
usai dari mall Aksa langsung pulang kerumah. dia tidak kembali ke kantor karna jam kerja sebentar lagi usai. ketika mobil Aksa sudah terparkir di garasi rumah. Aksa langsung menyambar dasi serta jasnya yang dia lepas tadi dan bergegas turun dengan hati berbunga-bunga. sampai dia memasuki rumah. diruang keluarga tedapat mama Renna yang bersantai menikmati tehnya.
"tumben kamu udah pulang sa" tanya mama Renna sambil melihat jam yang berad di dinding
"nggak papa ma, lagi kangen mama aja" ucap Aksa sambil mencium kedua pipi sang mama.
"kamu nggak papa kan sa" tanya mama Renna yang heran melihat tingkah putranya.
"memang kenapa ma" ucap Aksa sambil mengerutka keningnya
"ya... tumben saja sikap kamu begini sama mama, biasanya juga langsung nyelonong masuk" ucap mama Renna yang masih binggung dengan sikap putranya.
"ck... mama, begini salah begitu juga salah. binggung aku ma" ucap Aksa sambil menyandarkan punggungnya di sofa yang ia duduki.
"kan mama cuma tanya sa, barang kali saja kamu baik-baikin mama kamu mau melamar anak orang mangkanya kamu baik-baikin mama dulu" ucap mama Renna sambil menggoda putranya
"tau deh ma, Aksa mau ke kamar aja" ucap Aksa sambil bangkit dari duduknya.
sesampainya di kamar Aksa langsung melempar dasi serta jasnya yang berada di sudut kamarnya dan melepaskan sepatu asal. setelah itu dia menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur king sizenya. aksa mengingat kejadian yang baru saja ia lewati sambil tersenyum karena dia bisa bertemu dan menemani wanita yang sudah memikat hatinya. seketika di bangkit dari tidurnya dan menepuk jidatnya
"aduh... kenapa tadi nggak mintak no ponselnya" ucap Aksa lirih sambil membaringkan tubuhnya kembali ke kasurnya. tanpa terasa Aksa terlelap di sore itu.
———//———
kediaman eiliyah
tibalah saatnya hari ulang tahun putri pertama sahabatnya Nara di langsungkan.
"boy udah belom" tanya eiliyah sambil membuka pintu kamar putranya.
"udah mi" jawab zie
"aduh, tanpanya anak mami" puji eiliyah pada putranya yang mengenakan kemeja lengan panjang yang lengannya ia lipat sampai siku dan celana jins yang cocok dengan kemejanya.
"eits... stop mami" cega Zie sambil menutup kedua pipinya ketika melihat sang mami ingin mendaratkan ciuman di pipi chabinya.
"kenapa boy" tanya eiliyah sambil mengerutkan keningnya.
"nanti liptis mami nempel di pipi zie" jawab zie yang kesulitan menyebut kan kata lipstik.
"lipstik boy" jelas eiliyah sambil tertawa
"ya itu lah mami" ucap Zie
"yauda ayo berangkat seblum kita telat" ajak eiliyah sambil mengandeng putranya. setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam. akhirnya mereka sampai di kediaman Nara. saat memasuki rumah sahabatnya ia melihat ruang tamu dan ruang keluarga yang sudah di ubah dengan pernak pernik kartun Doraemon. karna putri sahabatnya itu suka sekali dengan Doraemon. ketika dia sudah masuk eiliyah mengedarkan pandangannya untuk mencari kebenaran sahabatnya itu.
__ADS_1
"mami Zie mau main disana" ucap Zie meminta izin kepada sang mami
"ya udah hati-hati ya boy, oh iya sekalian ini berikan ke kak angel ya" ucap eiliyah sebelum putranya pergi
"ok mami" jawab zie singkat dan langsung bergegas pergi meninggalkan sang mami.
setelah sang putra meninggalkannya eiliyah berjalan sambil mencari kebenaran sahabatnya.
"Hay... baru datang" ucap seseorang yang berada di sebalahnya ketika eiliyah sibuk mencari sang tuan rumah. ketika dia menengok tenyata yang memanggilnya adalah Aksa.
"iya" jawabnya singkat
"Zie tidak ikut" tanya Aksa ketika dia tidak melihat Zie
"itu dia di sana" tunjuk eiliyah di kerumunan anak-anak yang sedang bermain.
"ei baru datang" ucap seseorang sambil menepuk bahunya.
