
Aksa tadi tidak pulang bersama Ezra, karna sebelum pulang Ezra memberitahunya kalau dia ada urusan yang harus ia selesaikan. Setelah memutuska panggilan video call eiliyah, Aksa langsung menuju kamarnya. Ia ingin merilekskan diri dengan berendam. Setelah mengisi air hangat ke bathtub dan menuangkan wewangian Aksa langsung berendam.
Di apartemen Aksa tidak memperkejakan asisten rumah tangga yang menetap di sana, ia hanya menyuruh asisten rumah tangga datang seminggu 3 kali untuk membersihkan apartemen dan membersihkan baju kotor miliknya dan milik Ezra.
Di saat ia berendam ia teringat akan perkataan perempuan yang merebut ponsel eiliyah tadi.
“Gue harus bergerak cepat” gumamnya.
Kemudian ia menikmati aroma terapi yang ia masukkan kedalam bathtub.
Tak terasa sudah satu jam Aksa berendam, sampai ia tertidur saking capeknya. Ia langsung membersihkan diri dan langsung memakai pakaiannya. Usai berpakaian Aksa keluar kamar untuk melihat Ezra sudah datang atau belum, karna sebelum ia berendam ia meminta Ezra untuk membelikan makan malam buatnya.
Saat ia keluar kamar ia t melihat Ezra. Tapi ia melihat ada bungkusan makanan di atas meja depan TV.
Aksa langsung meja makan untuk memakan makanan yang ia pesan. Di saat ia menikmati makanannya terlihat Ezra keluar dari kamar yang sudah terlihat segar.
“Zra, lu masih belum menemukan pelakunya” tanyanya saat Ezra sudah duduk di depannya.
“Bentar lagi, memangnya kenapa?” tanya Ezra kembali.
“nggak papa, udah nggak betah di sini” Aksa bangkit dari duduknya untuk mencuci piring yang ia pakai.
“dasar bucin” ejek Ezra.
———//———
Sepeninggalan yania eiliyah mencoba menghubungi Aksa lagi. Beberapa kali eiliyah menghubungi Aksa tapi tak juga diangkat oleh Aksa.
Karna panggilannya tak juga di angkat oleh Aksa, eiliyah memutuskan turun ke bawah berkumpul dengan keluarganya. Sebelum ia turun eiliyah mengirimkan pesan pada Aksa.
💬 Eiliyah
Jika kamu udah nggak sibuk telfon aku.
Setelah itu ia langsung kebawah ikut bergabung dengan yang lain. Tak lupa pula ia membawa ponselnya.
“Banyak kerjaan ya neng” tanya Bunda ketika eiliyah sudah ikut bergabung.
“nggak juga kok bun, Zie di mana bun” karna eiliyah tidak melihat jorrdan dan Zie.
“ikut ayah” jawab bunda.
“neng, pacarnya masih ngambek?” bisik yania supaya tidak terdengar oleh ayah dan bunda.
“masih belum bisa di hubungi” ucapnya sambil mengedikkan bahunya.
“maaf ya neng” yania merasa bersalah.
“kalian ngomong apa sih kok bisik-bisik” bunda penasaran dengan kedua putrinya.
“nggak papa kok bun” jawabnya kompak.
__ADS_1
Tak terasa sudah pukul 10 lebih, karna asik menonton film sama-sama. Eiliyah langsung pamit untuk kekamarnya.
“Bun, Zie sama ayah kok belum pulang ya” tanya eiliyah sebelum naik kelantai atas.
“ayah itu pasti kalau udah kumpul sama teman-temannya pasti lupa waktu, kalau kamu udah ngantuk kamu tidur dulu saja biar entar Zie tidur sama bunda atau jorrdan” jelas bunda.
“yaudah Bun, neng ke atas dulu” eiliyah langsung bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
“bun, Nia juga mau ke atas juga ya” yaina langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari sang bunda.
Yania pamit ke atas bukan menuju kamarnya, tapi ia pergi ke kamar eiliyah.
“Neng, yania tidur sini ya” yania langsung naik keranjang eiliyah tanpa menunggu jawaban dari eiliyah.
Melihat kelakuan sang adik eiliyah memicingkan matanya.
“tumben” tanyanya.
“Pengen ajah tidur sama neng ei, lagi kangen” jawap yania.
“halah bilang jah kamu masih kepo sama Aksa” eiliyah langsung meraup wajah Yani. Karna sudah tau akal bulus sang adik.
