Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 54


__ADS_3

“kamu...” Eiliyah kaget meliahat siapa yang memegang tangannya.


“Sayang aku mau Bicara sama kamu” ucap Aksa.


“Nggak perlu ada yang di bicarain lagi” eiliyah mencoba menghempaskan tangannya. Tapi tenaga eiliyah tak sekuat tenaga Aksa, jadi sekuat apapun eiliyah mencoba lepas tak akan bisa.


“Aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu mau dengerin penjelasan ku” eiliyah masih menggoyangkan tangannya agar bisa terlepas dari Aksa.


“Ya sudah silahkan bicara” ucap eiliyah.


“Aku mau kamu ikut denganku aku nggak mau bicara di sini” ucap Aksa.


“Nggak” tolak eiliyah.


“kalau nggak mau aku nggak akan mau lepasin kamu” tolaknya lagi.


“udah deh tinggal bicara apa repotnya sih, lagian kita kan sama-sama sibuk” nego eiliyah.

__ADS_1


“Aku nggak kerja, jadi kalau kamu masih kekeh nggak mau ikut aku, aku akan tungguin kamu” eiliyah langsung menatap Aksa, sedangkan yang di tatap hanya tersenyum. Di lihatnya Aksa memang tak memakai baju kantor, ia hanya memakai Hoodie dan celana jins panjang yang bagian lututnya robek.


Eiliyah menutup matanya sebentar dan menghembuskan nafasnya kasar “ok”


Mendengar jawaban eiliyah Aksa tersenyum senang. Tak menunggu waktu lama ia segerah mengajak eiliyah masuk kedalam mobilnya, tak lupa pula untuk memberikan kunci mobil eiliyah kepada Eka.


Sekarang tibalah mereka di sebuah taman yang indah. Aksa memarkirkan mobilnya di parkiran yang di sediakan di taman itu. Mereka turun dari mobil dan mencari tempat yang nyaman untuk berbicara.


“tunggu sini bentar ya” tanpa menunggu jawaban dari eiliyah Aksa segerah pergi dari sana.


Di saat ia sedang tikus dengan ponselnya, tiba-tiba aksa menyodorkan ice criem. Ia sudah tau kalau itu Aksa Karena sudah hafal dengan parfum yang biasa di pakai Aksa.


Tapi Aksa tetap menyodorkan ice criem itu sampai eiliyah menerimanya. Bukan Aksa kalau tak memaksabya untuk menerima ice criem itu.


Aksa segerah duduk di sebelah eiliyah. Sesaat mereka menikmati ice criem yang mereka makan.


“udah dinginkan.... ” ucap Aksa lembut.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Aksa eiliyah menoleh ke arah Aksa sambil mengerutkan keningnya.


“hati kamu, apa hati kamu udah dingin setelah makan ice criem itu?” ucap Aksa lagi. Sambil membersihkan sisa ice criem yang berada di sudut bibir eiliyah.


“hem” jawab eiliyah gugup sambil tetep menormalkan degup jantungnya.


“Sayang aku mau jelasin semuanya” ucap Aksa.


“apa lagi sih sa yang perlu di jelasin lagi” jawab eiliyah tenang.


“Aku beneran nggak pernah suka sama Siska, dan tiba-tiba papa jodohin aku Sama dia. Tapi aku selalu menolak sayang aku mohon percaya sama aku hanya kamu yang aku cinta, aku akan perjuangin cinta kita sayang, aku akan coba bujuk papa dan mama aku untuk batalin perjodohan itu” satu tangan Aksa memegang tangan eiliyah berharap rasa yang ia punya dapat tersalurkan ke diri eiliyah dan mecoba meyakinkan eiliyah.


“Tapi aku nggak mau kamu menentang kedua orang tuamu” jawab eiliyah.


“Tapi aku nggak akan pernah bisa jalanin hubungan itu tanpa adanya cinta sayang, aku mohon beri waktu aku agar aku bisa meyakinkan papa sayang” mendengar itu eiliyah langsung beranjak dari duduknya menahan gemuruh di hatinya. Sedangkan Aksa yang melihat itu mendongakkan kepalanya melihat eiliyah yang tiba-tiba berdiri.


“Aku nggak mau kamu membuang waktu berhargamu, lebih baik kamu turuti kemauan orang tuamu aku ingin kita Jalani hidup kita masing-masing seperti sebelum kita bertemu” sekuat tenaga eiliyah menahan agar air matanya tak jatuh. Ia segerah melangkahkan kakinya ingin cepat menjauh dari Aksa, tapi baru satu langkah Aksa sudah menghentikan langkahnya Dengan dengan kata-kata.

__ADS_1


“Apa semudah itu kamu mengakhiri hubungan kita, atau memang kamu tak pernah ada rasa cinta di hatimu untukku” tanpa ingin menjawab Aksa eiliyah melanjutkan langkahnya menjauh dari Aksa. Karna air matanya tak dapat ia bendung lagi.


__ADS_2