
“sial...”
“Sial...”
“Sial...”
“Aaaahhhh... Bisa-bisanya lu milih janda sialan itu Aksa” Siska melemparkan ponselnya ke sembarang arah setelah menerima kiriman foto dari seseorang yang ia suruh untuk membuntuti Aksa.
Siska begitu marah setelah orang suruhannya mengirimkan foto-foto Aksa dan eiliyah Yang sedang berlibur di pantai kemarin. Siska mengenal eiliyah karna beberapa kali bertemu dengannya.
“Gue harus lakuin sesuatu, gue nggak terima kalau gue harus kala sama tu janda sialan itu” Siska masih menenangkan dirinya karna kekagetannya melihat roti kearah Aksa.
Siska menjentikkan jarinya karna ia menemukan sebuah ide. Ia langsung menyambar tas dan kunci mobil dan langsung pergi mengundakan mobilnya.
———//———
Sedangkan di lain tempat eiliyah sudah sibuk bantu-bantu di rumah Nara. Karna ada acara aqiqah sang putranya. Di sana sudah bayank saudara Nara dan juga saudara suaminya yang sudah datang, eiliyah langsung berbaur bersama mereka, mengerjakan apa yang dapat ia kerjakan. Sedang kan Zie sedang ikut bermain dengan angel dan anak dari saudara Nara dan suaminya. Sebenarnya nara sudah melarangnya untuk membantu di belakang, tapi eiliyah tidak mau. Karan Nara juga sudah memesan katering untuk acara itu. Apalah daya seorang eiliyah keras kepala, Jadilah sekarang ia ikut membantu membuat beberapa makan untuk acara itu.
Acara aqiqah putra nara akan segera di mulai. makan untuk acara itu sudah siap. Para saudara Nara sudah siap untuk menyambut para undangan.
“assalamualaikum” Upas seorang wanita yang sudah berumur tapi masih terlihat mudah dan cantik yang baru saja datang.
“waalaikum salam” jawab semua orang serempak.
“tante kok baru datang sih” Nara menyambut saudaranya.
“Maaf ya, biasalah nungguin om ada kerjaan dikit” jawabnya.
“baru datang” tanya mama Nara
“Iya mbak” jawabnya.
“aksa nggak ikut” tanya mama Nara.
Deg...
Deg...
Deg...
Eiliyah mematung dan Jantung berdetak labih cepat karna mendengar nama Aksa di sebut.
“siapa itu, Apa itu mamanya Aksa” gumam eiliyah dalam hati. Ia masih belum meliahat wajah wanita itu Karna ia berada di belakangnya.
__ADS_1
“biasalah, dia lagi banyak kerjaan. Tapi katanya kalau masih sempat ia akan nyusul” jawabnya.
“Yaudah ayoh duduk, nikmati makanan yang ada” mama Nara mempersilakannya duduk.
Ternyata wanita itu langsung duduk di sebelah eiliyah.
Merasa seseorang baru saja duduk di sebelahnya. Eiliyah langsung menoleh kearah wanita itu.
Deg...
“Loh kamu yang punya butik itu kan, siapa nama kamu Tante lupa” tanyanya ketika melihat wajah eiliyah.
“i...Iya Tan, eiliyah” jawabnya sedikit gugup karna kaget melihat seseorang yang baru saja duduk di sebelahnya.
Hati eiliyah merasa sesak melihat ternaya mamanya Aksa adalah Tante renna. Ternyata wanita yang baru datang dan duduk di sebelahnya adalah Tante Renna mamanya Aksa.
Ia mengingat sesuatu ketika Tante Renna datang kebutik dan memperkanalkan calon istri dari putraatanya yaitu Aksa.
Eiliyah memegang ponselnya dengan erah. Menahan sesak di dadanya karna baru mengetahui jika pacarnya sudah mempunyai calon istri. Mata eiliyah berasa panas bulir air matanya sudah menumpuk di kelopak matanya mungkin dengan satu kedipan bulir air mata itu akan jatuh. Ia sudah tak tahan ingin pergi dari sana, takut kalau banyak orang yang tau kalau ia menangis. Ia bergegas pergi dari sana.
