Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 33


__ADS_3

Setelah mengambil beberapa bungkus kantong plastik, zie dan Rio langsung kembali ke ruangan eiliyah. Zie sangat senang mendapat banyak oleh-oleh yang terlihat seperti mainan. Sesampainya di ruangan eiliyah Zie tidak sabar untuk mengeluarkan isi dari kantong plastik itu.


“Walah... Banyak sekali mainannya” seru Zie ketika melihat beberap mainan yang di belikan oleh Rio.


“Kamu senang Zie” tanya Rio.


“Senang banget om” Zie langsung membuka bungkus dari mainan itu.


“Boy, bilang apa sama om Rio” tegur eiliyah.


“Makasi ya om Rio” ucap Zie yang masih sibuk membuka mainan barunya.


Tok tok tok


“Masuk” ucap eiliyah


“assalamualaikum mbak, ini pesanan Mbak udah datang” Eka langsung masuk memberikan pesanan makan siang yang di pesan eiliyah.


“waalaikum salam, makasi ya ka” eiliyah langsung menerima bungkusan makanan itu.


“Ya sudah mbak saya permisi assalamualaikum” pamit Eka.


“Waalaikum salam” eiliyah beranjak dari kursinya dan menghampiri Rio yang duduk di sofa.


“boy ayo makan siang dulu, ayo mas makan siang dulu” ajak eiliyah.


“Bentar mi...” Zie masih fokus pada mainan barunya.


“Entar main lagi boy, sekarang makan dulu” ajaknya lagi.


“Ini mas” eiliyah menyodorkan makanan untuk Rio.


“Makasi” Rio menerima makanan itu.


“Ayo boy aaaaa” tanpa menunggu lama eiliyah langsung menyuapi Zie. Kalau sudah seperti itu, Zie pasti akan susah makan. Karna sudah asik dengan mainan barunya.


Setelah nebrapa detik menikmati makan siangnya Rio pamit untuk pulang, Karna ia harus badanya sudah minta untuk di istirahat.


“Ei mas pamit pulang dulu ya, makasi untuk makan siangnya” pamitnya pa da eiliyah.


“Iya mas, makasi loh mas udah kasi Zie mainan sebanyak ini. Selalu saja mas beliin main sebanyak ini” keluh eiliyah. Rio selalu saja memanjakan Zie, setiap Zie minta apa saja selalu di turuti Rio.


“Kan nggak tiap hari ei, udah deh nggak usah sebel gitu” rinmenarik dagu eiliyah pelan.


“Iiih... tangan mas selalu saja jahil” eiliyah bersungut-sungut karna Rio suka sekali menarik-narik dagunya.

__ADS_1


“hahahah... Gemes lihat kamu. Zie om pulang dulu ya” ucap Rio. Tapi yang di ajak bicara rupiahnya lagi sibuk dengan mainannya. Sedangkan eiliyah melihat yang putra hanya bisa menepuk dahinya.


“Assalamualaikum”ucap Rio.


“waalaikum salam, sekalilagi makasi loh mas” ucap eiliyah.


Zie sedang asik memainkan permainan barunya, sampai ia tertidur dengan mainan yang berserakan. Eiliyah memang sengaja menyediakan tempat bermain untuk Zie agar zie bisa nyaman menunggui dia kerja.


Eiliyah mengantarkan Rio sampai pintu depan butiknya. Stelah itu ia langsung masuk ke dalam sekalian mengontrol pekerjaan karyawanya.


Di saat eiliyah sedang mengecek beberapa baju yang ada di sana. Ter dengar salah satu karyawannya menyapa tamu yang baru datang.


“Selamat siang Bu, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya salah satu karyawan eiliyah.


“saya mau lihat-lihat dulu, ayo sis” jawab tamu itu.


Ketika eiliyah melihat tamu yang baru datang kebetulangbsang tamu juga melihat ke arah eiliyah. Eiliyah menyunggingkan senyum dan menghampirinya.


“Assalamualaikum Tante” eiliyah menghampiri tamunya.


“waalaikum salam” jawabnya.


“senang sekali Tante bisa mampir ke butik ei lagi” ucap eiliyah.


“ayo sis, oh iya ei ini kenalin Siska calon mantu Tante” Tante Renna memperkenalkan Siska pada eiliyah.


“Siska” sambil mengulurkan tangannya.


“Eiliyah” balasnya.


