Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 65


__ADS_3

“pa...”


“pa...”


“pa...”


Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Eiliyah terbangun karna terdengar zie mengigau memanggil-manggil aksa dengan sebutan papa. Wajah zie terlihat memerah karna suhu badannya naik lagi.


“boy ini mami” ucap eiliyah mencoba membangunkan zie.


“pa...” tanpa merespon eiliyah zie terus manggil-manggil aksa.


“sayang....”eiliyah semakin panik karna zie terlihat semakin menggigil.


“zie kenapa neng?” tanya ayah.


“nggak tau yah tiba-tiba zie mengigau” jelas eiliyah sambil berderai air mata karna melihat sang putra.


“coba kamu panggil dokter saja” usul ayah.


Tanpa menunggu lama segeah eiiyah memencet tombol darurat. beberapa saat kemudian dokter dan suster masuk keruangan rawat zie.


”ibu dan bapak di mohon tunggu di luar” ucap sster.

__ADS_1


Eiliyah dan ayah hari menungu di kursi tunggu yang berada di depan ruangan rawat zie. Memang yang menjaga zie malam ini adalah eiliyah dan juga ayahnya. Sebenarnya bunda tadi ingin iku menginap di rumah sakit, tapi tidak di perbolehkan oleh sang ayah. Jadilah bunda pulang kerumah eiliyah dengan jabba.


“kamu tidak bisa memanggil dia...” ucap yah memecahkan kehenigan.


“kamu nggak kasian melihat zie sepertu itu” lanjut ayah.


“kalau kamu tidak mau menelfonya biarayah yang menelfon dan meminta dia untuk kesini” ucap ayah yang masih belum mendengar jawaban dari eiliyah.


Cklak...


Dokter keluar dari ruangan zie yang juga di ikutioleh suster yang ikut bersamanya tadi.


“dok gimaa keadaan putra saya” tanya eiliyah.


“kalau begiu saya permisi” pamit doter.


“iyah dok” jawab ayah hari. Karna eiliyah tidak bisa berkata apa-apa melihat penjelasan dokter.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Pukul 1 dini hari di sebuah club malam di tengah kota masih terlihat ramai. Banyak orang yang tak ingin beranjak dari sana. Di salah satu ruangan VIP empat pria tampan itu masih asik menikmati minuman merak tapi tidak sampai menghilangkan kesadaran meraka. Hanya satu orang saja yang sudah mabuk berat, yaitu aksa. Ya itu adalah ruangan yang di sewah aksa dan para sahabatnya. Setelah acara pertunangannya tadi aksa pergi ke club, sedangakan parah sahabatnya hanya ingin menemani aksa yang sedang tidak baik-baik saja


“eh... mana minuman gue” ucap aksa karna minuman yang akan ia minum di ambil oleh ezra.

__ADS_1


“lu udah minum banyak” ucap ezra menjauh kan minuma itu dari aksa.


“lebih baik kita pulang” ajak dimas karna tidak tega melihat keadan sahabatnya itu.


“gue ngak mau pulang” tolak aksa. Tanpa mendengarkan racuan dari aksa meraka segerah membopong tubuh aksa untuk keluar dari club itu. tak lupa pulah mereka membayar minuman yang sudah meraka pesan.


Tio menemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Kerna jalanan yang masih sepi.


“gimana nih, Kita bawa ke mana?” tanya tio.


“mending kita bawa ke apartemen saja” jawab ezra.


“ok” tuo segerah menuju aparten aksa yang biasanya meraka buat untuk sekedar kumpul-kumpul saja.


Setelah sampai di apartemen mereka seberah menidurkan aksa di kamarnya. Diman dan ezra memilih menginap di sana karna malas mengemudikan mobil. Hanya tio saja yang tidak menginap di sana.


Ddddrrrrreeeeetttt...


Ddddrrrrreeeeetttt...


Ddddrrrrreeeeetttt...


Beberap kali ponsel aksa berdering. Tapi tak di hiraukan oleh sang pemilik ponsel, karna ia masih asik melilit tubuhnya dengan selimut tebalnya. Aksa tak akan terusik dari tidurnya kalau tak ada yang membangunkannya.

__ADS_1


happy reading ☺️


__ADS_2