
Hari ini hari yang melelahkan untuk Aksa. Karna pagi-pagi Aksa harus segerah berangkat menuju Singapore, sesampainya di sana ia langsung menuju ke perusahaan untuk memimpin meeting bulanan. Tak sampai di situ ia harus memeriksa banyak dokumen karna di setiap laporan tiap bulan selalu ada yang janggal. Karna ia merasa terlalu capek ia meminta Ezra untuk ke apartemen. Di Singapore Aksa tinggal di satu apartemen dengan ezra. Apartemen yang di tempati Aksa adalah salah satu apartemen mewah kepunyaan keluarga faresta. Sesampainya di apartemen Aksa langsung mengistirahatkan dirinya di kamar. Tanpa terasa Aksa langsung tertidur tanpa mengati pakaian kantornya.
Tok tok tok
“sa bangun ayo makan malam” panggil Ezra karna Aksa belum keluar dari kamarnya sejak pulang dari kantor tadi sore.
“Sa... Sa...” panggilnya lagisambil mengedor pintu kamar Aksa.
Beberapakali Ezra mengetuk pintu kamar Aksa akhirnya terbuka juga.
“Ada apa sih zra?” tanya Aksa yang Terlihat baru saja bangun tidur.
“gue tunggu di meja makan, tadi gue udah pesan makan malam buat kita” ucap Ezra yang langsung meninggalkan Aksa tanpa menunggu jawaban dari aksa.
Setelah melihat kepergian Ezra Aksa langsung menutup kamarnya kembali. Ia langsung membersihkan dirinya dan Menganti pakaiannya. Setelah menyelsaikan ritual bersih-bersihnya Aksa langsung menghampiri Ezra yang sedang makan malam.
“mungkin kalau Gue nggak bangunin elu, elu baru banggun besok pagi” ucap Ezra yang sudah menyelesaikan makan malamnya.
Mendengar perkataan Ezra Aksa hanya mengedikkan bahunya.
“eli dari dulu nggak pernah berubah kalau tidur kayak kebo nggak bangun-bangun, tapi kalau begadang juga betah” ucap Ezra sambil menghembuskan asap rokoknya.
“namanya juga capek” jawab Aksa di selah-selah makannya.
Ezra hanya menggunakan kepalanya sambil menikmati setiap hisapan rokoknya tanpa ingin menyauti perkataan Aksa lagi.
———//———
Kamar adalah tempat ternyaman dikala lelah. Sesampainya di kamar eiliyah langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang queen miliknya. Tak lupa ia menjalani rutinitas sebelum tidur seperti yang ia ajarkan kepada sang putra. Sejenak ia memejamkan matanya kemudian langsung terbangun karna teringat sesuatu. Eiliyah langsung mencari di mana keberadaan ponselnya, karna ia berjanji akan menghubungi Aksa. Beberapa saat ia mencari keberadaan ponselnya,
“ah... Pasti ketinggalan di ruang keluarga” gumamnya setelah mengingat-ingat keberadaan ponselnya. Eiliyah langsung bergegas mengambil ponselnya di lantai bawah.
“ini dia” setelah menemukan ponselnya.
Setelah itu ia langsung kembali ke kamarnya dan langsung menghubungi Aksa. Sebelum itu ia melihat penampilannya di meja rias sebelum menghubungi Aksa.
Via video call
📱 Eiliyah : “assalamualaikum, lagi sibuk ya” terlihat Aksa seperti berada di ruang kerjanya.
📱 Aksa : “waalaikum salam, nggak juga, Zie udah tidur”
📱 Eiliyah : “udah, kalau kamu sibuk kita lanjut besok saja ya, aku nggak enak pasti di situ ada Ezra”
📱 Aksa : “nggak papa biasa aja nggak usah sungkan Sama Ezra”
📱 eiliyah : “oh iya... Kamu udah tau belum kalau Nara lahiran”
📱 Aksa : “belum, memangnya kapan”
__ADS_1
📱 Eiliyah : “kemin, besok aku mau jenguk dia sebelum ke butik”
📱 Aksa : “cowok apa cewek”
📱 Eiliyah : “cowok”
📱 Aksa : “alhmdulillah, kalau akamu maunya cowok atau cewek”
📱 Eiliyah : “apaan sih kamu” ucapnya malu sampai pipinya bersemu merah.
Cukup lama mereka berbincang-bincang. Karna Aksa sendiri tidak mau mematikan sambungan video callnya. Sampai eiliyah tertidur barulah Aksa mematikan sambungan video callnya.
———//———
Adzan subuh telah di kumandangkan. Mengajak umat Muslim untuk melaksanakan kewajibannya.
