
Hari ini pekerjaan Aksa tidak sesibuk kemarin. Sampai-sampai Aksa lupa menghubungi eiliyah. Tadi malem Aksa terlalu capek hingga sepulang dari kantor Aksa langsung tidur tanpa mengecek ponselnya lagi. Tadi pagi saat Aksa akan berangkat ke kantor ia baru mengecek ponselnya, ternyata batrai ponselnya habis. Ia langsung mengisi daya ponselnya di dalam mobil. Setibanya di ruang kerjanya Aksa langsung menghubungi eiliyah tapi tidak juga da jawaban darinya. Terpaksa ia harus menundanya karna dia harus bergegas meeting.
Saat usai meeting Aksa langsung menghubungi eiliyah. Tidak menunggu lama panggilan telfonnya tersambung.
📞 ..........
📞 Aksa : “siapa kamu, di mana yang punya ponsel ini” ucapnya kasar ketika pangulannya di jawab seorang pria.
Aksa langsung melihat layar ponselnya, tapi yang ia hubungi adalah eiliyah.
📞 jorrdan : “saya Jordan” yang menjawab panggilan Aksa adalah jorrdan, karna sedari pagi memegang ponsel eiliyah di bawah oleh Zie untuk bermain game dengan jorrdan.
📞 Aksa : “di mana eiliyah” tanyanya yang masih dengan nada marah.
📞 Jorrdan : “neng ei lagi masak” jawabnya singkat
📞 Aksa : “kamu siapa sih, mana eiliyah” tanyanya dengan kesal.
📞 Jorrdan : “aku kan udah bilang tadi E-N-E-N-G E-I-L-I-Y-A-H lagi masak” jawab Jorrdan dengan menheja nama eiliyah.
Aksa langsung mematikan panggilan telfonya, karna mendengar jawaban jorrdan membuatnya bertambah marah. Jadilah seharian ini Aksa bekerja dengan keadaan badmood, sampai beberapa karyawannya terkena imbasnya tidak terkecuali Ezra.
“elu dari tadi kenapa sih marah-marah Mulu” saking jengkelnya Ezra karna dari tadi terkena amukan Aksa.
“udah sana urusin kerjaanmu” bentak Aksa.
Ezra langsung keluar dari ruangan Aksa setelah menerima bentakan dari Aksa untuk yang ke sekian kalinya.
———//———
Disaat eiliyah sudah menyelsaikan masaknya ia menghampiri jorrdan yang sedang bermain PS dengan zie. Ia mendudukkan dirinya di sebelah Zie, eiliyah baru ingat jika dari pagi ia belum mengecek ponselnya.
“Boy ponsel mami mana ya?” seingat eiliyah tadi pagi di buat Zie mainan.
“om di mana ponselnya mami” Zie malah menanyakan pada jorrdan.
“Di mana ya, om lupa. Coba cari di bawah bantal sana neng” tunjuk Jorrdan di salah satu bantal-bantal yang berserakan di depan tv.
Mendengar itu eiliyah menghembuskan nafasnya kasar.
“di mana sih dan” tanya eiliyah ketika belum juga mendapatkan keberadaan ponselnya.
__ADS_1
“owalah disini neng” jorrdan baru ingat kalau ponselnya di taru meja tv setelah menerima panggilan telfon.
Jorrdan langsung memberikan ponselnya pada eiliyah. Eiliyah langsung mengecek ponselnya barangkali ada email atau panggilan yang masuk.
“Jorrdan kamu tadi jawab telfon dari ponselnya neng” karna eiliyah melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Aksa dan terakhit panggilan masuk darinya juga.
“iya” jawabnya singkat, karna ia tak mau permainan PSnya di kalahkan sang ponakan.
“terus dia ngomong apa ajah?” tanyanya lagi.
“yeehhh... yeehhh... Aku menang” seruh Zie kegirangan karna visa mengalahkan omnya.
“Yaaahhh... Eneng aku jadi kalah nih, gara-gara neng ei tanya terus” ucap jorrdan.
