan wajah tegasnya. kemudian Aksa langsung menyerahkan kuncinya kepada scurity untuk memarkirn mobilnya. ketika Aksa sudah masuk kedalam perusahaan semua karyawannya memberi hormat kepadanya. sedangkan Aksa hanya menganggukkan kepalanya. sesampainya Aksa di ruangan kerjanya. di sana suah ada Ezra yang sedang menikmati setiap hisap rokoknya.


“nggak sopan Lo” ucap Aksa yang langsung mendudukan dirinya di kursi kerjanaya.


“nggak usah ngedumel Lo, entar malem gue traktir sepuasnya ajak anak-anak juga” ucap Aksa sambil melepaskan jasnya dan mengantungnya di sudut ruang.


“Bener Lo, tumben-tumbenan dalam rangka apani” tanya ezra penasaran.


“gue udah jadian” ucap Aksa sambil tersenyum


“jadian sama siapa?.... Jangan bilang elo....” ucap Ezra tidak melantukan perkataan sambil memicingkan matanya. Sedangkan Aksa menjawab pertanyaan Ezra di jawab hanya dengan anggukan kepala.


“elo bener-bener gila sa” ucap Ezra sambil menggelengkan kepalanya. karna tidak menyangka sang sahabat akan senekat itu mengejar cinta seorang singel mom


“mana berkas yang gue tandatangani” ucap Aksa


“ini bos” ucap Ezra yang langsung menyerahkan berkas-berkas yang harus di tandatangani Aksa. setelah menyerahkan berkas-berkas itu Ezra langsung pamit kembali ke ruangannya.


Skip


———//———


Sekarang eiliyah sedang menerima tamu yang sedang fitting baju pengantin. di saat eiliyah menemani tamunya terlihat Aksa yang menunggunya di ruang tunggu.karna setelah masuk ke butik ia langsung menanyakan keberadaan eiliyah. karena sebelum ia berangkat ke butik ia menghubungi eiliyah dulu tapi tidak mendapatkan balasan.


Eiliyah yang tau Aksa sudah datang ia langsung mengisyaratkan untuk menunggunya sebentar lagi. aksa yang tau itu hanya menganggukkan kepalanya. sambil ia menunggu eiliyah ia mengeluarkan ponselnya untuk mempelajari bahan meeting yang akan ia presentasikan nanti.


“maaf ya nunggu lama” ucap eiliyah yang berada didepan aksa. aksa yang fokus dengan ponselnya langsung mendongakkan kepalanya melihat eiliyah yang berdiri di depannya.


“udah selesai” ucap Aksa sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


“udah... Ayo berangkat sekarang entar keburu kamu kembali ke kantor” ucap eiliyah.


“udah... Ayo berangkat sekarang entar keburu kamu kembali ke kantor” ucap eiliyah. mendengar ajakan eiliyah Aksa langsung bangkit dari duduknya dan langsung mengandeng tangan eiliyah. sedangkan karyawan eiliyah yang melihatnya meras bertanya-tanya.


“ada hubungan apa ya mbak ei sama mas aksa sampai seromantis itu” tanya salah seorang karyawan eiliyah


“udah deh nggak usah kepo, tunggu saja hari baiknya” ucap Eka yang tiba-tiba sudah berda di antara mereka. setelah selesai bergosip mereka langsung bergantian istirahat untuk makan siang.


Sekarang Aksa dan eiliyah sudah berada di restoran. sedang menunggu pesanan merek datang.


“Liy... Zie pulang les jam berapa” tanya Aksa pada eiliyah


“Sekitar jam setengah 4, emang kenapa” ucap eiliyah.


“wah kalau jam segitu aku nggak bisa jemput Liy” ucap Aksa


“nggak papa biar nanti aku yang jemput” ucap eiliyah


“permisi” ucap pelayan yang mengantarkan pesanan mereka. setelah menyelesaikan pekerjaannya pelayan itu langsung pamit pergi.


Kemudian Aksa dan eiliyah langsung menikmati makanan mereka. di selah-selah makan ada yang menyapa Aksa dan langsung mendudukan dirinya di salah satu kursi yang kosong.


“sa...” ucap seorang pria. aksa yang merasa namanya di panggil langsung menoleh kearah seseorang yang menyapanya.


“Hay.... Ngapain Lo di sini” tanya Aksa pada dimas yang tiba-tiba duduk di sampingnya.


“gue tadi habis meeting sama klien,gebetan baru ne” ucap Dimas sambil melirik cewek di sebelahnya.


“oh itu... dia eiliyah cewek aku” ucap aksa.


Uhuk... uhuk... uhuk eiliyah langsung tersedak dengan perkataan Aksa yang memperkenalkan dirinya sebagai ceweknya.


“Dimas” ucap Dimas sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


“Eiliyah” ucap eiliyah sambil menerima jabatan tangan dimas. baru saja eiliyah menyentuh telapak tangan dimas.


“jangan lama-lama” ucap aksa langsung menjauhkan tangan eiliyah pada tangan dimas.


“posesif amat Lo” ucap Dimas karna perlakuan Aksa


“udah sana Lo, ganggu gue makan aja” ucap Aksa sinis.


“pelit amat Lo, gue udah makan nggak Bakan gue mintak makanan elo” ucap Dimas t kala sinis.


Eiliyah hanya diam sambil menikmati makanannya tanpa inggin menyauti mereka berdua.


“udah jatah Lo nanti malam sama anak-anak” ucap Aksa


“dasar Lo sa, awas mbak jangan terlalu dekat sama dia bisa-bisa mbak habis dimakan” ucap Dimas kepada eiliyah. eiliyah yang mendengar itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Kamu jahat banget sama sahabat kamu sendiri” ucap eiliyah setelah kepergian Dimas.


“kita udah biasa, udah tau sifat masing-masing” ucap Aksa sambil melanjutkan makannya.

__ADS_1


__ADS_2