
“Aku belum bisa cerita sekarang, tapi aku minta kamu janji sama aku untuk selalu di sisiku” pinta Aksa lagi.
“Iya” jawabnya.
Aksa melonggarkan pelukannya kemudian menatap wajah eiliyah yang hanya berjarak beberapa senti. Dilihatnya bibir eiliyah yang begitu mangoda, tanpa tersa bibir Aksa sudah merasakan manisnya bibir eiliyah, ia mengh*sap bibir manis eiliyah. Sedangkan eiliyah hanya mematung seperti terhipnotis tanpa membalas ciuman dari Aksa.
Entah setan dari mana yang menghampirinya. Setelah sadar apa yang ia lakukan Aksa langsung menjauhkan wajahnya dari eiliyah.
“sayang maaf” Aksa takut jika eiliyah marah akan kelakuannya.
“Tolong buka pintunya” pinta eiliyah karna sambil memalingkan wajahnya karna merasa malu dengan apa yang di lakukan barusan.
“Maaf ya” Aksa memegang pergelangan tangan eiliyah.
Eiliyah semakin merasa malu karna pintu mobilnya masih terkunci.
“ya” jawab eiliyah lirih tapi masih bisa di dengar oleh Aksa. Karna wajah eiliyah sudah merona.
Tak menunggu waktu lama setelah mendengar jawaban dari eiliyah Aksa langsung membuka kunci mobilnya.
Melihat eiliyah yang masuk ke butik dengan terburu-buru setelah keluar dari mobilnya. Aksa hanya tersenyum sambil memegangi bibirnya.
“sungguh begitu manis sarapan yang kau berikan pagi ini sayang” gumam Aksa sambil tersenyum membayangkan apa yang baru saja ia lakukan.
Aksa langung melajukan mobilnya menuju ke kantor dengan hati yang berbunga-bunga.
———//———
Setelah ia bisa keluar dari mobil Aksa. Eiliyah langsung bergegas masuk kedalam butik dengan terburu-buru. Banyak karyanya yang menyapa dirinya, tapi ia hanya memberi jawaban dengan anggukan kepala saja. Tidak seperti biasanya setiap ada karyawanya yang menyapanya ia akan memberikan senyum manisnya.
“Kenapa ya mbk ei kok buru-buru” karyawati 1
“Iya-iya nggak seperti biasanya” karyawati 2
“Lagi gosip apa sih seru banget” Eka yang baru datang tiba-tiba ikut nimbrung.
“nggak papa mbk, Cuma heran aja sama mbak ei” karyawati 2
“heran kenapa” Eka mengerutkan dahinya.
“iya mbk nggak biasanya mbk ei di sapa langsung nyelonong nggak jawab sapaan kita” jelas karyawati 2
“Yaudah nggak usah gosip masih pagi” Eka langsung pergi dari sana dan langsung menuju ketempat kerjanya yang berada di lantai 2.
Setelah masuk kedalam ruangannya eiliyah menyandarkan badanya di pintu yang baru saja ia tutup.
__ADS_1
Deg...
Deg...
Deg...
Eiliyah menyentuh dadanya, ia merasakan detak jantungnya yang berdetak begitu kencang. Sedangkan telapak tangannya yang terasa dingin.
“Aaa... Bodohnya aku” eiliyah menuju ke kursi kerjanya sambil menghentak-hentakkan kakinya karna merasa sebal, malu, dan sedikit berbunga-bunga dengan apa yang ia lakukan dengan Aksa barusan.
Setelah mendudukkan dirinya di kursi, Ia merilekskan dirinya. Dihirupnya nafas dalam-dalam melalui hidung. Kemudian ia mengeluarkannya lewat mulut perlahan-lahan.
Setelah merilekskan dirinya ia langsung memulai pekerjaannya.
———//———
Sedangkan Aksa yang sudah sampai di perusahaan, ia langsung turun dari mobil dengan hati berbunga-bunga dan memberikan kunci mobilnya kepada scurity yang berjaga di depan pintu.
Aksa langsung masuk kedalam lif khusus untuk orang-orang penting. Sebelum lif itu tertutup ternyata Ezra yang baru datang langsung masuk kedalam lif sebelum lif itu tertutup.
“Kenapa lu” Ezra heran masih pagi sahabat serta bossnya sudah menyunggingkan senyumnya.
Aksa hanya melirik Ezra tanpa mau mengalah pertanyaannya.
“Kesambet Lu, di tanya nggak jawab malah senyum-senyum sendiri” tanya Ezra lagi karena belum mendapat jawaban.
Pintu lif terbuka. Aksa langsung keluar dari lif dan langsung menuju ruangannya. Sedangkan Ezra juga keluar dari lif sambil menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan bossnya.
Aksa mendudukkan dirinya di kursi kerjanaya. Ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya. Mengingat akan kejadian beberapa detik yang lalu Aksa menyentuh bibirnya sambil tersenyum.
“rasanya candu” gumam Aksa.
Cklaak...
Ezra langsung masuk kedalam ruangan Aksa tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Saat Ezra masuk ke dalam ruangan Aksa, dilihatnya aksa yang masih senyum-senyum sendiri dengan memegang bibirnya.
“Habis ngapain Lu, kayak habis ngelakuin first kiss aja” Ezra langsung mendudukkan dirinya di kursi depan Aksa yang terhalang meja kerja Aksa.
“ganggu aja lu” tantap menggubris ucapan Aksa, Ezra langsung membuka tabletnya dan memberitahukan jadwal Aksa hari ini.
“padet amat” kelua Aksa Karna mendengar begitu banyak kerjaannya hari ini.
“Ini tu kerjaan yang ke pennding karna ada kerjaan di Singapore kemarin” jelas Aksa.
__ADS_1
“pokoknya aku nggak mau kamu cari alesan buat cancel meeting” Aksa memberi peringatan untuk Aksa. Karna selama ini Aksa sering membatalkan meeting agar ia bisa makan siang dengan eiliyah.
“terserah gue dong, emang kenapa?” Aksa mengerutkan dahinya.
“elu enak, lah gue yang ngatur binggung” jelas Aksa yang semakin kesal mendengar ucapan Aksa.
“Kalau lu capek kerja, mending elu tidur di rumah” ucap Aksa santai.
“hem... Mulai mulai, udah lah capek ngeladenin elu” Ezra langsung keluar dari ruangan Aksa tanpa menunggun jawaban dari Aksa.
💬. Aksa
Sayang 😘
Aksa mengirimkan pesan untuk eiliyah sebelum ia berangkat keruang meeting.
Setelah selesai meeting di perusahaan Aksa langsung berangkat untuk meeting di luar di salah satu restoran Korea.
Disaat perjalan menuju tempat meetingnya.
“mungkin akan selesai pada waktu makan siang” gumama Aksa sambil memperkirakan selsai meeting jamberapa.
💬 Aska
Sayang makan siang di luar ya
Entar aku Sherlock tempatnya.
💬. Eiliyah
Ok👌
💬. Aksa
😘
Tanpa menunggu jawaban dari eiliyah Aksa langsung menyimpan ponselnya di dajam saku jasnya. Karna mereka sudah sampai di tempat parkir yang mereka tuju.
Mereka langsung menuju ke salah satu tempat VIP yang sudah mereka booking. Tenyata rekan bisnisnya sudah datang.
“Maaf sudah menunggu” sapa Aksa sambil menjabat tangan mereka satu persatu.
“Kamu juga baru datang kok pak” jawab rekan bisnisnya sopan.
“mari silahkan di mulai” ucap Aksa,
__ADS_1
Karna waktu adalah uang