
Di kediaman eiliyah
Pagi ini eiliyah begitu sibuk mempersiapkan pakaian miliknya dan juga milik Zie, tak lupa memasak sarapan pagi untuk mereka. Kemarin Aksa mengajaknya pergi liburan ke pantai. Sebenarnya bukan dia yang di ajak, tapi Zie yang diajak. Aksa memang sudah tau jurus jitu agar eiliyah mau ikut kemana pun ia pergi tanpa adanya alasan atau pun penolakan. Jurusnya adalah Zie, jika ia ingin pergi yang Aksa ajak pergi adalah Zie. Otomatis eiliyah akan ikut kemanapun Zie pergi dan tanpa ada bantahan jika Zie yang memintanya. Disaat eiliyah menata makanan di atas meja Terdengar suar mobil yang memasuki halaman rumahnya. Di lihatnya waktu menunjukkan pukul 06.30 kemudian eiliyah bergegas menuju ke depan melihat siapa yang datang. Sebelum itu eiliyah menyuruh ART-nya untuk melanjutkan menata makanannya di atas meja makan.
Saat eiliyah sudah berada di depan pintu ia langsung membukanya
Dilihatnya Aksa sudah berada di depan pintu.
“assalamualaikum” Aksa langsung menyunggingkan senyumnya melihat siapa orang yang membukakan pintu untuknya.
“waalaikum salam, ayo masuk” eiliyah memberikan jalan untuk Aksa agar ia bisa masuk kerumahnya.
“Baru aja aku mau tekan bel kamu udah bukain pintu” Aksa memasuki rumah eiliyah, sebelum itu ia memberikan ciuma di dahi eiliyah.
Eiliyah yang mendapatkan ciuman di dahinya membuat kedua pipinya bersemu merah. Entah mengapa setiap Aksa memberikan ciuman untuknya membuat pipinya bersemu merah. Padahal akhir-akhir ini Aksa sering melakukan itu setiap mereka bertemu.
Setelah Aksa sudaah berjalan melewatinya eiliyah langsung menutup pintunya. Dilihatnya aksa sudah duduk di meja makan, disana juga sudah ada Zie yang sedang menunggu eiliyah.
Eiliyah langsung mengambilkan makan untuk Aksa, Zie dan juga dirinya. Mereka makan dengan tenang tanpa adanya perbincanga. Karna eiliyah selalu mengajarkan Zie jika makan tidak boleh makan.
“Aku mau siap-siap dulu” pamit eiliyah Setelah menyelesaikan makan pagi mereka.
Aksa hanya menganggukkan kepalanya.
Karna sekarang eiliyah masih memakai baju kebesaran para ibu rumah tangga pada umumnya yaitu baju daster, tak lupa pula dengan cepolan rambut dapa memperlihatkan leher putih mulus eiliyah, yang membuat semua pria akan bergairah jika melihat itu tak kecuali Aksa.
Tak menunggu lama telihat eiliyah sudah menuruni tangga. Dilihatnya eiliyah memakai Off shoulder crop top berwarna putih yang dipadukan dengan palazzo pant berwarna hitam.
(Kurang lebih seperti itu ya bajunya eiliyah)
Aksa tersenyum melihat eiliyah yang sudah berada di depannya.
__ADS_1
“Udah siapkan, ayo” ajak Aksa. Perlengkapan yang sudah eiliyah siapkan tadi sudah di masukkan oleh ART-nya kedalam mobil Aksa.
Setelah menempuh perjalan sekitar 3 jam akhirnya mereka sampai di pantai tujuan mereka. Saking lamanya perjalanan mereka sampai-sampai Zie tertidur. Mereka langsung keluar dari mobil dan merenggangkan otot-ototnya yang tersa kaku setelah menempuh perjalanan berjam-jam.
“uuhh... Segar sekali udarahnya” eiliyah berjalan kedepan mobil dan merentangkan kedua tangannya sambil menghadap ke arah pantai menikmati udara disana.
“kamu senangkan” Aksa yang tiba-tiba melingkarkan tangannya di pinggang eiliyah. Sambil mengecup pundak eiliyah.
