
Mentari pagi telah bersinar dengan memunculkan sejuta keindahannya. Para makhluk hidup memulai aktifitasnya. Seperti di bandara internasional Soekarno-Hatta yang ramai dengan orang-orang yang datang atau pergi ke luar kota atau luar negeri.
Sedangkan di terminal kedatangan dari Surabaya terlihat eiliyah yang baru saja keluar dengan menyeret koper kecil dan beberapa paper bag yang berisi mainan untuk zie, memang ia hanya membawa koper kecil karna tidak membawa banyak barang. Cukup membawa barang yang ia pakai saat menghadiri undangan dan juga baju tidur. Tak menunggu waktu lama eiliyah segera meneju ke arah parkiran mobilnya. Ia tak sabar ingin bertemu dengan sang putra. Padahal ia hanya meninggalkannya semalam.
Di saat perjalanan ia melihat jari manisnya, di sana ada cincin yang di berikan Aksa kepadanya. Mengingat itu ia begitu kecawa dengan Aksa yang sudah membohonginya. Secepatnya ia ingin menyelsaikan masalahnya dengan Aksa.
Eiliyah melajukan mobilnya menuju ke arah rumahnya. Karna di lihatnya jam menunjukkan pukul 06.30 eiliyah Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai rumah karna jalanan masih sepi belum banyak kendaraan yang lewat.
Tin... Tin...
Eiliyah membunyikan klakson mobilnya agar penjaga membukakan gerbang untuknya. Usai memarkirkan mobilnya ia turun dan segerah masuk ke dalam rumah. Eiliyah tak perlu mengetuk pintu karna ia selalu membawa kunci serep yang selalu ia bawa. Jaga-jaga jiaka ia pulang malam agar ia tak membangunkan bibik.
“mbk udah pulang” tanya ART yang bekerja untuk eiliyah.
“Udah mbk, Zie udah bangun belum?” tanya eiliyah.
“Den Zie ikut pulang tuan Rio mbak” jawabnya.
“oh... Yaudah saya mau istirahat bentar terus berangkat ke butik” pamit eiliyah.
__ADS_1
“iya mbak” setelah menjawab eiliyah ia segerah melanjutkan pekerjaannya.
🏵️🏵️🏵️🏵️
Tok... Tok... Tok...
“Den disuruh nyonya buat sarapan”
Tok... Tok... Tok...
“Den...”
Cklaak...
“Itu den disuruh nyonya sarapan” ucap asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.
“Iya... Entar saya nyusul” jawab Aksa yang langsung menutup pintu kamarnya tanpa menunggu jawaban dari asisten rumah tangga itu.
Setelah menutup pintu Aksa menuju ke ranjang. Ia mendudukkan dirinya di tepi ranjang, ia ingin melihat apakan eiliyah sudah menghubunginya.
__ADS_1
Tapi nihil tak ada Satu pun pesan dari eiliyah untuknya.
“Aaaaah... Kamu kenapa si sayang” Aksa mengacak-acak rambutnya ia begitu frustasi karna beberapa hari tak bisa bertemu dengannya, dia juga tidak mau menjawab semua panggilan telefon dan Chet yang ia kirim kepadanya.
Setelah puas melihat ponselnya ia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia ingin segerah bertemu dengan Aksa. Jika eiliyah belum pulang ia akan menyusulnya ke Surabaya.
Setelah membersihkan dirinya Aksa segerah ganti baju dan turun ke bawah untuk menemui sang mama.
“Pagi ma” sapa Aksa yang sudah berada di samping namanya.
“pagi sayang” jawab mama Renna.
“papa udah berangkat ya ma” tanya Aksa yang tidak melihat keberadaan sang papa.
“iya... Baru” jawab mama Renna.
Setelah menyelesaikan makan paginya Aksa berangkat menuju butik eiliyah. Sebelum melajukan mobilnya ia melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 08.35 walau pun eiliyah belum datang ia akan menunggunya.
Hari ini jalanan begitu ramai karna. Setelah menempuh perjalanan satuh jam akhirnya ia sampai juga di butik milik eiliyah. Saat Aksa keluar Dari mobil dilihatnya mobil eiliyah sudah terparkir di sana. Melihat itu Aksa semakin semangat agar ia bisa segerah bertemu dengan pujaan hatinya.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan tatapan semua pekerjaan eiliyah ia segerah menaiki tangga dan menuju ke ruangan eiliyah. Tanpa mengetuk pintu Aksa langsung membuka pintu ruangan eiliyah.
“sayang...”