
Sudah beberapa Minggu Aksa berada di Singapore. Kini Aksa dan Ezra sudah mempunyai banyak bukti siapa yang membocorkan rahasia perusahaan kepada lawan bisnisnya. aksa langsung menyuruh sekertarisnya untuk memanggil orang yang di percayai oleh papa Aksa untuk memegang kendali cabang perusahaan yang di Singapore itu.
Tok tok tok
“Masuk” ucap Aksa dengan nada dingin.
Orang itu pun memasuki ruangan Aksa. Di dalam ruangan itu sudah ada Aksa dan asisiten pribadinya yaitu Ezra.
“Ada apa pak” Ridwan bertanya sambil menundukkan kepalanya.
Ridwan adalah salah satu orang kepercayaan Yogi faresta. Yogi mempercayai cabang perusahaannya di pegang oleh ridwah karna ia sudah lama beekrja dengannya. Dan ia selalu menjadi karyawan terbaiknya. Sering memenangkan banyak tender apa yang di suruh Yogi faresta selalu ia laksanakan dengan baik. Maka dari itu Yogi berani mempercayakan cabang perusahaan yang di Singapore kepadanya.
Melihat Ridwan berada di depannya Aksa langsung melemparkan beberapa berkas kepada Ridwan. Saat Ridwan mengambil dan membaca berkas yang di lemparkan Aksa kepadanya. Jantung Ridwan berdetak lebih kencang dan tangannya bergetar.
“pak maafkan saya” Ridwan memohon kepada Aksa, karna kesalahannya sudah di ketahui oleh Aksa.
“Saya mohon maafkan saya pak” ucapnya lagi.
“SALAH APA PAPA SAMA KAMU, KALAU BUKAN KARNA PAPA KAMU BUKAN APA-APA” bentak Aksa Karna tidak terima akan penghianat itu lebih lagi ia sudah menghianati papanya.
Sedangkan Aksa hanya diam tanpa ingin menyautinya.
“ma... maaf pak”ucapnya yang masih menundukkan kepalanya.
“APA SEPERTI INI BALASAN YANG KAMU BERIKAN PADA KAMI, DI BAYAR BERAPA KAMU SAMPAI KAMU MENGHIATI KAMI” Aksa semakin menggebu-gebu mengeluarkan amarahnya.
Ridwa semakin menundukkan kepalanya. Karna ia sudah ketahuan dan tak bisa membela dirinya lagi.
“Cepat pergi dari perusahaan ini, saya tak ingin melihat wajahmu lagi” usir Aksa.
“Saya mohon maafkan saya pak...” ucap Ridwan
“ezra usir dia, aku nggak mau lagi melihat mukanya di sini” Aksa menyuru Ezra untuk mengeluarkan Ridwan dari ruangannya bahkan dari perusahaannya. Tanpa memberikan pesangon karna ia sudah banyak merugikan perusahaannya.
Ezra langsung menyeretnya keluar dari ruangan Aksa. Tanpa memperdulikan dia yang memohon kepada Aksa. Setelah ia mengeluarkan Ridwan dari ruangan Aksa, sebelum ia menutup pintu ia menyuru sekertaris Aksa untuk menghubungi satpam agar mengusirnya.
“cepat selsaikan pekerjaan di sini, aku ingin segera kembali” Aksa menyuruh Ezra ketika ia sudah duduk di depan Aksa.
“Kok gue, ya elu lah. Kan kita tinggal cari manager baru” ucap Ezra.
Aksa menghembuskan nafasnya panjang mendengar perkataan Aksa. Dia harus bertanya pada papanya karna tidak mungkin dia mengambil keputusan itu sendiri.
Triiiiing triiiiing triiiiing
📞 Aksa : “asaalamualaikum ma”
__ADS_1
📞 Mama Renna : “waalaikum salam, kamu tu kalau bukan mama yang telfon dulu nggak pernah ingat mama” omelnya.
📞 Aksa : “ya maaf ma, Aksa sibuk lagian kalau Aksa nggak cepet-cepet selsaikan urusan disini Aksa bakal lebih lama lagi ma pulangnya”
📞 Mama Renna : “kamu itu ada ajah alasannya”
📞 Aksa : “hehehe... Kan kenyataan ma, kalau nggak percaya tanya tu sama Ezra” elaknya lagi.
📞 Mama Renna : “kira-kira kamu pulang kapan, ada yang mau mama omongin serius sama kamu”
📞 Aksa : “masalah apa ma?”
