
Usai menyelsaikan makan siang, Aksa langsung mengantarkan eiliyah kembali ke butik karna Aksa harus segerah kembali ke kantor.
“Aku nggak turun ya” ucap Aksa.
“Iya hati-hati” setelah berkata pada Aksa eiliyah langsung turun dari mobil.
Sekarang eiliyah berada di ruang kerjanya. Disaat eiliyah sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berdering.
📞 “Assalamualaikum bun” yang masih tetap memfokuskan pada disain2nya.
📞 “ waalaikum salam, gimana neng kabar kamu kok lama nggak perna hubungi bunda” keluh sang bunda.
Di keluarga mereka eiliyah selalu di panggil neng. Karna eiliyah putri tertua dari tiga bersaudara dari keluarga bapak hari dan ibu Yanti. Eiliyah adalah anak pertama. yania adalah anak kedua umur yania sama dengan umur Aksa, ia bekerja di salah satu bank suasta yang berada di Jogja. Sedangkan sang adik bernama jorddan ia baru saja masuk di perguruan tinggi di Jogja, ia juga bekerja paruh waktu di salah satu kafe di Jogja karna ia tidak ingin membebani bunda dan ayahnya.
📞 “ Alhamdulillah ei sama Zie baik, maaf ya Bun neng jarang hubungi bunda” yang langsung menyandarkan punggungnya di sandaran kursi
📞 “ ei bunda kangen Zie kamu tidak pulang” tanya bunda.
📞 “ pengen sih Bun, tapi waktunya yang nggak bisa ini lagi ramai Bun” jawab eiliyah.
📞 “ kamu kan punya banyak karyawan masak di tinggal bentar nggak bisa” protes bunda mendengar itu eiliyah menarik nafas panjang dan langsung menghembuskannya.
📞 “ iya Bun neng akan cari waktu” jawab eiliyah
📞 “ pokoknya akhir pekan besok udah harus ada di rumah” ucapnya yang sudah tidak dapat di bantah.
📞 “ siap Bu boss, gimana Bun kabar ayah sama yang lain” tanya eiliyah.
📞 “ Alhamdulillah sumua sehat-sehat, udah satu Minggu jorddan masuk kuliah, oh ya neng... Kemaren Aqil minta izin bunda buat khitbah yania” cerita bunda pada eiliyah.
📞 “alhamdulillah, kapan Bun?” tanya eiliyah antusias.
📞 “ insayaallah bulan depan, yaudah bunda tutup hulu telfonnya assalamualaikum”
📞 “ waalaikum salam Bun salam ke ayah ya” pamit eiliyah kemudian mematikan sambungan telfonnya.
Setelah beberapa menit melanjutkan pekerjaannya. Sekarang eiliyah harus segerah menjemput sang putra sekalian pulang.
“ ka, saya pulang dulu ya sekalian jemput Zie” pamitya pada sang sekertaris.
“ mbak ei sakit ya kok kelihatan lemes” Eka yang melihat eiliyah kurang sehat.
__ADS_1
“ Mungkin kecapean aja ka, di buat istirahat juga udah fit lagi” setelah menyelsaikan pembicaraannya dengan Eka, eiliyah langsung bergegas pergi untuk menjemput sang putra.
Sesampainya di rumah eiliyah langsung beristirahat. Sedangkan Zie merasa senang Karana sepulangnya dari les ia tidak harus kebutik sang mami.
“Bik entar sebelum magrib bangun ei ya” pesan eiliyah sebelum ia menaiki tangga
“iya ... Mbak”jawab bik ani.
——//——
Aksa yang sedang fokus dengan pekerjaannya di kagetkan oleh kedatangan sang papa.
“ assalamualaikum” salam papa yang langsung mendudukkan dirinya di sofa ruang kerja Aksa.
“ waalaikum salam, ada apa pa” jawab Aksa yang langsung bangkit dari kursi kebesarannya, dan langsung mendudukkan dirinya di samping sang papa.
“ lusa kamu harus ke Singapore, karna cabang di sana mengalami masalah” jelas papa
“masalah apa pa” ucap Aksa.