“dia ngomong apa ajah dan” tanyanya lagi tanpa menghiraukan omongan sang adik.
“Dia tanya aku siapa...” ucapnya malas
“terus kamu jawab apa?” selah eiliyah.
“Ya aku jawab aku jorrdan” lanjut jorrdan.
“terus dia tanya apa lagi” tanyanya penasaran.
Mendengar perkataan jorrdan membuat eiliyah semakin kesal. Ia memilih pergi dari tempat itu dari pada membuatnya semakin kesal.
Sekarang ia duduk di ayunan sebelah kolam ikan belakang rumah. Kolam ikan itu di buat khusus untuk Zie, agar ia betah jika berada di sana.
Tuuut tuuut tuuut
📞 Eiliyah : “assalamualaiku” ucap eiliyah ketika panggilan telfonnya tersambung.
📞 Aksa : “waalaikum salam” jawabnya malas.
Mendengar jawaban Aksa eiliyah hanya bisa memejamkan matanya sejenak, ia tau dari nada Aksa menjawab salamnya pasti dia salah sangka dengan jorrdan.
📞 eiliyah : “udah makan siang?” tanyanya basa basi.
📞 Aksa : “udah, siapa tadi yang jawab telfon aku” tanyanya to the poin.
Sebelum menjawab pertanyaan Aksa eiliyah menghembuskan nafasnya kasar. Karna tebakannya benar kalau Aksa salah sangka.
__ADS_1
📞 Eiliyah : “itu tadi jorrdan adik aku”
Terdengar di sebrang sana Aksa menghembuskan nafasnya kasar.
📞 Aksa : “memangnya adik kamu ke Jakarta?”
📞 Eiliyah : “bukan dia yang ke Jakarta, tapi aku yang pulang ke Jogja”
📞 Aksa : “kamu pulang ke Jogja kok nggak bilang-bilang aku” Ucapnya dengan nada marah.
📞 Eiliyah : “aku lupa yang, lagian kamu juga nggak ada di Jakarta” ucapnya pelan.
📞 Aksa : “ooohhhh... Jadi aku nggak perlu tau, segitu tidak berartinya aku di hidup kamu”
📞 Eiliyah : “bukan begitu ya....” ucapnya terputus karna sambungan telfonnya di matikan oleh Aksa sepihak.
“neng ayo makan siang” panggil bunda yang sedang berdiri di tengah pintu.
“iya Bun” jawabnya
Sebelum eiliyah masuk kedalam rumah ia mengirimkan pesan pada Aksa terlebih dahulu.
đź’¬ Eiliyah
Maaf...
Memang aku salah tidah memberitahukan kalau aku akan pulang ke Jogja, tapi bukan berarti kamu tidak penting di hidupku. Aku kecapekan setelah menempuh perjalanan dari Jakarta ke Jogja.
Sekali lagi aku minta maaf
Setelah pesannya terkirim eiliyah bergegas masuk kedalam untuk makan siang. Kasihan jika semua orang tidak segera makan siang hanya karna menunggu dirinya. Sebelum itu ia menyimpan ponselnya di salam saku bajunya.
———//———
Aksa begitu kecewa dengan sikap eiliyah yang tidak menganggapnya. Aksa mencoba meredam amarahnya sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya lewat hidung kemudian mengeluarkannya lewat mulut. Kemudian ia memijat pelipisnya pelankarna merasa sedikit pusing akibat banyaknya pekerjaan yang ia tangani dan belum lagi soal pujaan hatinya. Disaat ia memijat pelipisnya terdengar suara notifikasi di ponselnya, pertanda adanya pesan yang masuk
đź’¬ Eiliyah
Maaf...
Memang aku salah tidah memberitahukan kalau aku akan pulang ke Jogja, tapi bukan berarti kamu tidak penting di hidupku. Aku kecapekan setelah menempuh perjalanan dari Jakarta ke Jogja.
__ADS_1
Aksa hanya membacanya tanpa ingin membalas pesan itu