📞 Mama Renna : “mama nggak bisa bicara di telfon sa”
📞 Aksa : “munggkin Minggu depan ma, tapi aku nggak bisa janji ma”
📞 Mama Renna : “ya udah ya cepet pulang, mama udah kangen banget sama kamu”
📞 Aksa : “iya ma Aksa juga kangen mama”
📞 Mama Renna : “yaudah mama mau arisan dulu ya, assalamualaikum”
📞 Aksa : “waalaikum salam”
Mama Renna langsung memutuskan panggilan telfonnya.
Usai kepulangannya dari Jogja waktu itu, sekarang eiliyah semakin di sibukkan dengan pekerjaannya. Terkadang saking sibuknya, ia menyuruh karyawannya menjemput sang putra di sekolah.
Cklaaak...
“ka... disain yang saya minta tadi uda ada?” tanyanya ketika Terdengar suara pintu terbuka. Eiliyah tidak mengalihkan pandangannya pada iPadnya.
Ketika ia tak mendengar jawaban dari orang yang masuk ke ruangannya eiliyah melirik dengan ekor matanya ada yang janggal. Eiliyah langsung melihat siapa orang yamasuk ke ruangannya.
Saat eiliyah melihat wajah orang itu, orang itu membalasnya dengan senyum manisnya.
“Mas Rio....” eiliyah kaget melihat seseorang yang sudah berdiri di samping meja kerjanya itu.
“Mas Rio kapan datang?” lanjutnya.
“baru saja ei” Rio langsung mendudukkan dirinya di kursi yang berada di depan meja kerjanya.
“Baru saja?... Mas dari bandara langsung ke sini” tanyanya
“iya... Zie belum pulang sekolah ya?” karna Rio melihat ruangan eiliyah masih tertata rapi, belum terlihat adanya mainan berserakan.
__ADS_1
Mendengar perkataannya eiliyah langsung melihat jam di pergelangan tangannya.
“bentar lagi pulang mas... Oh iya mas mau minum apa?” tanyanya.
“Apa aja lah ei” jawabnya.
Eiliyah langsung beranjak dari duduknya untuk mengambil minuman yang ada di dalam lemari pendingin di ruangannya.
“Mas Rio nggak capek apa, dari bandara langsung kesini” eiliyah memberikan minuman dingin di depan Rio.
“nggak sama mau ketemu Zie sama kamu ei” Rio langsung mengambil minuman yang di suguhkan padanya.
“selalu saja seperti itu” saking hafalnya dengan Rio yang pulang dari luar negeri tidak langsung istirahat di rumah malah menghampirinya dulu. Terkadang eiliyah sampai tidak enak pada Rio akan perhatiannya yang berlebihan padnya.
“emangnya kamu nggak suka kalau aku kesini” tanya Rio.
“Bukan begitu mas, mas kan habis menempuh perjalanan jauh, bukanya istirahat malah langsung kesini” jelas eiliyah.
“yaudah kamu lanjutin pekerjaan kamu aku mau nungguin Zie pulang, dia langsung kesini kan?” Rio bangkit dari duduknya dan memilih duduk di sofa ruangan eiliyah tak lupa pula ia membawa minuman yang di suguhkan untuknya.
“Selalu saja seperti itu” gumam eiliyah lirih.
“Udah nggak usah ngedumel, aku denger loh kamu ngomong apa” sahut Rio ketika mendengar eiliyah.
Eiliyah melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan Rio yang berada di ruangannya. Di liriknya Rio yang sudah bebaring di sofa panjang itu, ternyata ia sudah tertidur.
“Udah tau capek, masih saja paksain kesini” gumamnya lirih sambil mengelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan Rio.
Cklaaak....
“Assalamualaikum mami...” Zie langsung berlari menghampiri maminya yang sedang duduk di kursi kerjanya.
“Waalaikum salam solehnya mami” eiliyah menjawap sambil mengulurkan tangannya untuk di cium oleh sang putra.
“mami lihat deh Zie dapat nilai yerbaik loh di kelas” Zie mengeluarkan selembar kertas ulangan yang ia dapat dari sekolah tadi.
“wah pintarnya putar mami” puji eiliyah.
“Udah pulang sekolah Zie” Rio terbangun karna mendengar ke gaduhan di ruangan itu.
“om Rio” Zie langsung menghampirinya dan mencium punggung tangan Rio.
“om Rio nggak lupa bawa oleh-oleh buat Zie kan” tanya Zie dengan antusias.
“Ya nggak dong, mangkanya om langsung datang kesini. Ayo kita ambil di mobil” ajak Rio
__ADS_1
Kemudian mereka langsung turun kebawah menuju mobil Rio untuk mengambil oleh-oleh buat Zie.