Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 22


__ADS_3

“sayang...” Sapa Aksa yang sudah memasuki ruangan sang pujaan hati. “ Assalamualaikum” eiliyah memgingatkan Aksa untuk memberi salam.


“ Waalaikum salam” Aksa yang langsung mendudukkan dirinya di kursi depan meja sang pujaan hati.


“ sebentar ya aku beresin ini dulu” eiliyah langsung membereskan pekerjaannya.


“Ayo...” Eiliyah langsung mengajak Aksa pergi makan siang.


“ Udah selsai” Aksa yang melihat eiliyah sudah siap dengan tasnya.


“ Ka, saya makan siang dulu ya”pamit eiliyah pada sang sekertaris.


“Iya mbak hati-hati” jawab Eka.


Saat mereka berada di depan butik eiliyah tidak melihat mobil yang di bawa Aksa. Ia hanya melihat mobilnya dan mobil para pelanggannya yang berada di depan sana.


“ mobil kamu mana sa” tanya eiliyah yang melihat Aksa hanya berdiri di sampingnya.


“ Ayo” ajak Aksa yang sudah berada di atas motor ninja yang ia bawa tadi. Eiliyah hanya mengerutkan keningnya melihat Aksa menaiki motor itu.


“ Kenapa kamu nggak mau naik motor” tanya Aksa sambil memakai helem.


“ ya mau... Tapi tumben-tumbenan aja kamu bawa motor” eiliyah langsung menghampiri Aksa.


“ ya pengen aja, ini pelek helemnya” Aksa langsung menyodorkan helem pada eiliyah.


“ Bisa nggak” Aksa melihat eiliyah yang kesusahan mengunci helem.


“ Udah” tunjuk eiliyah pada Aksa. Eiliyah langsung ikut naik di jok belakang motor Aksa.


“ udah” tanya Aksa yang sudah siap melajukan motornya.


“ Udah” jawab eiliyah


“ pegangan dong sayang entar jatuh” Aksa yang belum melihat eiliyah berpegangan padanya.


Eiliyah yang mendengar itu langsung memegang kanan kiri jas yang di pakai Aksa. Eiliyah terdorong kedepan ketika Aksa tancap gas secara tiba-tiba.

__ADS_1


“ hati-hati dong sa” tegur eiliyah.


“ mangkanya kalau pegangan itu yang bener” Aksa langsung menarik tangan eiliyah bergantian agar eiliyah memeluknya.


Deg


Deg


Deg


Jantung mereka sama-sama berdetak dengan kencang. Merasakan kedekatan mereka. Aksa berasa bahagia bisa sedekan Tini dengan eiliyah.


“ mau makan dimana” tanya Aksa di tengah perjalanan mereka.


“ terserah kamu saja” jawab eiliyah sedikit berteriak.


Aksa langsung melajukan motornya lebih cepat lagi. Eiliyah hanya pasrah sambil menyandarkan kepalanya di punggung Aksa. Meskipun dia sedikit grogi. setelah beberapa menit mengendarai motor akhirnya mereka sampai di salah satu mall terbesar di ibu kota. Mereka mencari makan siang di sana.


“ Kamu mau makan apa” tanya Aksa yang sedang membukakan helem eiliyah.


“ steak gimana” jawab eiliyah


Mereka memasuki mall mencari restoran yang ia cari. Saat mereka berjalan menuju resto yang ia cari banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. karna kemesraan Aksa dan eiliyah tak hanya kemesraan mereka wajah rupawan mereka pun menjadi pemandangan yang indah untuk di lihat. Meskipun Meraka terpaut umur yang jauh tapi wajah eiliyah terlihat lebih muda dari umurnya. Karna eiliyah merawat tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jadi jika ia berjalan dengan Aksa tidak terlihat berbeda jauh dengan Aksa.


Sekarang Meraka sedang menikmati makan siang. Di resto tempat mereka makan terlihat ramai. Karna banyak orang yang sedang makan siang.


“ sa kamu besok berangkat jam berapa” tanya eiliyah sambil menikmati makan siangnya.


Sedangkan Aksa hanya memandang eiliyah Karen panggilan eiliyah untuk dirinya. Eiliya yang merasah belum mendapat jawaban dari Aksa langsung menatap Aksa. Saat ia sudah menatap Aksa yang ia lihat Aksa sedang menatapnya dengan wajah yang sulit untuk di artikan.


“ eemmb... Apa ada yang salah” tanya eiliyah yang terlihat gugup karna di pandang Aksa seperti itu.


“ kamu merasa salah apa nggak” Aksa yang masi memandang dengan serius.


“Perasaan aku nggak ada yang salah... apanya...??? Ayoo berfikir” gumam eiliyah dalam hati.


“ kamu dari tadi panggil aku apa” tanya Aksa yang masih menatap eiliyah dengan serius.

__ADS_1


“ Aku dari tadi panggil kamu ak... S...” jawabnya terputus dan reflek ia mengigit bibir bawahnya karna baru teringat sesuatu.


“ Apa sudah ingat?” Aksa langsung memulai makan siangnya karna dari tadi ia hanya melihat eiliyah yang lupa akan panggilan sayangnya.


“ Ya maaf namanya juga lupa?” Eiliyah memasang wajah yang sedih.


Aksa hanya melihatnya sebentar kemudian langsung melanjutkan makanannya.


“ aduh gini banget sih pacaran sama brondong” gumam eiliyah dalam hati.


“ sayang ... Maaf ya” rayu eiliyah sedikit manja.


“ Hem” Aksa masih tetap melanjutkan makanannya.


“ Kok Cuma Hem” tanya eiliyah sambil cemberut.


“ udah lanjutin makannya” suruh Aksa.


“ Udah nggak usah cemberut” ucap Aksa yang melihat Eiliyah memakan makanannya dengan wajah yang cemberut dan malas.


Mendengar itu eiliyah hanya diam Menikmati makanannya.


“ harusnya aku yang ngambek, kok malah kamu” ucap Aksa yang sudah menyelsaikan makan siangnya


“ maaf ya” ucap eiliyah yang sudah menyelsaikan makanannya juga.


“ Iya... Nggak papa, oh ya yang entar malem temen-temen ngajakin aku makan malem bareng aku suruh ajak kamu, kamu maukan” ucap Aksa


“ memangnya jam berapa” tanya eiliyah.


“ Ya mungkin jam


“ Ya mungkin jam 7an lah yang, zei masih ikut papinya kan?” ucap Aksa.


“ Emang harus ya aku ikut” tanya eiliyah.


“ Mereka mau kenal kamu” Jawab Aksa sambil meminta pembayaran makanan mereka.

__ADS_1


“ Terserah kamu saja deh” ucap eiliyah.


Mereka bergegas pergi meninggalkan restoran itu untuk kembali ke kantor dan ke butik karna mereka masih banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan.


__ADS_2