
Setelah Aksa menyatakan hatinya kemarin membuat eiliyah tidak bisa tidur dengan nyenyak.semalam Aksa mengirimkan beberapa pesan di ponsel eiliyah. Tapi tidak ada satupun pesan yang di balas oleh eiliyah karna Masi shock akan penyataan cinta Aksa kepadanya. sekarang eiliyah sudah berada di ruangannya setelah menjalankan rutinitas paginya. pagi ini Aksa mengirimkan pesan tidak biasa mengantarkan Zie ke sekolah karna Aksa ada meeting pagi. setelah mendudukan dirinya di kursi kerjanaya seperti biasanya eiliyah selalu di sambut rangkain bunga mawar putih yang sudah berada di meja kerjanya. tapi hari ini ada yang berbeda di kartu ucapan itu. Bukan kena kata-katanya melainkan si pengirim bunga. Biasanya si pengirim bunga mencantumkan hanya dengan inisial tapi sekarang sudah ada nama terang di kartu tersebut.
Deg
Deg
Deg
Melihat nama sang pengirim bunga jantung eiliyah tiba-tiba berdetak lebih cepat
“AKSA”gumam eiliyah pelan. kemudian ia memejamkan matanya sejenak sambil mengambil nafas panjang dari hidung kemudian menghembuskan nafas panjang dari mulut agar dia merasa lebih rileks melihat ke melihat ke terkejutnya pagi ini.
Setelah menaruh bunga mawar putih itu di vas bunga yang berada di sudut ruang eiliyah langsung memulai pekerjaanya. waktu menunjukkan pukul 10.30 eiliyah bergegas keluar dari ruangannya untuk mengecek kain yang ia pesan sudah datang apa belum. barusaja ia menuruni tangga yang terakhir eiliyah melihat seseorang yang ia kenal memasuki butiknya.
“Assalamualaikum” sambut eiliyah sambil menghampiri sang tamu
“waalaikum salam” jawab sang tamu. setelah sampai di depan sang tamu eiliyah langsung memberi salam sambil mencium punggung tangan sang tamu
“gimana kabar tante” tanya eiliyah pada sang tamu yang bernama rini. tante Rini adalah mama dari sahabatnya Nara.
“alhamdulillah sehat, oh iya ini kenalin adiknya Tante namanya renna” ucap Tante Rini sambil memperkenalkan sang adik.
Renna adalah adik dari Tante Rini sekaligus mama dari aksa. setelah Tante Rini mengenalkan sang adik kepada eiliyah. Eiliyah langsung memberi salam kepada Tante Renna sambil mencium punggung tanggan tante Renna seperti yang ia lakukan pada Tante rini
“mari Tan silahkan duduk” ajak eiliyah ke salah satu tempat duduk yang berada di ruang tunggu butik.
“Oh ya ei Tante kesini mau anterin Renna, dia mau pesan baju” ucap Tante Rini sambil memberitahukan tujuannya.
“ob silahkan Tan, silahkan memilih baju yang Tante suka di butik kami” jawab eiliyah ramah.
Kemudian mereka beranjak dari tempat duduknya untuk melihat-lihat koleksi baju yang ada di butik eiliyah.
__ADS_1
Mereka melihat-lihat koleksi baju yang ada di butik itu sambil berbincang-bincang.
“renna itu penasaran ei aku beli bajunya dimana kok modelnya beda dari yang lain bahanya bagus jaitanya rapi pula” ucap Rini panjang lebar.sedangkan Renna masih sibuk memilih-milih baju yang ia inginkan.
“Rancangan kamu bagus-bagus jadi binggung Tante milihnya yang mana” ucap Renna
“silahkan Tante pilih mana yang Tante suka entar saya kasi diskon” ucap eiliyah ramah.
“Wah senangnya bisa kalap nanti Tante apalagi dapet diskon” ucap Tante renna kegirangan.
Di selah-selah eiliyah menemani sang tamu melihat-lihat koleksi baju yang ia punya. eiliyah menyuruh salah satu karyawannya untuk menjemput sang putra ke sekolah karna ia harus menemani sang tamu.