“ kelihatannya ada yang behianat kepada perusahaan, karna tidak mungkin konsep proyek yang kita punya bisa bocor ke perusahaan lain kalau bukan perbuatan orang dalam. Maka dari itu papa ingin kamu menyelidiki masalah ini” jelas papa Aksa.
“ini pasti akan memakan waktu yang lama” gumamnya dalam hati sambil menghembuskan nafas kasar.
“iya pa” jawabnya lemas.
Seteleah pembicaraan itu sang papa langsung keluar dari ruangan Aksa.
“baru saja jadian udah jauh-jauhan” gumamnya frustasi.
☎️ “ keruangan saya” ucapnya singakat setelah telfon tersambung dan langsung mematikan sambungan telfonnya tanpa menunggu jawaban penerima.
Tok tok tok
“masuk” Aksa yang masi fokus pada leptopnya.
“ Ada apa bos” tanya Ezra
“ Lusa kita akan ke Singapore, persiapkan berkas-berkas yang perlu di bawa kesana” jawabnya yang masi fokus pada leptopnya.
“ ada apa bos kok tiba-tiba” Ezra yang masih ingin tahu.
__ADS_1
“ Ada penghianat yang harus kita urus disana” ucap Aksa
“ berarti kita lama di sana” tanyanya lesu.
“iya... ” jawabnya t kalah lesu.
“ Kalau udah nggak ada yang di bicarain saya kembali boss” Ezra langsung bangkit dari duduknya dan kembali ke ruangannya setelah dapat anggukan kepala dari Aksa.
Aksa mencoba menghubungi eiliyah beberapa kali tapi tidak juga di angkat oleh eiliyah. Kemudian Aksa hanya mengirimkan pesan.
💬Aksa
Liy kalau udah nggak sibuk hubungi aku
Waktu menunjukkan pukul 18.30 waktunya ia pulang. sejak dari tadi ia menanti balasan pesan dari eiliyah tapi Aksa belum juga mendapat jawaban dari eiliyah.
“kamu kemana sih Liy, bikin aku kawatir saja” gumamnya sambil memijit kepalanya yang sedikit pening.
Sekarang ia dalam perjalanan menuju rumah eiliyah. Ia tidak dapat pulang dengan tenang jika belum mengetahui kabar dari sang pujaan hati. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan yang cukup ramai akhirnya ia tiba juga di rumah eiliyah. Aksa segerah turun dari mobil dan memencet bel beberapa kali.
“ assalamualaikum.... Liy di mana bik” tanya Aksa panik ketika pintu itu baru di buka bi ani.
“ waalaikum tuan, mbak ei ada di....” ucapan bik ani terpotong karna Aksa langsung nyelonong masuk tanpa menunggu penjelasan dari bik ani.
“ Zie di mana mami” Ketika sudah di dalam terlihat Zie yang sedang fokus belajar.
“ Di dapur om ambil minum” Zie yang sedang fokus menole ke Aksa dan kembali fokus ke pelajarannya lagi setelah menjawab pertanyaan Aksa.
“ Kamu ke mana saja dari tadi aku telfon aku kirim pesan tidak ada satu pun yang kamu Jawab, aku kawatir banget kamu ada apa-apa” Aksa yang langsung memeluk eiliyah ketika ia sudah menemukan keberadaanny.
“ Aku dari tadi di rumah” jawab eiliyah ketika masih dalam pelukan Aksa. Aksa yang mendengar itu langsung merenggangkan pelukannya dan memandang manik mata eiliyah. Ingin meminta penjelasan.
“ maaf... ponselku ada di dalam tas, aku tadi kecapekan jadi langsung tidur aku nggak tau kalau kamu hubungi aku” eiliyah yang ikut memandang Aksa sambil memberi penjelasan.
“ nggak papa aku Cuma kawatir saja denganmu” ucap Aksa
“ Kamu baru pulang kerja” eiliyah yang melihat Aksa memakai baju yang sama dengan tadi siang.
“Kamu udah makan malam” tanya eiliyah lagi setelah Aksa memberi jawaban dengan anggukan kepala.
“ aku belum bisa makan kalau belum ada kabar dari kamu” jawab Aksa.
__ADS_1
“ kamu tunggu sini ya aku hangatin makan dulu” eiliyah bergegas pergi kedapur setelah menyuruh Aksa duduk di salah satu kursi di meja makan.