Eiliyah kaget dengan perlakuan Aksa yang tiba-tiba melingkarkan tangannya di pinggangnya.
“Eeemmm... sayang aku mau membangunkan Zie dulu” ucap eiliyah sambil melepaskan tangan Aksa yang melingkarkan di pinggangnya. Eiliyah langsung membuka jok belakang yang di tempati Zie. Terlihat di sana Zie masih tenang dalam tidurnya tanpa terganggu.
“Boy ayo bangun, kita udah sampai nih” Eiliyah membangunkan Zie dengan lembut. Zie langsung membuka matanya setelah mendengar suara sang mami. Dilihatnya kanan kiri ternyata benar mereka sudah sampi di pantan. Zie langsung merentangkan kedua tangannya, eiliyah langsung tau apa yang diinginkan oleh Zie. Ia langsung menggendong Zie.
Sedangkan Aksa setelah eiliyah melepaskan tangannya, ia langsung bergegas mengambil bekal mereka yang telah disiapkan oleh eiliyah tadi.
“Loh Zie kok minta gendong mami” Aksa melijat Zie yang berada di gendongan eiliyah.
“Dia masih setengah sadar, kasian kalau jalan” jawab eiliyah dengan senyuman.
Eiliyah menata makanan mereka di salah satu gazebo yang berada di pinggir pantai. Setelah menata makanan mereka eiliyah menghampiri Zie yang sedang bermain istana pasir. Di saat eiliyah duduk di sebelah istana pasir yang di buat Zie ternyata ponselnya berdering. Di lihatnya panggilan video call dari sang bunda.
📱. Eiliyah : “assalamualaikum bunda” terlihat di layar ponselnya wajah sang bunda yang sudah tidak muda lagi.
📱. Bunda : “waalaikumsalam, kamu lagi di mana neng”
📱. Eiliyah : “ini lagi ajakin Zie liburan Bun”
Aksa yang mendengar eiliyah sedang melakukan video call dengan bundanya, ia langsung mendekat ke eiliyah.
📱. Bunda : “iku sopo neng” Bunda mengerutkan dahinya ketika melihat seorang laki-laki yang duduk di sebelah eiliyah.
(Itu siapa neng)
__ADS_1
📱. Aksa : “assalamualaikum bunda” Aksa memberi salam tanpa tau apa yang dikatakan bunda eiliyah tadi.
📱. Bunda : “waalaikum salam, kamu siapa?”
📱. Aksa : “saya aksa Bun cowoknya eiliyah” Aksa langsung mengambil alih ponsel eiliyah.
📱. Bunda : “neng”
📱. Eiliyah : “iya Bun” Aksa menghadapkan layar ponsel kehadapan eiliyah.
📱. Bunda : “kamu bisa jelasin sesuatu?”
📱. Eiliyah : “iya Bun Aksa cowoknya neng” jawabnya lirih
📱. Aksa : “saya beneran kok bun sayang sama anak bunda, saya nggak main-main sama anak bunda. Saya ingin menjadikan anak bunda pendamping saya, menjadi ibu dari anak-anak saya” eiliyah langsung memandang wajah Aksa ketika Aksa meminta izin dengan sang bunda tanpa ada keraguan di ucapannya.
📱. Bunda : “kamu Ndak mainin anak bunda kan?”
📱. Aksa : “nggak bun, saya beneran sayang dengan anak bunda”
📱. Bunda : “saya ndak mau memberikan restu kalau dia ndak datang kerumah dengan baik-baik”
📱. Aksa : “saya akan segera berkunjung kerumah bunda” jelas aksa.
📱. Bunda : “bisa tolong berikan ponselnya kepada eiliyah” Aksa mengembalikan ponsel eiliyah.
📱. Eiliyah : “iya Bun”
📱. Bunda : “nanti bunda minta penjelasan dari kamu, assalamualaikum” bunda langsung mematika panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari eiliyah.
Eiliyah hanya menghela nafas ketika ponselnya hanya menampilkan layar yang gelap.
“kamu kenapa?” Aksa melihat waja eiliyah yang murung.
__ADS_1
“nggak papa kok” jawabnya.