“kamu sekarang kok jarang banget ei main ke rumah” tanya Tante Rini
“iya Tan akhir-akhir ini ei sibuk sekalia belum lagi harus antar jemput Zie kesekolah Tan” ucap eiliyah
“mangkanya ei cari pendamping biar ngak terlalu capek biar ada yang bantuin,lagian kamu udah 2 tahun pisah” ucap Tante Rini. Eiliyah yang mendengar perkataan Tante Rini hanya tersenyum.
“Kamu jangan bilang seperti itu semua makhluk itu udah ada jodohnya masing-masing” tutur Tante Renna.eiliyah yang mendengar itu hanya tersenyum.
“Gimana kabar Nara Tan, bentar lagi lahiran ya” ucap eiliyah sambil mengalihkan pembicaraan.
“Iya... Bulan depan dia udah waktunya lahiran,mangkanya dia sekarang di larang sama suaminya keluar rumah kalau tidak penting-penting baget” ucap Tante Rini
“Iya Tan kalau Nara nggak di gituin pasti dia nggak bakal diam” ucap eiliyah.
“hhheeemmmmm tidak terasa udah punya dua cucu” ucap Tante Rini.
“Tapi kamu tetap cantik kok kak, iya kan ei” puji Tante Renna pada sang kakak.
“Mamiiiii” triak sang putrasambil mendekat kearah sang mami.
__ADS_1
“Assalamualaikum boy” tegur eiliyah pada sang putra.
“hehehe... waalaikum salam, mi” jawabnya memamerkan gigi putihnya. kumudian menyakini punggung tanggan sang mami.
“oh ya boy Salim dulu sama Oma rini dan Oma renna” suruh eiliyah kepada sang putra. kemudian Zie Melani kedua tanggan mereka bergantian.
“Anak kamu tiap hari ikut kamu ke butik ei” tanya Tante Renna.
“Iyah Tan kasian kalau di tinggal berdua sama bibi” jawab eiliyah.
“Mami Zie mau ke atas ya Zie capek” izin Zie pada sang mami.
“Iya... Sebelum itu kamu makan siang dulu ya,minta tolong mbk Eka buat hangatin makanannya ya” ucap eiliyah sebelum sang putra keatas.
Beberapa saat kemudian Tante Renna membayar semua belanjaannya. karena mereka mau pamit pulang. Setelah mengantar ke pergian Tante Rini dan Tante renna sampai depan pintu eiliyah langsung menyusul sang putra ke atas untuk makan siang. ketika eiliyah sudah masuk ke ruangannya ia melihat sang anak sedang melakukan video call dengan seseorang.
“siapa boy seruh banget” tanya eiliyah pada sang putra
“om Aksa mii, ini mi om Aksa mau ngomong” ucap zie sambil memberikan ponselnya kepada eiliyah.
📱”Udah pulang tamunya” ucap Aksa ketika ponselnya sudah di pegang eiliyah.
📱”udah baru aja pulang” jaeab eiliyah
📱”dari tadi aku kirim pesan, aku telpon ngak kamu angkataku kira ada apa-apa sama kamu kemudian aku coba vc tenyata Zie yang angkat” tanya Aksa panjang lebar sambil melihat eiliyah yang menikmati makan siangnya.
📱”iya aku tadi ngak bawa ponsel aku jadi ngak tau kalau ada pesan dari kamu, kamu udah makan siang” ucap eiliyah basa-basi.
📱”bentarlagi sekalian berangkat meeting” ucap aksa, eiliyah hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
📱”jangan lupa hari Minggu ya,entar aku jemput pagi-pagi biar bisa lamaan di sana,yaudah aku mau makan siang dulu assalamualaikum” ucap Aksa sekalian pamit kepada eiliyah.
__ADS_1
📱”waalaikum salam” jawab eiliyah kemudian mematikan sambungan video call itu. kemudian ia melihat sang putra sudah tertidur di sampingnya. kelihatannya sang putra hari ini banyak kegiatan terlihat sekali kalau dia kecapekan. Zei memang aklnak yang aktif di sekolah. Eiliyah tidak pernah membatasi sang putra untuk mengikuti kegiatan apapun di sekolah. Setelah puas memandangi wajah sang putra ia bergegas untuk melanjutkan pekerjaannya.