Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 67


__ADS_3

di kantin rumah sakit itu terlihat ramai, banyak orang-orang yang sudah memenuhi meja yang tersedia di kantin itu. karna sekarang sudah waktunya makan siang


"silahkan duduk" ucap ayah hari kepada aksa.


"i...iya om" aksa mendudukan dirinya di kursi depan ayah hari.


aksa merasa gugup karna berhadapan dengan ayah dari orang yang ia sayangi. kalau dia boleh memilih lebih baik ia bertemu dengan para rekan bisnisnya dari pada berhadapan dengan ayah dari orang yang ia sayangi.


"ehem..." ayah eiliyah berdehem untuk menghilangkan ke canggung di antara mereka.


"siapa nama kamu?" tanya ayah hari.


"nama saya aksa om" aksa.


"sudah lama kenal dengan putri saya?" ayah hari.


"emb... lumayan lama om" aksa.


"sebelumnya saya berterimakasih sudah meluangkan waktu kamu untuk menjengunk cucu saya" ucap ayah eiliyah basa-basi.


"iya om, saya juga senang bisa menjenguk zie" jawab aksa.

__ADS_1


"saya penasaran apa hubungan kamu dengan cucu dan putri saya? karna tidak biasanya ia bisa sedekat itu dengan orang lain, apalagi sampi memangil kamu papa" tanya ayah hari.


Deg


"apa aku harus bilang kalau aku cinta dengan putrinya, sedangakan setatusku sekarang sudah mempunyai tunangan" gumam aksa.


"mungkin karna saya sering brmain dengan zie om"jawab aksa karna ia tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan yang sebenarnya.


mendengar jawaban aksa ayah hari mengerutkan keningnya, seperti melihat kebohongan dari jawaban aksa tadi.


"yah..." eiliyah menghampiri mereka dan langsung mendudukkan dirinya di salah satu kursi kosong di antara aksa dan ayah hari.


aksa merasa lega karna eiliyah menghampirinya, karna melihat ekspresi dari wajah ayah eiliyah ia seperti kurang puas mendengar jawaban darinya.


"ngak papa yah, cuma mau bilang biar ayah sama bunda nggak kecapean bolak balik ke rumah sakit mending ayah sama bunda istirahat di rumah, sekalian jabbar juga mau pulang" jawab eiliyah.


"ngak papa biar yah di sini kasian kamu sendirian" tolak ayah hari.


"ada yania yah, dia baru sampek" eiliyah


aksa hanya mendengarkan ayah dan putrinya dengan sopan.

__ADS_1


"ya sudah ayah kalau begitu" ayah bangkit dari duduknya "sekali lagi nak aksa saya terimakasih sudah menjenguk cucu saya" ucap ayah hari sebelum meninggalkan mereka.


'iya o" jawab aksa sopan.


tak lupa pula aksa dan eiliyah mencium punggung tangan ayah hari sebelum ayah meninggalkan mereka.


setelah melihat sang aya sudah menjauh dari mereka, eiliyah merasa canggung Dengan aksa. ia bingung apa yang harus di bicarakan dengan aksa, tak bisa di pungkiri ia eiliyah juga merasakan kerinduan dengan aksa.


"terimakasih" hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut eiliyah. tanpa ingin menunggu jawaban dari aksa. eiliyah segerah beranjak dari duduknya karna ia takut tak bisa mengontrol dirinya karna berhadapan dengan orang yang sebisa mungkin ia hapus dari hatinya.


"bisa kita bicara sebentar" cegah aksa sebelum eiliyah pergi.


"saya rasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi" ucap eiliyah tanpa ingin membalikkan badannya.


"aku ingin menjelaskan kesalahpahaman ini" aksa memegang tangan eiliyah.


eilyah langsung menghempaskan tangannya yang di pegang aksa.


"sebenarnya aku tak ingin menyenbunyikan tentang perjodohanku" jelas aksa.


"aku sudah menolak perjodohan ini ta..."

__ADS_1


"sudahlah keputusan anda memegang sudah benar, saya usahakan besok-besok tidak aksa mengganggu anada" potong eiliyah


hai hai maaf yah baru nongol✌️😁


__ADS_2