Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
51


__ADS_3

Braak...


“BISA KERJA NGGAK, ngerjain kerjaan gitu aja nggak becus” bentak Aksa kepada semua staf kantornya, karna sekarang Aksa sedang mengadakan rapat bulanan.


Hati Aksa berasa sakit karna eiliyah memutuskannya, ia ingin menenangkan hati dan pikirannya, tapi ezra berkali-kali menelponnya untuk melaksanakan rapat bulanan. Dan jadilah sekarang staf kantor yang mengikuti rapat bulanan menjadi sasaran kemarahan Aksa.


“Saya minta besok udah selesai semua, jika tidak segerah angkat kaki dari perusahaan” ucap Aksa sebelum meninggalkan ruangan rapat itu.


“haduh tadi pagi si bos makan apa sih, kok bisa samapi marah-marah seperti itu”


“Iya... Nggak biasanya tu orang semarah itu”


“waduh singah ngamuk lagi”


Itulah umpatan para staf kantor Aksa yang keluar dari ruangan rapat.


Setelah Aksa keluar dari ruangan rapat ia kembali keruangannya, Aksa mendudukkan dirinya di kursi kerjanya.


“Lu kesambet setan dari mana si sa kok semua orang lu marahin, padahal kesalahannya Cuma sepeleh” tanya Ezra yang mendudukkan dirinya di kursi depan meja kerja Aksa.


Aksa hanya memijat pangkal hidungnya tanpa ingin menanggapi pertanyaan asisten sekaligus sahabatnya.

__ADS_1


“kalau lu punya masalah mending lu cerita sama gue, barangkali gue bisa bantuin pecahin masalah elu” tanya Ezra lagi. Yang tak mendapat jawaban dari Aksa.


“Gue pusing, gara-gara eiliyah tau kalau gue mau tunangan sama Siska dia jadi putusin gue” jawab Aksa dengan nada yang lemas.


“HAHAHAHA... Baru kali ini gue denger seorang Aksa di putusin ce....” ucapan Ezra terputus karna takut akan tatapan sahabat sekaligus bosnya.


“Udah deh mending lu keluar, bukannya selsaiin masalah gue malah tambah pusing gue lihat lu” usir Aksa karna di tertawakan oleh Ezra.


“Maaf deh, maaf” ucap Ezra memelas.


“memangnya siapa yang kasitau dia kalau lu mau tunangan” tanya Ezra.


“Nyikap gue ternyata sering pesan baju di butiknya Liy, dan pas waktu itu nyokap ajak Siska kesanan juga terus ngenalin dia ke Liy kalau dia calon mantunya” jelas Aksa.


“Ya dia langsung putusin gue tanpa mau dengerin penjelasan gue” jelas Aksa lagi.


“sadis amat hidup lu Broo” Aksa langsung melempar pena ke ara ezra karna perkataan Ezra.


“aaauuu... Sakit tau” pekik Ezra sambil menggosok pelan dahinya karna lemparan Aksa mengenai dahinya.


“pergi lu” usir Aksa.

__ADS_1


“Ta....” Ezra


“PERGI” bentak Aksa karna jengah melihat Ezra yang tak kunjung keluar dari ruangannya.


“siap-siap bos 30 menit lagi ada meeting di hotel XXXX” Ezra mengingatkan Aksa sebelum menutup pintu ruangan Aksa.


🥀🥀🥀🥀


Beberapa jam yang lalu


Setelah kepergian Aksa dari butiknya eiliyah menangis sejadi-jadinya, karna merasakan begitu sakit hatinya mersakan kenyataan karna telah di bohongi oleh sang pujaan hati. Beberapa pria sudah ia tolak tapi pada saat ia sudah jatuh cinta kepadanya ternyata ia membohonginya.


Cklaaak...


Eiliyah mendongakkan kepalanya melihat siapa yang datang.


“Maaf dari tadi aku mengetuk pintu tak ada jawaban, jadi aku lang...” perkataan Rio terputus kala melihat eiliyah yang sudah terlihat kacau dengan air mata yang membanjiri pipinya.


“ei kamu kenapa” Rio menghampiri eiliyah yang sedang duduk di kursi kerjanya.


“Siapa yang membuatmu menangis” tanya Rio sambil menghapus air mata eiliyah.

__ADS_1


“ayo jawab siapa yang membuatmu menangis” tanya Rio sambil memegang kedua pipi eiliyah agar ia bisa menatap matanya.


“a-aksa...”


__ADS_2