Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 58


__ADS_3

“cepat bilang lu mau apa” wanita itu langsung duduk di depan pria yang mengajaknya bertemu.


“Sabar dong sayang” jawabnya santai.


“udah deh ngak usah panggil gue sayang, karna kita udah nggak ada hubungan apa-apa” ucapannya ketus.


“Mentang-mentang kamu mau menikah sama Aksa kamu lupa sama aku, padahal aku yang selalu ada buat kamu” ucap Vian.


Vian Kaili adalah mantan pacar Siska, Siska putusin Vian sejak tau jika Aksa sudah sendiri. Sebenarnya Vian juga tak kalah kaya dari Aksa. Keluarga Vian juga mempunyai perusahaan tapi tidak sebesar milik keluarga faresta. Ya... memang Siska aja yang selalu kurang bersyukur. Vian masih sayang dengan Siska, masih berharap Siska kembali kepadanya.


Karna memang Siska adalah cinta pertama Vian. Walau pun Vian tau kalau Siska adalah cewek yang suka menghambur-hamburkan uang. Vian selalu menuruti kemauan Siska dari liburan mewah, shopping barang-barang branded. Semua permintaan Siska selalu ia turuti.


“Udahlah nggak usah bahas masa lalu, kalau emang nggak ada yang penting mending gue cabut. Dari pada buang-buang waktu” jawab Siska sambil berdiri ingin pergi dari sana.


“Gimana kalau aku kasih tau Aksa, kalau seorang Siska pernah gugurin kandungannya gara-gara nggak mau ketahuan hamil di luar nikah, pasti serukan hahaha” Siska menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Vian.


“Jangan macem-macem kamu” ucap Siska dengan menatap tajam ke arah Vian.


“hahahaha....” sebenarnya Vian tak ingin berkata seperti itu kepada Siska, ia masih berharap dengan menggertak Siska seperti itu bisa merubah niatnya untuk menikah dengan Aksa.


Vian beranjak dari duduknya dan mendekat kearah Siska yang berdiri menatap tajam kearahnya.

__ADS_1


“aku akan tutup mulut sayang, asal kamu masih mau kembali sama aku” Vian berbicara tepat di telinga Siska.


“Kamu udah gila” ucap Siska tajam.


“ya aku memang udah tergila-gila denganmu, dengan semua yang ada di tubuhmu” untung mereka bertemu di restoran yang tempatnya terdapat ruangan yang VVIP.


“Terserah apa mau mu, yang penting aku nggak mau sampai pernikahanku dengan Aksa gagal” Siska segerah pergi meninggalkan Vian setelah berbicara seperti itu.


Saat Siska keluar dari ruangan VVIP itu ada sepasang mata yang memperhatikannya.


💮💮💮💮💮💮


“assalamualaikum...” saat ia masuk kedalam rumah terasa sepi karna tak menemukan sang putra menyambutnya. Ia mengedarkan pandangannya saat sudah berada di ruang tengah berharap yang ia cari ada di sana. Tapi nihil ia tak menemukannya.


“waalaikum salam neng” sahut pembantunya yang menghampirinya.


“zie kemana bik, kok sepi” tanya eiliyah.


“sejak neng antar pulang tadi den Zie belum keluar kamar neng” mendengar itu eiliyah mengerutkan keningnya.


“dia udah makan siang?” tanyanya lagi.

__ADS_1


“Udah neng, sebenernya den Zie nggak mau makan tapi saya suapi baru mau. Tapi ya Cuma beberapa suap udah nggak mau” jelasnya panjang lebar.


“Yaudah saya mau sholat dulu” eiliyah beranjak dari sofa menuju ke kamarnya untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya eiliyah menuju ke kamar Zie untuk menengoknya. Mungkin Zie masih ngambek gara-gara kejadian tadi siang.


Tok... Tok.. tok...


“Boy ini mami” ucap eiliyah di selah ketukannya.


Tok... Tok... Tok...


“boy... Mami masuk ya” eiliyah masih tak mendapat jawaban dari dalam.


Cklak


Dibukanya kamar sang putra. Eiliyah mengerutkan keningnya karna lampu kamarnya masih gelap. Betapa kagetnya saat eiliyah menyalakan lampu itu. Eiliyah segerah mendekat ke ranjang sang putra. Begitu paniknya melihat keadaan sang putra.


“BIBIK...”


Heppy reading 🤩

__ADS_1


__ADS_2