“Ra aku pamit pulang dulu ya” eiliyah menghampiri Nara yang sedang memberikan asi kepada putranya.
“loh acaranya baru mau di mulai kok kamu pulang duluan” Ucap Nara.
“kamu nggak seruh ah” keluhnya.
“Maaf yah” bujuk eiliyah
“yaudah hati-hati” mendengar jawaban Nara eiliyah langsung memeluknya. Saat eiliyah memeluk Nara tiba-tiba air matanya jatuh. Segerah eiliyah menghapusnya agar Nara tak tau.
“maaf ya” Nara hanya memberikan jawaban dengan menganggukkan kepalanya.
Eiliyah langsung mengambil tasnya yang ia simpan di salah satu kamar yang ada di rumah Nara. Barulah ia mengajak zie pulang.
“sekali lagi maaf ya nar, salam sama Tante Rini” pamitnya sebelum pulang.
“hati-hati ya ei, makasi udah sempetin Dateng ke sini” ucap Nara.
Setelah itu eiliyah langsung bergegas pergi dari rumah Nara.
Di dalam perjalanan eiliyah hanya diam tak ingim membuka obrolan dengan sang putra. Karna takut Zie melihatnya menitihkan air mata. Kurang lebih satu jam eiliyah menempuh perjalanan dari rumah Nara ke rumahnya. Eiliyah lngsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi rumahnya.
“Boy Mami ke kamar dulu ya” izin eiliyah kepada sang putra ketika ia sudah masuk kedalam rumah.
__ADS_1
“Iya mi, Zie mau lihat tv dulu ya” eiliyah hanya mengangguk kepalanya.
Eiliyah bergegas naik keatas menuju kamarnya. Ia tak tahan menahan sesak di dadanya ketika melihat kenyataan kalau pujaan hatinya sudah memiliki calon istri.
Eiliyah memasuki kamarnya lalu ia menutup pintu kamarnya. Di sandarannya badan eiliyah di pintu itu. Mengingat kejadian tadi air mata eiliyah langsung los dari tempatnya. Tubuh eiliyah terasa lemas sampai badannya merosot kebawah. Eiliyah menangis sejadi-jadinya sambil memeluk kedua kakinya.
“Kenapa... Kenapa jadi seperti ini, sakit sakit sekali ya Allah” ucap eiliyah di tengah tangisannya. Sambil memukul dadanya pelan.
“Aku benci kamu Aksa, kanapa kamu bohong sama aku kenapa...”
“Apa salahku sampai kamu nyakitin aku seperti ini Aksa” ucapnya lagi.
Triiing triiiiing
Dilihatnya pesan dari Aksa.
💬. Aksa
Sayang kangen😘
Eiliyah hanya melihat pesan itu tanpa ingin membalasnya. Bahkan ia langsung memblokir no ponsel Aksa agar dia tak bisa menghubunginya. Eiliyah beranjak dari duduknya, ia ingin menyegarkan dirinya.
———//———
Setelah menerima kiriman foto dari orang suruhannya Siska bergegas berangkat ke kantor papinya.
Tanpa permisi Siska langsung nyelonong masuk ke ruangan papinya.
“Papi... Siska mau acara pertunangan Siska sama Aksa segerah di langsungkan” ucap Siska ketika sudah masuk keruangan papinya.
“Memangnya kenapa” tanya papinya ketika melihat sang putri merengek kepadanya.
“pokonya Siska mau pertunangan Siska dengan Aksa segerah di gelar titik” ucapnya, tak lupa dengan rengekannya yang seperti anak kecil meminta beli permen kepada orang tuanya.
“Nggak bisa gitu dong sayang” jelasnya kepada sang putri.
“Ayo dong piiii... Bujuk papanya Aksa biar di percepat” pintanya lagi.
Sedangkan papinya hanya menghembuskan nafasnya kasar.
“Papi usahain deh” ucapnya ragu-ragu.
Setelah mendapat jawaban dari papinya Siska langsung pergi dari kantor papinya.
__ADS_1
selamat menunaikan ibada puasa bagi yang menjalankan ☺️