“Tante mau cari baju yang seperti apa” tanya eiliyah.


“Tante mau lihat-lihat dulu” jawab Tante Renna.


“ini ada koleksi terbaru kami, silahkan barangkali Tante ada yang minat” tunjuk eiliyah.


Mereka memilih-milih baju yang di tunjukkan oleh eiliyah. Selagi mereka memilih-milih eiliyah pamit untuk menemui anaknya. Ia sudah menyuruh salah satu karyawannya untuk mendampingi Tante Renna.


———//———


Akhir-akhir ini memang Aksa jarang menelfon eiliyah di siang hari, di karnakan kesibuk mereka. Jika Aksa bisa menelfon eiliyah ternyata eiliyah sedang sibuk. Jadilah menelfon eiliyah waktu malam hari sebelum ia tidur, itu pun jika eiliyah belum tidur.


Tapi baru kali ini ia t memghubungi eiliyah sama sekali, sebenarnya ia sudah kangen dengan pujaan hatinya itu. Tapi demi memberi kejutan untuknya Aksa memendam rasa rindunya itu.


Besok ia akan kembali ke Indonesia. Jadilah sekarang ia harus menyelesaikan pekerjaannya, papanya sudah mengutus seseorang untuk memegang perusahaan itu.

__ADS_1


Cklaaak...


“boss tinggal beberapa berkas ini yang harus di cek dan di tandatangani” Ezra masuk tanpa permisi dan langsung menyerahkan beberapa berkas yang ia bawa kepada Aksa.


“belum selsai aja zra” keluh Aksa.


“Ini yang terakhir bisa” jawab Ezra.


Ezra langsung keluar dari ruangan Aksa setelah menyerahkan berkas yang ia bawa tadi.


Setelah Ezra keluar dari ruangannya Aksa langsung mengecek berkas-berkas yang di bawa oleh Ezra.


Aksa melewatkan makan siangnya agar ia dapat menyelesaikan berkas yang di berikan Ezra padanya tadi pagi. Kini tinggal satu berkas lagi yang harus ia cek dan tandatangani.


Ckleeeeek...


“Ini makan dulu, biar nggak sakit” Ezra membawakan Aksa makanan karna ia tau kalau Aksa melewatkan makan siangnya.


“iya taro situ aja” jawab Aksa.


“udah makan dulu, nggak bakal ngabisin waktu Sampek besok kalo lu tinggal makan” ucap Ezra.


“nanggung zra” tolak Aksa.


Mendengar itu Ezra hanya menghela nafas.


Di tunggunya beberapa menit, tapi Aksa t juga beranjak dari kursi kebesarannya itu.


“sa... Keburu dingin ni makanan” ajak Ezra.


“Iya... Iya bawel baget sih elu” Aksa bangkit dari kursinya dan menghampiri ezra yang menunggunya di sofa.


Setelah menerima makan dari Ezra, Aksa lanhsung membukanya dan menikmati makanan itu.


“lu nggak maka” Aksa baru sadar kalau Ezra membawa makanan Cuma satu.


“gue udah makan” jawab Ezra tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


“Terus kok elu tau kalau gue belum makan” tanyanya lagi.


“inisiatif aja” jawabnya cuek.


Setelah menyelesaikan makannya Aksa langsung melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai. Tak membutuhkan watu lama Aksa sudah menyelesaikan semua berkas yang di berikan Ezra padanya. Dilihatnya jam tangannya ternya sudah menunjukkan pukul 19.00 Aksa merenggangkan otot-ototnya yang kaku akibat terlalu lama duduk.


Di ambilnya ponsal dari dalam saku jas dalam. Ia membuka galeri foto di sana banyak foto-foto eiliyah yang sengaja di ambil Aksa tanpa sepengetahuan eiliyah.

__ADS_1


“Tunggu aku sayang, aku kangen banget ngak bisa dekat kamu, beberapa hari nggak denger suara kamu” Aksa mencium layar ponselnya yang terdapat foto eiliyah.


Puas memandangi foto eiliyah di layar ponselnya Aksa langsung membereskan meja kerjanya karna besok pagi-pagi sekali Aksa langsung berangkat ke bandara. Usai mengecek semua barang-barangnya Aksa langsung bergegas menyusul Ezra, karna Ezra sudah menunggunya di depan pintu masuk perusahaan.


__ADS_2