Sedangkan yania hanya memperlihatkan senyum termanisnya. Karna sudah tau tujuannya.
Tak berapa lama suara ponsel eiliyah berdering, dilihatnya ternyata panggilan video call dari Aksa. Eiliyah langsung merapikan rambutnya sebelum menerima panggilan dari Aksa.
📱 Eiliyah : “assalamualaikum” terlihat wajah Aksa yang sudah segar dan sudah Menganti pakaiannya.
📱 Eiliyah : “kamu udah makan?”
📱 Aksa : “udah tadi, kamu lagi apa”
📱 Eiliyah : “di kamar mau tidur, maaf ya yang tadi”
📱 Aksa : “nggak papa yang, kelihatanya aku harus cepet-cepet halali kamu deh”
📱 Eiliyah : “kamu apa-apaan sih” wajahnya bersemu merah karna mendengar perkataan Aksa.
“eneng kayak anak muda ajah” yania melihat gerak gerik eiliyah sebelum mengangkat panggilan video call itu.
“Kalau kamu berisik mending kamu keluar deh” usir eiliyah.
“iya iya neng gitu ajah marah” ucap yania.
📱 Aksa : “eehm” Terdengar Aksa berdehem. Mungkin karna eiliyah aksik berbincang dengan yania.
📱 Eiliyah : “maaf ya”
📱 Aksa : “kamu ngobrol sama siapa sih yang” tanyanya penasaran karna dari dia video call dengan eiliyah tadi sampai sekarang masih saja ganggu.
📱 Eiliyah : “sama adik aku, ya yang ngomong sama kamu tadi” eiliyah melirik yania yang sedang melihat wajah Aksa.
__ADS_1
📱 Yania : “hallo mas” yania langsung Manarik tangan eiliyah agar wajahnya dapat terlihat oleh Aksa.
“kalau kamu masih ganggu mending kamu keluar deh” kesal eiliyah. Yania hanya tersenyum mendengar Omelan sang kakak
📱 Eiliyah : “kamu kok senyum-senyum” Aksa tertawa melihat eiliyah mengomeli sang adik.
📱 Aksa : “lucu aja lihat kakak adik berantem”
📱 Yania : “betah-betah saja mas sama neng ei, tiap hari di omelin”
📱 Aksa : “masak sih”
📱 Eiliyah : “kamu VC aku Cuma mau gosipin aku”
📱 Yania : “tuh kan ngomel lagi, lagian ngapain juga gosipin orang di depannya” jawabnya tak mau kalah.
“Kamu keluar Yania” usair eiliyah yang semakin kesal mendengar perkataan sang adik.
“Nggak mau, ini yania udah diem neng” tolak yania sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
📱 Aksa : “jangan marah gitu dong yang, oh iya Zie udah tidur?”
📱 eiliyah : “tadi ikut ayah, mungkin sekarang tidur sama ayah bunda kalau nggak ya sama jorrdan”
📱 Aksa : “kamu punya adik berapa sih yang?”
📱 Yania : “wah... Mas kebangetan nih, udah pacaran belum tau tentang keluarga neng ei” eiliyah langsung melirik yania yang selalu menyelahkan pembicaraannya dengan Aksa.
📱 Aksa : “aku kan baru jadian sama kakak kamu”
📱 Eiliyah : “kamu nggak usah hirauin yania, dia memang resek. Aku 3 bersaudara aku yang pertama, kedua yania” mendengar dirinya di perkenalkan yania langsung menghadapkan ponsel yang eiliyah bawa menghadap kearahnya. Dan langsung melambaikan tangannya.
📱 Eiliyah : “terus yang ketiga jorrdan, yang jawab telfon kamu”
📱 Aksa : “berarty rumah kamu rame dong, apalagi di tambah Zie”
📱 Eiliyah : “bukan rame lagi, tapi berisik”
📱 Aksa : “aku kangen banget sama Zie yang”
📱 Eiliyah : “lah kamu telfon malam-malam”
📱 Aksa : “aku sibuk yang, kalau nggak cepet-cepet di selesaikan aku bakal tambah lama pulangnya, jadi tambah kangen sama kamu”
📱 Aksa : “kamu dah ngantuk yang” lanjutnya ketika melihat eiliyah menguap.
📱 Eiliyah : “iya”
📱 Aksa : “yaudah kamu istirahat gih,aku juga mau istirahat. Assalamualaikum sayang”
📱 Eiliyah : “waalaikum salam”
__ADS_1
Setelah memutuskan panggilan video call eiliyah langsung tertidur.