"iya nar" jawab eiliyah sambil mengembangkan senyumnya. ya dia adalah Nara sahabat yang sedari tadi ia cari.
"mana zie" tanya sambil celinguka mencari sang bocah.
"itu lagi maen dia" ucap eiliyah sambil menunjuk kerumunan anak-anak yang sedang bermain.
"loh ei kamu datang sama aksa" tanya Nara ketika melihat sahabat dan adik sepupunya bersama
"kompak banget" ucap Nara
"apaan sih kak" ucap Aksa sambil melirik eiliyah.
"oh ya ei, kemaren kak Rio tanyain kamu" ucap Nara
"memang kak Rio pulang kapan" tanya eiliyah pada Nara
"mungkin beberapa bulan lagi katanya" ucap Nara
"owh" jawab Nara.
Rio adalah kakak kelas eiliyah waktu sekolah dulu. dia selalu ada di kala eiliyah terpuruk. memang Rio ada rasa dengan eiliyah. tapi eiliyah menganggap Rio seperti kakaknya sendiri. entah kenapa eiliyah tidak pernah bisa mencintai Rio. dulu Rio pernah menyatakan cintanya pada eiliyah beberapa kali. tapi tetap saja jawaban eiliyah selalu sama tidak bisa menganggapnya lebih. bahkan setelah mendengar perceraian eiliyah dengan mantan suaminya. Rio langsung datang ke Indonesia untuk menemui eiliyah. bahkan Rio juga dekat dengan putra eiliyah. memang beberapa bulan ini Rio jarang menghubungi eiliyah karna kesibukan mereka masing-masing sehingga jika Rio ada waktu akan menghubungi teman terdekatnya.
"emang kak Rio nggak hubungi kamu" tanya Nara.
"pernah sih, tapi aku juga sibuk jadi lupa hubungi dia balik" jawab eiliyah santai
mereka asik berbincang tanpa menghiraukan sekitarnya. sedangkan Aksa yang sedari tadi mendengarkan merasakan sesak dalam hatinya. karna orang yang dia sayangi disukai oleh pria lain.
__ADS_1
"aku harus bertindak cepat, lagian kenapa juga kak Nara nggak bilang kalau ada pria lain yang mencintai Liy" gumam Aksa dalam hati
"mami... Zie lapar" ucap Zie pada maminya
"boy... Salim dulu sama Tante nara" ucap eiliyah pada Zie.
kemudian Zie langsung bergegas menyalami tanggan Nara.
"hay zie" ucap Aksa
"Hay juga om aksa" ucap Zie sambil menyalami Aksa juga.
"loh sa, aku kira kamu udah kesana" ucap Nara ketika melihat Aksa yang masih bergabung dengannya.
"Mii... ayoo" ajak Zie pada maminya
"Iyah-Iyah, aku tinggal dulu ra" izin eiliyah.
tapi tiba-tiba Aksa menyelah eiliyah.
"Zie sama om Aksa yuk" ajak Aksa
"boleh ya mii Zie sama om aksa" izin Zie pada maminya
"jangan Zie, entar kamu ngerepotin om" cegah eiliyah
"nggak papa Liy" ucap Aksa
"kelihatannya aku ketinggalan beritani" ucap Nara curiga pada eiliyah dan Aksa. sambil memicingkan matanya dan menunjuk eiliyah dan Aksa.
"emang berita apa ra, emang kita ngapain" tanya eiliyah tidak mengerti akan arah pembicaraan sahabatnya itu.
"ayoo om" ajak Zie
"ya udah aku anterin Zie dulu" ucap Aksa
yang hanya dapat anggukan oleh eiliyah.
"kalian ada hubungan apa ei" selidik Nara yang masih penasaran pada sahabat dan adik iparnya
"Nggak ada ra, emang yang kamu maksud hubungan apa?" ucap eiliyah
"lah itu tadi apa, Aksa udah panggil kamu dengan sebutan yang berbeda dari kita-kita" ucap nara
"apaan shi kamu, itu gara-gara kemaren kita ketemu di mall pas aku mau beliin hadiah buat angel sama Zie minta ke Playground. kebetulan Aksa ada di sana dan dia mau nemenin Zie buat ke Playground" ucap eiliyah panjang lebar
__ADS_1
"aku kira....." ucap Nara terputus karna kedatangan suaminya yang mengajaknya untuk memulai acara.