Sekarang eiliyah sedang berkutat dengan rutinitasnya setiap pagi. Setelah menyelsaikan rutinitasnya eiliyah langsung membangunkan sang putra untuk bersiap-siap sekolah. Saat membuka pintu kamar sang putra yang di lihat pertama adalah Zie masih tidur nyenyak dengan selimutnya yang nyaman.
“boy, ayo bangun” ucap eiliyah sambil mengelus-elus pipi chubby sang putra.
Tapi sang putra tidak merasa terusik sedikitpun.
“Boy...” panggilnya lagi. Terlihat Zie mengeluarkan badannya.
“Mami” saat melihat sang mami sudah berada di sampingnya.
“hem” jawabnya sambil mendudukkan dirinya.
“Ayo boy” ucapnya sambil menyiapkan baju sekolah yang akan di pakainya.
“Iya mii” Zie langsung bangkit dari duduknya dan langsung menuju ke kamar mandi dengan malas-malasan.
“Boy mami siap-siap dulu ya” pamit eiliyah sambil sedikit meninggikan suaranya.
“Iya mi” jawab zie
Setelah itu eiliyah langsung bersiap untuk pergi ke butik dan menjenguk Nara. Selesai bersiap eiliyah langsung menuju ke meja makan. Terlihat di sana sang putra sudah menyantap sarapan paginya. Eiliyah langsung mendudukkan dirinya di sebelah Zie untuk memakan sarapannya pula.
“boy nanti sehabis anterin kamu ke sekolah mami mau jengung Tante Nara ya, soalnya besokkan kita kerumah nenek. Jadi kamu lihat adek bayinya kak angel sehabis pulang dari rumah nenek saja ya” jelas eiliyah
“ya... mami” ucapnya lesuh.
“boy, nanti mami Cuma sebentar. Kalau kesana habis pulang dari rumah nenek kamu mau di sana seharian juga nggak papa sayang” bujuk eiliyah.
“iya mami” jawabnya.
Kemudian mereka segerah menyelsaikan sarapan paginya. Setelah itu eiliyah langsung mengantakan sang putra kesekolah setelah itu ia langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk Nara.
Sesampainya di rumah sakit eiliyah langsung menuju ke ruangan Nara tanpa bertanya pada resepsionis. Karna ia sudah menanyakan pada Nara.
__ADS_1
“Assalamualaikum” ucap eiliyah sambil membuka pintu kamar rawat Nara.
“Waalaikum salam” jawabnya serempak. Di sana sudah ada suami Nara, mama dan papanya Nara.
“Pagi om Tante” eiliyah langsung menyalami kedua tangan orang tua Nara.
“Zie nggak ikut ei” tanya Rama
“enggak mas dia berangkat sekolah” jawab eiliyah.
“kamu mau pulang nar?” ketiaka ia melihat koper yang berada di samping sofa.
“Iya... Ini lagu nunggu dokternya” jawab Nara yang sedang memberikan asi pada putranya.
“Aduh... Cakepnya ponakan Tante” ucap eiliyah ketika melihat wajah bayinya Nara.
“iya dong Tante” jawab Nara sambil menirukan suara anak kecil.
“Sini aku mau gendong” pinta eiliyah. Nara langsung memberikan sang putra untuk di gendong eiliyah.
“Udah kenyang dia Sampek nggak ke ganggu sama sekali, siapa nar namanya” lanjut eiliyah.
“tanya tu sama papanya” ucap Nara.
“Lah emang kamu nggak tau?” tanya eiliyah.
“bukanya nggak tau ei, tapi dia itu ngambek katanya nggak suka sama namanya mangkanya tiap di tanya suruh tanya aku” jelas Rama.
“Terus namanya jadi siapa” tanyanya lagi.
“Abdar” jawab Nara
“lah itu tau namanya, iih... lucu banget sih kamu” ucap eiliyah
Eiliyah memang suka sekali dengan anak keci. Dulu Zie waktu masih bayi eiliyah lebih suka merawatnya sendiri tanpa bantuan pengasuh.
“kamu entar ikut ke rumah kan?” tanya Nara.
“aku harus ke butik nar, besok aku pulang” jelas eiliyah
“Lah kamu kok pulangs sih” ucap Nar kaget.
“iya bunda udah protes beberapa bulan nggak pulang, selain itu yania juga mau di lamar” jelas eiliyah
“tapi kamu ngak lamakan pulangnya” tanya Nara
“Enggak, Zie juga harus sekolah nar” jelas eiliyah.
Cukup lama mereka berbincang-bincang. Akhirnya Nara di izinin pulang, mereka sama-sama berjalan keluar rumah sakit dan berpisah sebelum mereka menaiki mobil mereka masing-masing.
__ADS_1