
Sekarang eiliyah dan sang putra sedang menikmati makan malamnya. Dari tadi eiliyah selalu mencoba untuk menghibur sang putra. Karna tidak menepati janjinya mengantarkan Aksa ke bandara, jadilah sekarang sang putra ngambek.
“Boy, om Aksa tadi janji sama mami kalau om udah nggak sibuk dia akan telfon kamu” bujuk eiliyah agar sang putra tidak ngambek lagi.
“Nggak mau om Aksa sama mami bohong” ucap Zie sambil cemberut.
“Kan mami udah minta maaf boy, lagian mami mama tau kalau tiba-tiba om Aksa berangkat mendadak boy” jelas eiliyah lagi.
Melihat sang putra hanya cemberut Eiliyah hanya menarik nafasnya panjang agar dia bisa merilekskan dirinya melihat keras kepala sang putra.
Dret dret dret
Terdengar suara ponsel eiliyah yang menandakan adanya panggilan masuk. Saat eiliyah mengambil ponselnya tertera di sana nama Nara.
📞 eiliyah : “asaalamualaikum, ada apa nar”
📞 Nara : “waalaikum salam, aku udah lahiran ei” suara Nara terdengar sedikit lemas
📞 Eiliyah : “alhandulillah, sejak kapan nar”
📞 Nara : “tadi malam aku oprasinya tadi malem, mangkanya ini baru bisa hubungi kamu”
📞 Eiliyah : “lahiran di mana kamu, biar besok sebelum berangkat ke butik bisa mampir” eiliyah menanyakan dengan antusias
📞 Nara : “di RS.ibudananak ei”
📞 Eiliyah : “andai saja Zie nggak ngambek pasti aku udah otw kesana”
📞 Nara : “memangnya kenapa dia”
📞 Eiliyah : “kemarin Zie di ajak papinya tapi dia ngak mau terus aku janjiin dia buat anterin Aksa ke bandara, tapi ternyata aksanya berangkatnya di majuin jadi nggak bisa anterin ke bandara, dan jadilah dia ngambek dari tadi cemberut terus”
📞 Nara : “kedengarannya aku ketinggalan beritani?”
📞 Eiliyah : “berita apa nar?” eiliyah heran
📞 Nara : “kelihatanya Aksa udah bisa taklukin kamu”
📞 Eiliyah : “apa-apaan sih nar, oh iya ponakan aku cowok apa cewek nih?” sengaja mengalihkan pembeicaraan mereka.
📞 Nara : “cowok lah, kan yang cewek udah. Bener nggak nih tebakan aku”
📞 Eiliyah : “alhamdulillah, kamu tuh bener apanya”
📞 Nara : “kamu jadian sama Aksa”
📞 Eiliyah : “tau deh nar dia ngejar-ngejar aku terus aku juga belum sepenuhnya terima dia, aku bilang kedua buat jalani aja, oh ya nar besok aja ya aku ceritanya entar takutnya Zie tambah ngambek sama aku”
Setelah eiliyah menutip telfon dari Nara ia mendekati Zie yang sedang bermain di depan televisi yang berada di ruang keluarga. Ia langsung mendudukkan dirinya di samping Zie yang sedang duduk di karpet.
__ADS_1
“Boy lama banget sih ngambeknya sama mami, padahal mami juga nggak tau loh kalau om Aksa tiba-tiba berangkat”ucap eiliyah memelas sambil melirih sang putra
“mami juga nggak anterin om ke bandara, mami Cuma di telfon ketika om dalam perjalanan ke bandara” lanjutnya.
“Mami senang kalau kamu udah pulang ke rumah mami, jadi mami nggak kesepian tapi kalau kamu ngambek kayak gini rumah ini terasa sepi karna kamu diemin mami” bujuk eiliyah agar sang putra tidak ngambek lagi.
Setalah sang mami bicara seperti itu Zie langsung menoleh ke arah eiliyah.
“Maafin Zie ya mii” ucap Zie
Tanpa menjawab ucapan sang putra eiliyah langsung menghujani ciuman di seluruh wajahnya. Di saat eiliyah menghujani sang putra ciuman terdengar Nada dering ponsel eiliyah yang berada di meja ruang keluarga.
“sebentar boy mami lihat dulu siapa yang telfon” ucap eiliyah.
Dilihatnya siapa yang menghubunginya. Ternyata itu panggilan video call dari Aksa.
Via video call
📱 Aksa : “assalamualaikum” ketika terlihat wajah eiliyah di ponselnya.
📱 Eiliyah : “waalaikum salam, udah makan malam belum?”
📱 Aksa : “ini baru selesai, kamu udah makan?”
📱 Eiliyah : “aku juga baru selesai kok, ini lagi temenin Zie lihat tv” sambil memperlihatkan Zie yang sedang fokus melihat filem kesayangannya.
📱 Aksa : “kasiin ke dia dong, aku kangen sama Zie”
📱 Aksa : “hy Zie, om kangen nih sama kamu” ucapnya ketika sudah terlihat wajah Zie.
📱 Zie : “zi nggak kangen sama om” ucapnya ketus
📱 Aksa : “loh kok gitu sih sama om, om minta maaf deh ini semua gagara om Ezra Zie” jelas Aksa sambil memelas.
📱 Zie : “tau”
📱 Aksa : “maafin om ya Zie, om janji deh besok kalau udah pulang om bawain oleh-oleh yang banyak buat Zie” bujuknya.
Sedangkan Zie yang melihat itu masih belum tergoda akan tawaran Aksa.
📱 Aksa : “kamu minta apa saja biar nanti om belikan”
Zie hanya melirik.
📱 Aksa : “yakin nih ngak mau, yaudah kalau nggak mau biar mami aja yang om belikan, kalau aku pilang mami mau di belikan apa?”
📱 Zie : “iihh... Ini mami aku” selahnya yang langsung memeluk erat sang mami
📱 Aksa : “iya... Iya itu mami kamu, benerani om nggak di maafin”
__ADS_1
📱 Zie : “iya... Zie maafin, tapi jangan lupa mainannya”
📱 Aksa : “ok boss”
📱 Zie : “awas kalau bohong”
📱 Aksa : “siap... Mana mami”
Cukup lama mereka berbincang-bincang. Eiliyah langsung menyuruh sang putra untuk bergegas tidur karna waktu menunjukkan pukul 9 tepat.
“boy udah malam ayo bobok” ajak eiliyah pada sang putra.
“ok mami” ucap zie
📱 Zie : “dah... Dah... Dah om Zie mau bobok dulu” pamitnya pada Aksa.
📱 Aksa : “mimpi indah Zie”
Setelah mendengar itu Zie langsung memberikan ponselnya ke maminya, dan langsung berlari menuju kamarnya di lantai 2.
“boy nggak usah lari entar jatuh” tegur eiliyah ketika melihat sang putra menaiki tangga dengan berlari.
📱 eiliyah : “entar aku VC lagi ya, aku mau nemenin zie tidur dulu.
📱 Aksa : “iya”
📱 Eiliyah : “assalamualaikum”
📱 Aksa : “waalaikum salam”
Setelah mendengar balasan salam dari Aksa eiliyah langsung mematikan ponselnya dan menyusul sang putra ke kamarnya.
Saat memasuki kamar sang puta ia melihat sang putra yang baru keluar dari kamar mandi. Memang eiliyah selalu mengajarkan kepada Zie agar selalu mencuci tanggan dan kaki, tak lupa pula juga menggosok gigi.
“mau di bacain dongeng atau nggak Zie” tanya eiliyah
“nggak usah deh mi, mami temeni Zie saja” pintanya.
“ok... Ayo berdo’a dulu” ajak mami sambil membenarkan selimut sang putra.
“bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut” ucapnya sama-sama.
“selamat tidur sayang” lanjut eiliyah sambil mencium kening sang putra. Setelah membaca do’a eiliyah tidak langsung pergi, biasanya ia menunggu sang putra tidur baru dia kembali ke kamarnya.
“Ada apa boy” tanya eiliyah ketika melihat sang putri tidak langsung tidur malah memandang ke arah dirinya.
“Zie sayang mami” ucapnya yang yang masih memandang sang mami.
“mami juga sayang Zie, ayo cepat tidur sudah malam” suruh eiliyah kemudian kembali mengecup kening sang putra.
__ADS_1
setelah sang putra tertidur eiliyah langsung pergi ke kamarnya.